Selasa, 11 November 2014

Permasalahan, Kerangka Teoritis dan Penyusunan Hipotesis

Oleh: Moh. Faisol
*Materi Kuliah S1

Permasalahan
            Masalah merupakan suatu situasi dimana terdapat celah antara keadaan actual dan keadaan ideal yang diharapkan (Sekaran, 2006;91). Hal tersebut dapat dinyatakan dalam pertanyaan yang jelas, tepat, dan ringkas atau persoalan yang diinvestigasi untuk menemukan jawaban, atau solusi. Berkaitan dengan situasi sebagaimana disebutkan diatas munculnya sebuah masalah tidak terlepas dari sebagai bahan mencari solusi, mengingkatkan kualitas dll, penyusunan teori yang lebih baik, dan sebagai jawaban atas pernyataan yang diajukan oleh peneliti atas topik yang menjadi fokus risetnya. Sebagai contoh bentuk masalah yang dibuat dalam penelitian adalah ‘Bagaimana pengaruh politik terhadap pergerakan IHSG?’
1.      Identifikasi Topik Penelitian
Sebagai peneliti tentunya tidak dipungkiri identifikasi topic penelitian merupakan bagian awal menentukan permasalahan dalam risetnya. Tahap ini seringkali dianggap sulit dilakukan, karena seringkali topic yang diangkat sudah pernah dilakukan penelitian, atau bahkan topik tersebut sudah tidak relevan dan kondisi saat ini dilakukan penelitian. Dengan demikian ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam seleksi topic penelitian yaitu:
a.        Apa ada permasalahan?
b.      Apakah masalah tersebut dapat dipecahkan melalui penelitian?
c.       Apakah masalah tersebut menarik untuk dipecahkan?
d.      Apakah masalah tersebut bermanfaat untuk dipecahkan?

2.      Sumber Permasalahan
Bagi peneliti terdapat beberapa sumber permasalah yang menjadi inspirasi dalam melakukan riset diantaranya; pertama, literature atau bahan bacaan yang berhubungan dengan minat dan pengetahuan peneliti. Kedua, pengalaman (pribadi) yang dialami dalam dunia nyata. Ketiga, penelitian terdahulu sehinggal peneliti selanjutnya mampu menemukan topic baru yang barangkali sebagai perbaikan ataupun pengembangan.
3.      Karasteristik Permasalahan Penelitian
Menurut Kuncoro (2013;31-32) ada beberapa karasteristik permasalan yang setidaknya dipenuhi dalam penelitian, yaitu: permasalahan dapat diselidiki melalui pengumpulan dan analisis data, memiliki arti penting dari latar belakang teori maupun praktek (memberikan manfaat), peneliti memiliki keahlian dalam bidang tersebut, dan adanya kemampuan peneliti terkait dengan sumber daya, dana, serta waktu.
4.      Identifikasi Masalah
Menurut Kuncoro (2013;33-34) terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam identifikasi masalah penelitian, yaitu kegunaan penelitian, prioritas, kendala waktu dan dana, dapat diselidiki, dan kemampuan peneliti.

Kerangka Teoritis
1.      Pentingnya Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan fondasi dimana suatu proyek penelitian didasarkan. Seringkali kerangka teoritis disebut sebagai jaringan asosiasi yang disusun, dijelaskan, dan dielaborasi secara logis antarvariabel yang dianggap relevan pada situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses seperti wawancara, pengamatan, dan survey literatur (Sekaran, 2006:127-128). Untuk itu keberadaan kerangka teoritis menjadi sebagai dasar konseptual bagi penelitian dikarenakan untuk mengidentifikasi hubungan antar variable yang dianggap penting bagi studi terhadap situasi masalah apapun, sangat penting untuk memahami apa arti variable dan apa saja jenis variabel yang ada.

2.      Variabel dalam Kerangka Teoritis
Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda (Sekaran, 2006: 115). Sebagai contoh adalah unit produksi, dan motivasi. Terdapat banyak jenis variable dalam metodologi penelitian, yaitu variabel terikat (dependent variable), variabel bebas (independent variable), variabel moderator (moderating variable), dan variabel antara (intervening variable).
3.      Komponen Kerangka Teoritis
Menurut Sekaran (2006:129) dalam membuat kerangka teoritis ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh peneliti, diantaranya adalah
a.    Variable yang dianggap relevan untuk studi harus diidentifikasi dan dinamai dengan jelas dalam pembahasan.
b.    Pembahasan harus menyebutkan mengapa dua atau lebih variable berkaitan satu sama lain.
c.    Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi dalam pembahasan penelitian apakah hubungan akan positif atau negative.
d.   Harus ada penjelasan yang gambling mengenai mengapa kita memperkirakan hubungan tersebut berlaku. Argument bisa ditarik dari temuan penelitian sebelumnya.
e.    Suatu diagram skematis kerangka teoritis harus diberikan agar pembaca dapat melihat dan dengan mudah memahami hubungan yang diteorikan.


Penyusunan Hipotesis
Kuncoro (2013:59) mendefinisikan hipotesis sebagai suatu penjelasan tentang perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Hipotesis merupakan pernyataan peneliti tentang hubungan antara variable-variabel dalam penelitian, serta merupakan pernyataan yang paling spesifik. Dan seringkali hipotesis disebut sebagai pernyataan jawaban sementara yang disusun oleh peneliti, yang kemudian diuji kebenarannya melalui penelitian yang dilakukan. Sehingga fungsi hipotesis dalam penelitian adalah sebagai pedoman untuk dapat mengarahkan penelitian agar sesuai dengan apa yang diharapkan peneliti.
1.      Karasteristik Hipotesis
Beberapa karasteristik hipotesis yang diungkapkan oleh Kuncoro (2013:60) yaitu:
  1. Konsisten dengan penelitian sebelumnya
  2. Penjelasan yang masuk akal
  3. Perkiraan yang tepat dan terukur
  4. Dapat diuji
Selain dari karasteristik tersebut diatas Sekaran (2006:136) memberikan cirri bahwa dalam pembuatan hipotesis seringkali dinyatakan dengan menggunakan format kata ‘Jika-Maka’.
2.      Jenis Hipotesis
Berdasarkan penurunannya ‘bagaimana hipotesis tersebut diperoleh’ hipotesis memiliki dua jenis, yaitu hipotesi deduktif dan induktif. Hipotesis deduktif dimana hipotesis tersebut menggunakan perluasan logika dari penemuan-penemuan yang telah ada, atau didasarkan pada hal-hal yang bersifat umum yang telah diterima kebenarannya. Sedangkan hipotesis induktif dimana hipotesis tersebut disusun secara generalisasi berdasarkan observasi.
Adapun dari sisi pernyataannya ‘bagaimana hipotesis dinyatakan’ hipotesis dklasifikasikan sebagai hipotesis penelitian dan hipotesis statistic. Hipotesis penelitian biasanya dinyatakan dalam bentuk kalimay pernyataan (deklaratif), sedangkan hipotesi statistic dalam bentuk hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternative (Ha) (Kuncoro, 2013:61).
Sementara Sekaran (2006:137) menambahkan bahwa terdapat hipotesis direksional dan nondireksional. Hipotesis direksional merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau membandinkan dua kelompok, seperti menggunakan istilah positif, negative, lebih dari, kurang dari dan sejenisnya. Sedangkan hipotesis nondireksional adalah hipotesis yang mendalilkan hubungan atau perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan tersebut. Sebagai contoh: ada hubungan antara usia dan kepuasan kerja.
3.      Uji Hipotesis
Tidak kalah pentingnya dengan tahapan yang lain, uji hipotesis merupakan salah satu indikator bagi peneliti untuk menilai apakah penelitian tersebut ilmiah atau tidak, apa hasil dari penelitian tersebut dll. Betapa pentingnya uji hipotesis Sekaran (2006:141) menyebutkan langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis adalah:
a.       Menyatakan hipotesis nol dan alternative
b.    Memilih uji statistic yang tepat berdasarkan apakah data yang dikumpulkan adalah parametric atau nonparametric.
c.    Menentukan tingkat signifikansi yang diinginkan (p=0,05 atau lebih, atau kurang)
d.   Memastikan jika hasil dari analisis computer menunjukkan bahwa tingkat signifikansi terpenuhi (dengan melihat table)
e.    Jika nilai hitung (resultant value) lebih besar dari nilai kritis (critical value), hipotesis nol ditolak, dan alternatif diterima. Jika nilai hitung lebih kecil daripada nilai kritis, hipotesis nol diterima dan alternatif ditolak.

Daftar Pustaka:
Kuncoro, M. 2013. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Salemba Empat

Sakaran, Uma. 2006. Research Methods for Business; Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

0 komentar:

Posting Komentar