Rabu, 24 Juli 2013

Setiap Orang Memiliki Kelebihan

Judul buku      : Menuju Puncak Prestasi Tanpa Batas
Pengarang       : Yusuf al-Uqshari
Penerbit           : GEMA INSANI
Tebal               : 216 hal.; 18 cm
Cetakan           : Pertama, Shafar 1427 H / Maret 2006 M.
Peresensi         : M. FAISOL
 
Manusia adalah makluk Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makluk-makluknya yang lain. Kesempurnaannya itu terletak pada akal yang sering kita sebut dengan istilah brain. Akal inilah yang sangat dominan untuk menentukan baik dan buruknya manusia dalam kehidupannya sehari-hari di dunia fana ini. Dengan akal manusia berfikir untuk melahirkan potensi-potensi dirinya, kelebihan-kelebihan yang sebelumnya masih terpendam. Dan merenung  sejenak atas kekurangan yang selalu menjadi tantangannya.

Tanpa semua itu, sulit kiranya manusia hidup di atas bentangan bumi ini dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan yang senantiasa menjadi tujuan utamanya. Tidak heran kalau dengan kelebihan-kelebihannya manusia bisa menjelajahi Kutub Utara atau Gunung Himalaya yang tidak difikirkan sebelumnya. Jadi, dengan kemampuan dan potensi yang tinggilah manusia bisa keluar-masuk jendela-jendela dunia ini.
Dengan terbitnya buku ini yang berjudul ” Menuju Puncak Prestasi Tanpa Batas” dalam bentuk yang mini dengan bahasa yang mudah di cernah oleh setiap kalangan, penulis mengharap kepada segenap pembaca yang budiman untuk menemukan dan memunculkan kemampuan dan potensi-potensi yang hakiki dan benar-benar ada dalam diri pembaca, tanpa membesar-besarkan atau meremehkannya. Sesuai dengan sabda Rasulullah yang berbunyi:
”Allah SWT. merahmati orang yang mengetahui kadar dirinya ”.
Dengan mengetahui segala kemampuan dan potensi yang ada, maka manusia akan meningkatkan kepribadian dan mengembangkannya serta menjadi orang-orang yang berhasil dan dapat mengujudkan cita-cita yang menjadi harapan.
Dalam buku ini penulis sengaja membagi-bagi isi  buku dalam betuk bab-bab. Agar pembaca yang budiman mudah menela’ah dan mecernah semua isi buku ini dengan mudah. Bab yang pertama penulis sengaja berbicara tantang kamampuan-kemampuan dan potensi yang sifatnya umum. Disana dikatakan bahwa Allah SWT menganugrahkan kepada manusia sejak pertama kali penciptaanya yaitu kelebihan-kelebihan yang luar biasa. Potensi serta kemauan ini tersimpan  dikedalaman diri kita masing-masing. Kita semua mempunyai kemampuan raksasa yang sedang tidur dalam diri. Kekuatan ini menunggu adanya suatu yang mengusiknya dan membangunkannya dari tidurnya, untuk kamudian hadir menampilkan potensi-potensi dan kemampuan-kemampuan, seni atau bakat musik, kemampuan berinteraksi dengan manusia, mendapatkan kepercayaan dan cinta mereka, jadi seorang kreator dalam satu bidang kehidupan.
Selain itu kita harus mengimani bahwa Allah SWT. Tidak memberikan potensi dan kemampuan itu hanya kepada sebagian orang saja. Tetapi kita semua diciptakan menjadi sosok yang unik dalam tipenya. Kita semua memiliki kemungkinan yang sama untuk mengalami pengalaman hidup dengan segala seginya. Akan tetapi  kelebihan-kelebiha itu tidak akan pernah muncul dimuka bumi ini pada diri seorang manusia tanpa adanya usaha keras yang dilakukan  secara kontiyuitas. Apapun kondisi dan rintangan yang menghadang kita, maka dalam setiap kedalaman diri kita itu terdapat kemampuan dan potensi serta kemahiran yang dapat kita gunakan untuk mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. “ Kita tidak boleh mengalah sebelum kita berperang” itulah pepatah mengucapkan.
Dengan kemampuan yang ada dalam diri kita, maka niscaya kehidupan kita akan terangkat dan martabat kita tidak lagi sama dengan tingkatan orang-orang yang tidak berpotensi. Kita akan hidup dalam dunia baru yang tidak lagi terusik seperti sebelum-sebelumnya. Misalnya adalah orang-orang yang dikenal oleh seluruh dunia dan yang telah menyingkap kemampuan-kemampuan mereka untuk kemudian menggunakan kemampuan, kemahiran, dan bakat mereka tersebut dengan cara yang amat baik. Sehingga mereka mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan. Bahkan mereka meninggalkan jejak yang tak terlupakan oleh umat manusia.
Seperti Leonardo da vinci, Abraham Lincoln, Mahatama Ghandi, Martin Luther King, Einstein dan banyak lagi yang lain. Yaitu mereka yang telah mengambil langkah-langkah nyata untuk menggunakan segenap kemampuan dan potensi mereka. Kehidupan mereka tidak lagi seperti yang sebelumnya. Akan tetapi kehidupan mereka sudah derastis jauh tingkatannya dan  semua mata umat manusia telah mengenalnya atas kemampuan-kemampuan yang mereka miliki, atas karya-karya yang mereka publikasikan dan berbagai penemuan yang telah mereka buktikan.
Diakhir bab pertama sempat disinggung juga tentang akal dan jiwa. Bahwasanya akal mempunyai kedudukan yang sangat vital dalam diri kita. Tanpa adanya akal niscaya kehidupan manusia akan suram semua, jadi serba berantakan sebagaima kehidupan hewan yang diciptakan tanpa dikaruniai akal. Akallah yang sangat menentukan kemana kita akan melangkah dan apa yang hendak kita perbuat. Sehingga tidak salah kalau Einstein mengatakan “ berfikir maka aku ada”.
Dan juga jiwa. Setiap manusia yang normal pasti mampu memenuhi kebutuhan jiwanya. Ketenangan jiwa dan spiritual yang kita miliki_sebagian psikolog menanamkannya dengan motif prilaku manusia yang berdasarkan pemenuhan kebutuhan jiwa dan keberhasilan seseorang serta ketenangannya, tergantung pada kemampuannya memenuhi kebutuhan jiwanya, yang mendorong untuk meraih sesuatu yang akan mengantarkan pada kestabilan jiwa dan keteraturan hidup. Yang dalam hal ini ada lima kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kestabilan jiwanya; kebutuhan perasaan aman dan tentram, kebutuhan fisik, kebutuhan cinta dan perasaan, kebutuhan rasa kemerdekaan. Kebutuhan akan peraturan yang berlaku, kebutuhan berafiliasi dan kebutuhan terhadap kesuksesan dan penghargaan.
Di bagian kedua, berbicara tentang kemampuan dan potensi-potensi khusus yang bisa kita kenal dengan istilah kemampuan spesial. Yang hanya dimiliki oleh sebagian orang yang memiliki dan tidak bagian yang lain. Artinya kelebihan ini hanya dimilili oleh orang-orang tertentu yang memang memiliki kecakapan dalam bidangnya. Sekalipun terdiri dari beberapa kelebihan yang pasti hanya satu yang paling dominan atau menonjol. Tidak  kesemua kelebihan yang kita miliki semuanya menduduki posisi yang sama.
Misalnya, kemampuan berbahasa, mengontrol emosi, memahami orang lain, mempengaruhi orang lain, menguasai perasaan, mengontrol insting, melepaskan diri dari rasa cemas, mampu bercanda dan berhumor, dan kemampuan mikanik.
Pada bagian ketiga penulis berbicara tentang beberapa potensi dan kemampuan yang di nilai sebagai poin yang  mempumyai nilai plus dari poin-poin keberhasilan dalam kepribadian kita yang dengannya kita dapat mewujudkan hubungan-hubungan yang berkeseimbangan dengan orang lain dan mampu memecahkan permasalahan-permasalahan kita, serta mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan kita  secara umum serta kehidupan kita secara khusus.
Salah satu buktinya yaitu kemampuan beradaptasi. Beradaptasi merupakan sebuah pekerjaan yang penuh vitalitas yang memiliki tingkatan yang bermacam-macam, dimulai dari bentuk yang sederhananya berupa tingkatan biologi manusia dan makluk hidup lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa mahluk hidup yang  tidak dapat menyesuaikan diri akan punah dan menghilang  dari pentas kehidupan. Begitupun manusia sebagai salah satu  makluk Allah jika tidak berhasil melakukan adaptasi dan penyesuaian diri dengan arus pembaruan dan perubahan peranannya di pentas kesuksesan hidup akan menghilang dan lenyap begitu saja.
Selain itu, kita tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan saja akan tetapi  kita juga beradaptasi dengan  akal, perasaan, dan keterikatan sosial, yang kita kenal dengan istilah keselarasan. Dan seandainya kita gagal menyelaraskan diri dengan masyarakat kita, maka keberadaan kita tidak layak lagi untuk hidup di tengah-tengah masyarakat tersebut. Akan tetapi bila kita berhasil beradaptasi dengan orang lain,   yang senantiasa  dapat kita lihat berusaha meraih prestasi.  Upayanya itu tidak hanya terbatas pada satu kelompok tertentu, bahkan mencakup keseluruhan. Tipe orang ini biasanya mencari tempat tempat kesuksesan, mengikuti jejak dan menggapainya tanpa merasa sulit dan bingung untuk mendapatkan suatu keberhasilan tersebut.
Kelebihan-kelebihan buku
  1. Dengan cover yang berkesinambungan dengan warna yang cocok. Pembaca bisa lebih tertarik pada buku ini.
  2. Buku ditulis oleh cendekiawan besar muslim di Mesir, dengan judul buku dalam bentuk arab ” Ibhats’an Nuqaath an-Najaah fi Syakhshiyyatik “.
  3. Dengan bahasa yang lugas dan komonikatif para pembaca yang budiman mudah memahaminya.
  4. Antara bab yang satu dengan bab yang lainnya ada keterikatan dan alur karangan yang terus mangalir. Sehingga pembaca dalam mamahaminya cukup mudah.
Kekurangan-kekurangan buku
  1. Tidak adanya warna yang ada pada pada setiap gambar.
  2. Tidak adanya biodata tentang penulis secara detail.
  3. Terlalu singkatnya pengantar atau pendahuluan yang di buat oleh penulis.

0 komentar:

Posting Komentar