Sabtu, 31 Januari 2015

Analisis Data Kualitatif dan Laporan Penelitian

Oleh: Moh. Faisol
e-mail: faishal_114@yahoo.com
*Materi Kuliah S1

ANALISIS DATA KUALITATIF
A.    Mereduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari càtatan-catatan tertulis di lapangan. Menurut Moleong (2013:288) menyebutkan terdapat dua tahapan dalam reduksi data yaitu;
1.    Identifikasi satuan (unit) atau bagian terkecil yang ditemukan dalam data yang memiliki makna bila dikaitkan dengan fokus dan masalah penelitian.
2.    Sesudah satuan diperoleh, langkah berikutnya adalah membuat koding. Membuat koding berarti memberikan kode pada setiap ‘satuan’, agar tetap dapat ditelusuri data/satuannya, berasal dari sumber mana.

B.     Menyajikan Data
Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti setelah melakukan reduksi data adalah menyajikan data. Sebagaimana dibahas dalam bab sebelumnya bahwa untuk penelitian kuantitatif, penyajian data dapat dilakukan dengan menggunakan tabel, grafik, pictogram, dan sebagainya. Hal tersebut tidak lain agar data terorganisasikan dan tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami. Namun beda halnya dalam penelitian kualitatif, dimana penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antarkategori, dan sejenisnya. Menurut Miles & Huberman (2007) yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Adapun tujuan adanya penyajian data adalah memberikan kemudahann untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Dianjurkan bagi peneliti dalam melakukan display data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, network (jaringan kerja), dan chart (Miles & Huberman, 2007).

C.    Menarik Kesimpulan
Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan tersebut dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau bahkan gelap, sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, maupun hipotesis atau teori.
Namun apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Maka, dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak. Mengapa bisa demikian? Karena seperti telah dikemukakan di atas bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.

D.    Reliabilitas dan Validitas dalam Penelitian Kualitatif
  1. Validitas
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.
Perbedaan mendasar mengenai validitas dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif adalah, dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannnya. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.
Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu; validitas internal dan validitas eksternal.
a.       Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Contoh: Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja tenaga kependidikan, maka data yang diperoleh seharusnya adalah data yang akurat tentang etos kerja tenaga kependidikan. Penelitian menjadi tidak valid, apabila yang ditemukan  adalah motivasi kerja guru.
b.      Validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. Bila sampel penelitian representatif, instrumen penelitian valid dan reliabel, cara mengumpulkan dan analisis data benar, maka penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi.
  1. Reliabilitas
Reliabilitas ialah mengukur instrumen terhadap ketepatan (konsisten). Reliabilitas disebut juga keterandalan, keajegan, consistency, stability, atau dependability. Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsitensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda.
Reliabilitas dalam penelitian kuantitatif, sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan pradigma dalam melihat suatu realitas, dimana bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Sehingga pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu, atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Bahkan untuk obyek yang sama, apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda, akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. Oleh karena itu penelitian kualitatif sering dikatakan bersifat subyektif dan reflektif.
Kemudian Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan pengan penelitian kuantitatif. Perbedaan tersebut diteunjukkan pada table berikut:
Aspek
Metode Kualitatif
Metode Kuantitatif
Nilai kebenaran
Validitas Internal
Kredibilitas
(Credibility)
Penerapan
Validitas Eksternal
(Generalisasi)
Transferability/
Keteralihan
Konsistensi
Reliabilitas
Auditability,
Dependability
Natralis
Obyektivitas
Confirmability

E.     Beberapa Metode Lain Mengumpulkan dan Menganalisis Data Kualitatif
  1. Analisis Isi
Analisis isi (content analysis) adalah metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, dan juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.
Analisis isi harus dibedakan dengan berbagai metode penelitian lain di dalam penelitian tentang pesan, yang sifatnya meneliti pesan yang latent (tersembunyi), kualitatif dan prosedurnya berbeda. Denis McQuail membuat dikotomi dalam riset analisis isi media yang terdiri dari dua tipe, yaitu: message content analysis dan structural analysis of texts. Analisis isi yang termasuk di dalam message content analysis memiliki karakter sebagai berikut: quantitative, fragmentary, systematic, generalizing, extensive, manifest meaning, dan objective. Sementara itu, structural analysis of texts, dimana semiotika termasuk di dalamnya, memiliki karakter sebagai berikut: qualitative, holistic, selective, illustrative, specific, latent meaning, dan relative to reader.
Deskripsi yang diberikan para ahli sejak Janis (1949), Berelson (1952) sampai Lindzey dan Aronson (1968) yang dikutip Albert Widjaya dalam desertasinya (1982) tentang Content Analysis menampilkan tiga syarat, yaitu: objektivitas, dengan menggunakan prosedur serta aturan ilmiah; generalitas, dari setiap penemuan studi mempunyai relevansi teoritis tertentu; dan sistematis, seluruh proses penelitian sistematis dalam kategorisasi.
Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut:
a.       Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
b.      Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
c.       Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.
Selanjutnya dalam kegunaannya dalam metode analisis penelitian kualitatif analisis isi memiliki kelebihan, diantaranya:
a.       Tidak dipakainya manusia sebagai objek penelitian sehingga analisis isi biasanya bersifat non-reaktif karena tidak ada orang yang diwawancarai, diminta mengisi kuesioner ataupun yang diminta datang ke laboratorium.
b.      Biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan dengan metode penelitian yang lain dan sumber data mudah diperoleh (misalnya di perpustakaan umum).
c.       Analisis isi dapat digunakan ketika penelitian survei tidak dapat dilakukan.
Sedangkan kekurangannya adalah
a.       Kesulitan menentukan sumber data yang memuat pesan-pesan yang relevan dengan permasalahan penelitian.
b.      Analisis isi tidak dapat dipakai untuk menguji hubungan antar variabel, tidak dapat melihat sebab akibat hanya dapat menerima kecenderungan (harus dikombinasikan dengan metode penelitian lain jika ingin menunjukkan hubungan sebab akibat).
Sumber data yang dapat digunakan dalam analisis isi pun beragam. Pada prinsipnya, apapun yang tertulis dapat dijadikan sebagai data dan dapat diteliti dalam analisis isi. Sumber data yang utama adalah media massa, dapat pula coretan-coretan di dinding. Analisis isi juga dapat dilakukan dengan menghitung frekuensi pada level kata atau kalimat.
Analisis isi memiliki prosedur yang spesifik, yang agak berbeda dengan metode penelitian yang lain. Beberapa prosedur analisis isi yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Perumusan Masalah: Analisis isi dimulai dengan rumusan masalah penelitian yang spesifik.
2.      Pemilihan Media (Sumber Data): peneliti harus menentukan sumber data yang relevan dengan masalah penelitian.
3.      Definisi Operasional: definisi operasional ini berkaitan dengan unit analisis.
4.      Pelatihan Penyusunan Kode dan Mengecek Reliabilitas: kode dilakukan untuk mengenali ciri-ciri utama kategori.
5.      Analisis Data dan Penyusunan Laporan: data kuantitatif yang diperoleh dengan analisis isi dapat dianalisis dengan teknik statistik yang baku.

  1. Analisis Naratif
  
 LAPORAN PENELITIAN
A.    Laporan
Laporan penelitian merupakan bukti tentang kegiatan suatu penelitian yang telah dilakukan dalam periode tertentu dengan menggunakan metode ilmiah dan menyampaikan yang menjadi temuan-temuan di lapangan sebagai bahan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pengambilan keputusan dan lain-lain sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sekaran (2006:216) laporan merupakan hal penting atas hasil studi dan rekomendasi untuk memecahkan masalah yang dikomunikasikan secara efektif kepada sponsor sehingga saran yang diberikan diterima dan implementasikan.

B.     Laporan Tertulis
Laporan tertulis merupakan laporan yang dibuat secara tertulis diatas kertas mengenai hasil, temuan, dan rekomendasi yang diperoleh selama penelitian berlangsung sampai selesai, dan dibuat sesuai dengan tujuan peneliti.
  1. Tujuan Laporan Tertulis
Dalam Sekaran (2006:217) laporan memiliki banyak tujuan yang berbeda-beda sehingga bentuk laporan yang dibuatpun bervariasi, dan tergantung dengan pada situasinya. Selanjutnya disebutkan bebera tujuan laporan penelitian dalam perspektif manajerial adalah sebagai berikut:
a.       Memberikan rincian mengenai suatu bidang minat spesifik yang diminta oleh seorang manager, maka laporan dapat difokuskan secara sangat sempit dan memberikan informasi yang diinginkan manager dalam format yang ringkas.
b.      Menjual ide kepada pihak manajemen, maka laporan harus rinci dan meyakinkan, misalnya tentang bagaimana ide tersebut sebaiknya dipakai karena akan bermanfaat dan membutuhkan informasi yang relevan serta data yang akurat.
c.       Sebagai solusi atau rekomendasi alternatif untuk mengatasi sustu permasalahan, maka laporan harus lebih rinci yang menyelidiki studi-studi terdahulu, metodologi yang digunakan, perspektif yang berbeda yang dihasilkan dari wawancara dan analisis data, serta solusi alternatif dari kesimpulan penelitian.
d.      Mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi akhir, maka laporan harus komprehensif, dan mengikuti format studi yang rumit.
e.       Penemuan dari sebuh studi dasar, maka harus mengikuti aturan penelitian ilmiah sebagaimana sering digunakan oleh akademisi dan biasanya hasilnya dipublikasikan dalam jurnal akademik.
  1. Audiensi untuk Laporan Tertulis
Susunan laporan, panjangnya, fokus rincian, presentasi data, dan ilustrasi yang digunakan merupakan sutu fungsi bagi audiens yang menjadi sasarannya. Adanya ringkasan eksekutif pada bagian awal mampu memberikan rincian penting yang dengan mudah dibaca oleh manager yang memiliki tingkat kesibukan tersediri dan sifatnya informatif (Sekaran, 2006:221). Menurut Gluecks (1990) sejumlah manajer terganggu dengan data yang ditampilkan data bentuk tabel dan merasa lebih nyaman dengan grafik dan bagan, sementara yang lain ingin melihat “fakta dan gambar”. Tabel dan gambar merupakan bentuk visual dari laporan dan perlu ditampilkan.
Namun hal yang terpenting dalam konteks ini yang perlu dipertimbangkan adalah siapa yang menjadi sasaran dari laporan yang kita buat “audiennya” dan sebagai kapasitas apa audiens tersebut ‘jabatan dll’ sehingga laporan yang dibuat memberikan informasi yang relevan dan mudah dipahami.
  1. Karasteristik Laporan Tertulis yang Disusun dengan Baik
Dalam membuat laporan tidak hanya mempertimbangkan tujuan dan audien saja, namun dalam penyusunan laporan tertulis tak kala menjadi hal yang fokus. Adapun bentuk laporan yang baik memiliki cirri-ciri sebagai berikut: jelas, ringkas, memiliki hoherensi, tekanan yang tepat pada aspek penting, susunan paragraph yang berarti, trasisi yang lancer dari satu topik ke topik yang lain, pilihan kata yang cocok, dan kekhususan. Disamping itu laporan tersebut bebas dari jargon statistik atau  teknis, kecuali laporan yang memang bersifat teknis atau statistik (Sekaran, 2006:222).
Terlepas dari ciri-ciri diatas judul dan sub judul yang tepat membantu mengelolah laporan secara logis dan memungkinkan pembaca mengikuti transisi dengan mudah. Laporan yang diketik dengan format spasi ganda dan margin yang lebar disetiap sisi memmungkinkan pembaca membuat catatan atau komentar sambil membaca isi laporan tersebut.
  1. Isi Laporan Penelitian
Sebagaimana disebutkan oleh Sekaran (2006:224) ada laporan penelitian terdiri dari beberapa bagian berikut:
a.      Halaman Judul
Judul laporan sebaiknya dibuat secara ringkas yang menunjukkan isi dari penelitian.
b.      Daftar Isi
Daftar isi yang dibuat memuat tentang halaman referensi yang mencantumkan judul dan subjudul penting dalam laporan. Daftar tabel dan gambar juga harus dicantumkan dalam daftar isi secara terpisah.
c.       Proposal Penelitian dan Surat Pengesahan
Dimana berisi tentang surat salinan pengesahan dari sponsor penelitian yang menyetujui penyelidikan dan merinci cakupannya akan dilampirkan di awal laporan bersama proposal penelitian.
d.      Ringkasan Eksekutif atau Sinopsis
Ringkasan eksekutif atau synopsis merupakan laporan singkat yang memberikan ikhtisar, dan menyoroti informasi penting yang berkaitan, yaitu: pernyataan masalah, desain pengambilan sampel, metode pengumpulan data, hasil analisis data, temuan, dan rekomendasi, dengan saran untuk implementasi. “harus singkat dan biasanya panjangnya tiga halaman atau kurang.


e.       Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari: pernyataan masalah, tujuan penelitian, serta informasi latar belakang mengapa dan bagaimana penelitian tersebut tercetus dinyatakan.
f.        Isi Laporan
Adapun yang menjadi bagian dari isi laporan penelitian adalah rincian wawancara yang dilakukan, survey literature, kerangka teoritis dan hipotesis. Bagian selanjutnya berupa rincian desain, seperti pengambilan sampel dan metode pengumpulan data, sekaligus sifat dan jenis penelitian, jangka waktu, situasi lapangan, dan unit analisis juga dijelaskan. Dan terakhir mengenai rincian jenis data yang dilakukan untuk menguji hipotesis dan temuan dari analisis tersebut.
g.      Bagian Akhir Laporan
Bagian akhir laporan berisi kesimpulan yang ditarik dari temuan penelitian. Namun pada beberapa penelitian tertentu dalam bagian ini terdapat daftar rekomendasi untuk implementasi dan keterbatasan studi.
h.      Ucapan Terima Kasih
Ucapan yang ditujukan kepada pihak yang telah membantu dalam penelitian, baik dalam pengumpulan kuisioner dan proses-proses lainnya.
i.        Referensi
Berupa daftar sumber refensi ‘rujukan’ yang dikutip oleh peneliti dalam penelitian tersebut.
j.        Lampiran
Berisi bahan-bahan yang mendukung teks laporan penelitian.
C.    Presentasi Lisan
  1. Menentukan Isi Presentasi
Pengalam yang ada berkaitan dengan presentasi, waktu yang disediakan terkadang hanya sekitar 20 menit bahkan kurang. Maka dari itu penting kiranya untuk menentukan poin yang difokuskan dan kepentingan yang ada pada masing-masing bagian. Lanjutnya mengingat audien hanya menyerap sebagian kecil dari semua yang mereka dengar, maka penting bagi presenter untuk menentukan poin yang akan disampaikan kepada audiens, mengatur pola dan waktu presentasi yang sesuai (Sekaran, 2006:232).

  1. Alat Bantu Peraga
Banyak cara yang dapat dijadikan sebagai alat bantu peraga dalam pelaksanaan presentasi, misalnya saja grafik, bagan, dan tabel yang ditampilkan memaluli powerpoint dengan aneka warna yang sesuai membantu dalam menjelaskan poin-poin penting laporan secara cepat dan efektif. Dan alat-alat bantu peraga lainnya yang sesuai seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi (Sekaran, 2006:232).

  1. Presenter
Dalam presentasi laporan hasil penelitian yang perlu diperhatikan oleh para presenter adalah:
a.       Santai saat presentasi
b.      Menjaga kontak mata dengan audiens
c.       Berbicara dengan kata-kata yang mudah dipahami
d.      Peka terhadap reaksi nonverbal audiens
e.       Ketaatan pada durasi waktu
f.       Berpenampilan yang menarik dan rapi (Sekaran, 2006:233).

  1. Presentasi
Berkaitan dengan poin ini maka presenter harus memberikan ucapan yang menarik audiens untuk mendengarkan presentasinya dan melakukan pengulangan atas materi yang disampaikannya setidaknya 3 kali. Aspek yang menjadi titik penting adalah masalah yang diteliti, temuan, kesimpulan, dan rekomendasi untuk implementasi (Sekaran, 2006:233).
  1. Menjawab Pertanyaan
Dalam menjawab pertanyaan dari audiens, maka presenter harus memperhatikan hal-hal berikut;
a.       Presenter harus lebih menguasi ‘materi’ yang dipresentasikan dibandingkan audiens
b.      Tidak bersikap defensif
c.       Terbuka terhadap saran yang diberikan oleh audiens
d.      Jujur dan terus terang (Sekaran, 2006:234)



Daftar Pustaka:
Glueck, William F. 1990. Business Policy and Strategic Management. New York: McGraw-. Hill
Lyons, E. & Coyle, A. 2007. Analysing Qualitative Data in Psychology. London: Sage Publications.
Milles, Mattew B., dan A. Michael Huberman. 2007. Analisis Data Kualitatif, Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: Universitas Indonesia.
Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sekaran. 2006. Research Method for Business; Metodologi Penelitian untuk Bisnis Jilid 2. Jakarta: Salemba Empat

0 komentar:

Posting Komentar