Kamis, 13 November 2014

Elemen-Elemen Disain Penelitian dan Definisi Operasional

Oleh: Moh. Faisol
*Materi Kuliah S1

Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan bagian dari proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian sehingga mampu mencapai tujuan penelitian; memberikan solusi dll. Indriantoro (2002:86) menyebutkan bahwa elemen-elemen dalam desai penelitian meliputi: 1) tujuan studi, 2) tipe hubungan antar variabel, 3) lingkungan (setting) studi, 4) unit analisis, 5) horizon waktu, dan 6) pengukuran konstruk.
1.      Tujuan Studi: Eksplorasi, Deskriptif, dan Studi Kasus
Menurut Sekaran (2006:155-163) secara garis besar desain penelitian bisnis dibagi menjadi tiga, yaitu studi eksplorasi, studi deskriptif, dan studi kasus.
a.      Studi Ekslorasi
Studi Ekslorasi dilakukan dilakukan untuk memahami dengan lebih baik sifat masalah karena baru sedikit studi yang telah dilakukan dalam bidang tersebut. Atau bisa dikatakan studi ini dilakkukan untuk mengklarifikasi dan mendefinisikan suatu masalah yang bersifat fleksibel dan tidak untuk mencari kesimpulan akhir. Hal ini dilakukan untuk membantu memformulasikan masalah secara lebih tepat.
Sarwono (2008:57-58) menyebutkan bahwa studi eksplorasi menggunakan metode sebagai berikut:
a.       Survei yang dilakukan para ahli
b.      Studi kasus
c.       Analisis data sekunder
d.      Riset kualitatif dalam bentuk FGD
b.      Studi Deskriptif
Studi deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan karasteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Dengan istilah lain studi ini dilakukan untuk menggambarkan aspek-aspek yang relevam dengan fenomena dari perspektif seseorang, organisasi, orientasi industry, atau lainnya. Riset dengan pendekatan studi ini biasanya banyak dilakukan untuk menjawab atas pertanyaan: Who, What, When, Where, Why, dan Way (Sarwono, 2008; 58-59).
Adapun studi ini banyak ditemui dalam riset dengan menggunakan metode survei, observasi, dan analisis data sekunder.
c.       Analisis Studi Kasus
Analisis studi kasus dilakukan untuk memecahkan permasalahan. Dalam studi kasus yang bersifat kualitatif berguna dalam menerapkan solusi pada masalah terkini berdasarkan pemecahan masalah di masa lalu.

2.      Tipe Hubungan: Kausal Versus Korelasional
Studi kausal dilakukan oleh peneliti untuk menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah. Sedangkan studi korelasional merupakan studi yang dilakukan peneliti untuk menemukan hubungan atau keterkaitan antara satu atau lebih variabel dengan variabel lainnya. Sebagai contoh dapat diperhatikan dalam pernyataan berikut:
Pernyataan studi kausal: Apakah Hujan Menyebabkan Demam?
Pernyataan studi korelasional: Apakah Hujan dan Demam Berkaitan?

3.      Lingkungan Studi: Tingkat Intervensi Peneliti terhadap Studi
Adanya intervensi peneliti dalam riset mempunyai peranan dalam menentukan secara langsung apakah studi yang dilakukan adalah kausal dan korelasional. Bentuk intervensi peneliti dalam riset terdiri dari: intervensi minimal, intervensi sedang, dan intervensi berlebih.

4.      Unit Analisis: Individual, Pasangan, Kelompok, Organisasi, Kebudayaan
Unit analisis merupakan tingkat agregasi data yang dianalisis dalam penelitian. Unit analisis yang ditentukan berdasarkan pada rumusan masalah atau pernyataan penelitian merupakan elemen penting dalam desain penelitian karena mempengaruhi proses pemilihan, pengumpulan dan analisis data. Adapun bentuk unit analisis dari ‘perilaku pekerja’ dapat berupa; 1) Individual: jika yang diamati adalah perilaku pekerja secara individual, 2) Kelompok: jika fokus yang diteliti adalah perilaku pekerja secara kelompok, 3) Organisasional: jika fokus yang diteliti perilaku pekerja secara organisasional, dan 4) Kebudayaan: jika fokus yang digunakan kebiasaan dari pekerja berdasarkan budayanya.

5.      Horizon Waktu: Studi Versus Longitudinal
Sehubungan dengan horizon waktu ‘lamanya’ penelitian, Sekaran (2006: 177-178) membedakan menjadi dua bagian: 1) Studi Cross-Sectional atau one shot ; studi yang dilakukan dengan sekali mengumpulkan data; periode harian, mingguan, bulanan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian, dan 2) Longitudinal: studi dilakukan dalam penelitian yang melintasi suatu periode waktu yang cukup lama dalam menjawab pertanyaan penelitian. Sementara Indriantoro (2008; 95) membedakan antara studi Cross-Sectional dan  one shot study, dimana one stot study digunakan pada penelitian yang menggunakan periode pengumpulan data harian, mingguan, bulan, dan tahun. Sedangkan Cross-Sectional study digunakan untuk penelitian komparasi yang menggunakan data tahunan. Contohnya: Komparasi Profitabilitas selama 5 tahun.

Definisi Operasional
Indriantoro (2002:69) mendefinisikan definisi operasional adalah penentuan kontruk sehingga menjadi variable yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan kontruk, sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran kontruk yang lebih baik. Sehubungan dengan definisi operasional yang perlu diperhatikan adalah turunan dalam menjelaskan sebuah konsep yang melahirkan sebuah dimensi-dimensi, kemudian dimensi tersebut menlahirkan elemen-elemen (Yogiyanto, 2010:63).   

                   Bagan Pengoperasionalan Definisi Operasional (lih. Yogiyanto, 2010)

Alat yang digunakan untuk menjelaskan atau mengukur atas konstuk ‘variabel’ yaitu berupa skala. Skala adalah suatu instrument atau memaknisme untuk membedakan individu dalam hal terkait variable minat yang kita pelajari. Menurut Sekaran (2006:15) ada empat tipe skala dasar: nominal, ordinal, interval, dan rasio.

1.      Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang memungkinkan peneliti untuk menempatkan subyek pada kategori atau kelompok tertentu. Menurut Indriantoro (2002:97) skala nominal merupakan skala pengukuran yang menyatakan kategori, kelompok atau klasifikasi dari kontruk yang diukur dalam bentuk variable.
Skala ini digunakan untuk memperoleh data pribadi seperti gender atau departemen tempat seorang bekerja, dimana pengelompokan individu atau objek. Contohnya: jenis kelamin (yang terdiri dari pria dan wanita).
2.      Skala Ordinal
Skala ordinal adalah skala pengukururan yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat kontruk yang diukur (Indriantoro, 2002:98). Kelebihan skala ini jika dibandingkan dengan skala nominal adalah skala ordinal menyatakan kategori dan peringkat.
Skala ini digunakan untuk memeringkat preferensi atau kegunaan beragam jenis produk oleh konsumen dan untuk mengurutkan tindakan individu, objek, atau peristiwa. Contohnya: kategori dari yang buruk sampai yang baik dengan memberi nomor urut sesuai dengan tingkatannya.
3.      Skala Interval
Skala interval merupakan sakala pengukuran yang menyatakan kategori, peringkat dan jarak kontruk. Sedangkan menurut Indriantoro (2002:99) adalah skala menentukan perbedaan, urutan, dan kesamaan besaran perbedaan dalam variable sehingga skala interval lebih kuat disbanding skala nominal dan ordinal.
Skala ini digunakan untuk respon beragam item yang mengukur suatu interval bisa dihasilkan dengan skala lima atau tujuh point. Contoh: Skala Likert.

4.      Skala Rasio
Skala rasio merupakan skala pengukuran yang menunjukkan kategori, peringkat, jarak dan perbandingan kontruk yang diukur. Skala ini menggunakan nilai absolute, sehingga memperbaiki kelemahan skala interval yang menggunakan nilai relatif (Indriantoro, 2002:101). Kegunaan skala ini adalah digunakan dalam penelitian organisasi ketika angka pasti factor-faktor objektif.
Menurut Indriantoro (2002:102-107) ada beberapa skala yang digunakan khusus untuk mengukur sikap (attitude measurement method) yaitu: skala sederhana, skala kategori, skala likert, skala perbedaan semantic, skala numeris, dan skala grafis.
             
Daftar Pustaka:
Indriantoro, Nur & Supono, Bambang. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta: BPFE
Sakaran, Uma. 2006. Research Methods for Business; Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Sarwono, Jonathan & Martadiredja, Tutty. 2008. Riset Bisnis untuk Pengambilan Keputusan.Yogyakarta: Penerbit Andi.

Yogiyanto. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah kaprah dan pengalaman-pengalaman. Yogyakarta:BPFE.

0 komentar:

Posting Komentar