at Ranukumbolo Bersama Asisten Lab. Akuntansi

Sesungguhnya mukmin yang satu dengan yang lainnya adalah bersaudara

Pembekalan at KANWIL Dirjen Pajak Jatim III

Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu (pengetahuan) diantara kalian.

Weekend at Sempu Island

Safir tajid iwadhan amman tufariquhu # fanshab fainna ladzidzal aisyi fin-nashabi.

Outbound Pimpinan Harian dan Kader IMM

Belajar, Bermain, dan Berlatih

Keluarga Lab Akuntansi saat Yudisium

Meraih cita cita sampai di penghujung sana

Saat Liburan di WBL and Gua Maharani

Yaa Sekali Kali Tau Wisata Jawa Timur lah....

Tantangan Pertama RPL HMJ Akuntansi

Setiap Kalian Adalah Pemimpin dan Bertanggungjawab atas Apa yang Dipimpinnya

MEMORY TMOL DAN TKDA HMJ AKUNTANSI 2012

Pemimpin yang baik itu apabila melahirkan generasi yang lebih baik darinya

Rabu, 22 Oktober 2014

Pengantar Penelitian dan Investigasi Ilmiah

Oleh: Moh. Faisol
*Materi Kuliah S1


 Definisi Penelitian dan Pentingnya Bagi Manager
Sakaran (2006; 4) mengartikan penelitian sebagai proses menemukan solusi masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan faktor situasi. Penelitian dijadikan sebagai media oleh para ilmuwan dan peneliti lainnya untuk memberikan sebuah kesimpulan ‘mengungkap fakta’ atas kejadian yang sebenarnya dari sebuah fenomena yang terjadi disekitar kita dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah sehingga mampu dipertanggungjawabkan dan diuji kebenarannya. Sementara penelitian bisnis (business research) didefinisikan dengan penyelidikan atau investigasi yang terkelolah, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait (Sekaran, 2006:7). Zikmund (2000:5) mengartikan penelitian bisnis sebagai suatu proses sistematis dan objektif yang meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data untuk membantu pengambilan keputusan bisnis.
Adapun manfaat memahami penelitian bisnis sangat penting bagi para manager professional karena beberapa alas an, yaitu:
1.      Mengenali dan secara efektif memecahkan masalah kecil dalam konteks pekerjaan.
2.      Mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan yang buruk.
3.      Menghargai dan terus menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi.
4.      Mempertimbangkan resiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan keluaran (outcome) yang berbeda.
5.      Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin mempengaruhi situasi.
6.      Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif.
7.      Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambil keputusan. (Sakaran, 2006:15-16).

Penelitian Ilmiah
            Penelitian ilmiah menurut Kuncoro (2013:3) mendefinisikan penelitian ilmiah dengan aplikasi secara sistematis dari metode ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan. Metode ilmiah dalam penelitian dilakukan secara kritis dan analitis, logis, objektif, konseptual dan teoritis, emperis dan sistematis (Davis & Cosenza, 1993:37) Sakaran (2006: 29-35) memberikan ciri-ciri penelitian ilmiah antara lain sebagai berikut:
  1. Tujuan Jelas
  2. Ketepatan
  3. Dapat Diuji
  4. Dapat Ditiru
  5. Ketelitian dan Keyakinan
  6. Objektivitas
  7. Dapat Digeneralisasi
  8. Hemat.
 Jenis Penelitian
            Berdasar tujuannya, penelitian dapat dipisahkan menjadi penelitian dasar dan penelitian terapan (Sakaran, 2006:6-9). Pertama, penelitian dasar (murni) adalah penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penelitian dasar biasanya dilakukan untuk menguji kebenaran teori tertentu, atau mengetahui konsep tertentu secara mendalam. Kedua, penelitian terapan adalah penelitian yang menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan permasalahn tertentu. Menurut Kuncoro (2013:7-10) penelitian terapan diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu:
  1. Penelitian Evaluasi, adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan.
  2. Penelitian dan Pengembangan, adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
  3. Penelitian Tindakan, adalah penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.
Sedangkan berdasarkan metode penelitian yang dilakukan, penelitian diklasifikasikan menjadi penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, dan penelitian eksperimental (Kuncoro, 2006;10-17).
1.      Penelitian Historis, adalah kegiatan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan keadaan yang telah lalu dengan tujuan menemukan kesimpulan mengenai sebab-akibat, dampak, atau perkembangan dari kejadian yang telah lalu yang dapat dipergunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang akan dating.
2.      Penelitian Deskriptif, adalah berupa pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian.
3.      Penelitian Korelasional, adalah penelitian yang bertujuan menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua variable atau lebih, serta seberapa jauh korelasi yang ada diantara variable yang diteliti.
4.      Penelitian Kausal Komparatif, adalah penelitian yang menunjukkan arah hubungan antara variable bebas dengan variable terikat, disamping mengukur kekuatan hubungannya.
5.      Penelitian Eksperimental, adalah penelitian yang dilakukan dimana peneliti mengendalikan paling tidak satu variable bebas dan mengamati akibat yang terjadi kepada satu atau lebih variable terikat.

 Deduksi dan Induksi
            Bentuk metode investigasi ilmiah yang sering dilakukan oleh peneliti adalah tidak lain terdiri dari pola pikir deduksi dan induksi. Sakaran (2006:36) mengartikan deduksi sebagai suatu proses dimana kita tiba pada suatu kesimpulan beralasan melalu generalisasi logis dari sebuah fakta yang diketahui. Sementara Kuncoro (2013:4) mengatakan bahwa deduksi adalah penarikan kesimpulan untuk hal spesifik dari gejala umum. Misalnya, kita mengetahui bahwa semua orang yang berkinerja tinggi adalah sangat menguasai pekerjaan mereka. Bila John berkinerja tinggi, kita kemudian menyimpulkan bahwa ia sangat sangat menguasai pekerjaannya.
            Sedangkan induksi merupakan proses dimana kita mengamati fenometa tertentu dan berdasarkan hal tersebut tiba pada kesimpulan (Sakaran, 2006:36). Atau induksi berupa penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan spesifik untuk hal-hal yang umum (Kuncoro, 2013:4). Misalnya, kita melihat bahwa proses produksi merupakan cirri utama dari pabrik manufaktur. Karena itu kita menyimpulkan bahwa pabrik eksis untuk tujuan produksi.

Keterbatasan Penelitian Ilmiah dalam Bidang Manajemen
            Menurut Sakaran (2006: 36-37) Riset dalam bidang manajemen dan ilmu sosial, tidak selalu mungkin untuk melakukan investigasi yang 100% ilmiah, dalam arti bahwa, seperti dalam ilmu pasti, hasil yang diperoleh tidak akan eksak dan bebas-kesalahan. Hal ini terutama karena kesulitan yang dihadapi dalam pengukuran dan pengumpulan data dalam bidang subyektif seperti pemasaran, emosi, sikap, dan persepsi. Persoalan-persoalan tersebut muncul kapan pun kita berusaha untuk mengkuantifikasikan perilaku manusia. Kesuliatan juga mungkin dijumpai dalam mendapatkan sampel yang mewakili, membatasi generalisasi temuan. Dengan demikian, tidak selalu mungkin untuk memenuhi saemua ciri sains sepenuhnya. Sifat bisa diperbandingkan, konsistensi, dan generalisasi yang luas sulit dicapai dalam penelitian. Tetap saja, dalam rangka mendesain penelitian untuk memastikan kejelasan tujuan, ketepatan, dan sifat dapat diuji, dapat ditiru, dapat digeneralisasi, objektivitas, hemat, dan ketelitian serta keyakinan yang semaksimal mungkin, kita harus berusaha keras untuk menggunakan investigasi ilmiah.       
  
Daftar Pustaka:
Davis, D., & Cozensa, R.M. 1993. Business Research for Decision Making. Belmont: PWS-KENT Publishing Company.
Kuncoro, M. 2013. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Salemba Empat
Sakaran, Uma. 2006. Research Methods for Business; Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Zikmund, W.G.. 2000. Business Research Method, (6th ed). Forth Worth: Harcourt Inc.