Rabu, 24 Juli 2013

PENGANTAR BIOTEKNOLOGI PERTANIAN

BIOTEKNOLOGI
“Penggunaan mahluk hidup atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang atau jasa secara industri
CONTOH-CONTOH HASIL PRODUKSI BIOTEKNOLOGI
  1. Ragi roti, protein sel tunggal
  2. Amilase, glukosa dehidrogenase
  3. Antibiotik, vitamin, asam amino, asam organik
  4. Etanol, metana, asam laktat
  5. Sirup jagung berfruktosa tinggi
  6. Lumpur aktif, penghancur anaerob
Perkembangan Bioteknologi
Jaman sebelum Louis Pasteur
  1. Minuman beralkohol (Bir, anggur, tuak)
  2. Makanan terfermentasi (Keju, yoghurt, tape,tempe, petis, terasi)Jaman Louis Pasteur
  3. Alkohol (Etanol, Butanol, aseton, gliserol)
  4. Asam organik (Asam sitrat, asam asetat)
  5. Pengolahan limbah secara aerob
Jaman antibiotika
  1. Antibiotika (Penisilin, tetrasiklin, streptomisin)
  2. Vaksin (Vaksin anti NCD, vaksin anti polio)
  3. Transformasi steroid (DOPA)
  4. Teknologi fermentasi media cair
  5. Teknologi biakan jaringan hewan
Jaman pasca antibiotika
  1. Asam amino (Asam glutamat, lisin, aspartame)
  2. Protein sel tunggal
  3. Enzim (amilase, glukosa isomerase, glukosa dehidrogenase)
  4. Teknologi imobilisasi sel dan ensim
  5. Teknologi pengolahan limbah cair anaerob (Biogas)
 Jaman bioteknologi modern
  1. 1973, pertama kali gen berhasil diklon
  2. 1974, ekspresi gen terklon di jasad lain
  3. 1975, antibodi monoklonal
Jaman bioteknologi modern
  1. Teknologi hibridoma (Antibodi monoklonal)
  2. Teknologi uji diagnostik dengan antibodi
  3. Rekayasa genetika
  4. Vaksin artifisial
  5. Insulin dari khamir
Istilah-istilah yang sering digunakan dalam Bioteknologi Modern
* Transgen – Gen asing yang ditambahkan kepada suatu spesies
                               Contoh – Gen Cry (mengkode protein yang menjadi racun bagi serangga )
Transgenik – suatu organisme yang mengandung transgen melalui proses bioteknologi (bukan proses pemuliaan tanaman)
                               Contoh – Kapas Bollgard          Jagung tahan herbisida

HASIL KEGIATAN BIOTEKNOLOGI MODERN DI BIDANG PERTANIAN
“  GMO – Genetically modified organisms
“Suatu jasad yang memiliki sifat baru, yang sebelumnya tidak dimiliki oleh jenis jasad tersebut, sebagai hasil penambahan gen yang berasal dari jasad lain. Juga disebut organisme transgenik
Contoh: Jagung tahan serangga
  • Racun Bt yang dikandungnya membunuh    corn borer
  • Gen pengendali produksi racun berasal dari           bakteri
“  GMO – Genetically modified organisms \
“Suatu jasad yang memiliki sifat baru, yang sebelumnya tidak dimiliki oleh jenis jasad tersebut, sebagai hasil penambahan gen yang berasal dari jasad lain. Juga disebut organisme transgenik
Contoh: Tanaman tahan virus
  • pepaya, jeruk, kentang
  • Gen ketahanan berasal dari virus
“  GMO – Genetically modified organisms
“Suatu jasad yang memiliki sifat baru, yang sebelumnya tidak dimiliki oleh jenis jasad tersebut, sebagai hasil penambahan gen yang berasal dari jasad lain. Juga disebut organisme transgenik
Contoh: Tanaman tahan herbisida
  1. yang sudah ada: kedelai, jagung, kanola
  2. yang berikutnya: gula bit, kobis, strawberry, alfalfa, kentang, gandum
  3. gen ketahanan berasal dari bakteri
PERBEDAAN
Pemuliaan tanaman konvensional
  • Gen yang dipindahkan berasal dari spesies yang sama
  •  Pemindahan gen melalui perkawinan interspesies
Pemuliaan tanaman melalui bioteknologi
  • Gen yang dipindahkan berasal dari spesies yang berbeda
  • Pemindahan gen melalui rekayasa genetika tanaman
Mutagenesis:  Sifat baru, tanpa gene asing
  • Mutagenesis mengubah urutan DNA suatu gen
  • Dapat diperoleh sifat baru yang menguntungkan
Generasi Organisme Tansgenik Berikutnya di bidang Pertanian
“  Golden Rice
  • Kandungan vitamin A meningkat
  • Gen berasal dari bakteri
  • Kekurangan: produksi vitamin A    kurang banyak
“  Bungan Matahari
  • Tahan jamur putih
  • Gen ketahanan berasal dari gandum
“  Rumput lapangan golf
  1. Tahan herbisida
  2. Tumbuh lambat
  3. Mengurangi pemangkasan
  4. Mengurangi polusi
Prioritas Bioteknologi Tanaman dan Lingkungan di Masa yang Akan Datang
Bioremediasi
  •  Polusi air, tanah dan udara menjadi masalah
  •  Tanaman dapat membantu degradasi senyawa polutan tersebut
Dibutuhkan tanaman yang dapat membantu degradasi senyawa polutan dan aman terhadap lingkungan
Tanaman yang kandungan nutrisinya diperkaya
  •  Malnutrisi meluas
  •  Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai penyakit ikutan
 Dibutuhkan modifikasi tanaman pangan untuk mengatasi masalah tersebut

MEMBUAT PUPUK KOMPOS CAIR
PENGERTIAN PUPUK ORGANIK
Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman
Pupuk organik cair adalah pupuk dalam bentuk larutan yang seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan  kotoran hewan yang mengalami pembusukan dimana kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur .
KELEBIHAN PUPUK ORGANIK CAIR
  1. Dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara
  2. Mampu menyediakan hara secara cepat
  3. Tidak merusak tanah dan tanaman walupun sering digunakan
  4. Mempunyai bahan pengikat sehingga  larutan pupuk yg diberikan ke permukaan tanah bis langsung digunakan oleh tanaman
  5. Baik diberikan pada tanaman masa perkembangbiakan
Kandungan hara
PEMBUATAN PUPUK CAIR
  • Siapkan kotoran ternak segar ( 30 kg)
  • Sampah organik : sisa makanan , sayuran
  • Hijauan : macam macam jenis hijauan tapi tidak bergetah  ( 5 kg)
  • Siapkan cairan bioaktifator : em4  ( 1 lt)
  • 1 liter air ditambahkan  4 tutup botol em4
  • Siapkan tetes tebu ( 1 kg)
  • Siapkan air cucian beras
  • Semuanya dimasukkan dalam komposter wadah ) yang tertutup rapat
  • Komposter baru bisa menghasilkan kompos cair ( lindi ) setelah 2 minggu
APLIKASI PENGGUNAAN PUPUK CAIR
“  Lindi yang baru dipanen sebaiknya jangan langsung digunakan
“  Tambahkan em 4 à  1 tutup botol = 1  liter lindi dan diamkan 1 – 2 hari agar bakteri berkembang banyak
“  Lindi 1 liter tadi bisa diencerkan dengan perbandingan 1 : 5
“  Disiramkan baik pada tanama sayuran, buah, hias pemupukan dilakukan 1 mg sekali
PENGERTIAN EM4
  • Effektif Mikroorganisme adalah bahan yang membantu mempercepat proses pembuatan pupuk organik dan meningkatkan kualitasnya
  • Memperbaiki struktur tanah dan tekstur tanah
  • Membuat tanaman menjadi lebih subur sehat dan relatif tahan terhadap hama
BAHAN PEMBUAT EM4
  • Susu sapi 2 liter
  • Usus ayam secukupnya
  • Terasi ½ kg ( terbuat dari kepala , kulit udang )
  • 1 kg gula pasir tetes tebu
  • 1 kg bekatul
  • Satu buah nanas
  • 10 liter air sumur
PEMBUATANNYA:
  1. Nanas dihaluskan dengan blender kemudian campurkan terasi , bekatul, gulapasir dan air masak hingga mendidih lalu hasilnya adonan didinginkan
  2. Tambahkan susu , usus aduk hingga merata
  3. Tutup rapat rapat selama 12 jam – 24 jam
  4. Jika sudah jadi , adonan menjadi kental atau lengket ( susu jangan yang basi , nanas digunakan untuk menghilangkan bau dari hasil proses bakteri )
  5. Pembuatan EM 4 dianggap berhasil jika muncul gelembung gelembung di permukaan bahan

Pemanfaatan Energi Biomassa sebagai Biofuel :
Konsep Sinergi dengan Ketahanan Pangan
  • “  Popolasi Pendudduk Yang Meningkat
  • “  Kebutuhan pangan dan energy yang meningkat
MASALAH:
  • Sumber energi dari fosil fuel makin menipis
  • Sumber energi alternatif belum digali secara ekstensif karena keterbatasan SDM dan teknologi
  • Sumber pangan juga terbatas karena keterbatasan SDM, lahan dan teknologi
SOLUSI:
Eksplorasi, Teknologi, SDM, Dana
Energi Biomassa
TERDIRI DARI= Tumbuhan, hewan, dan  jasad renik _____sumber bahan pangan, energy, bahan industri
Aplikasi Mikrobia Pendegradasi
  1. Pembuatan kompos
  2. Pembuatan pupuk organic cair dan limbah cair TPA Piyungan
Pemanfaatan dan Pengelolaan Energi Biomassa
Landasan Yuridis :
  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
  2. Instruksi Presiden No 1 Tahun 2006 tanggal 25 Januari 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain.

PEMBUATAN BRIKET KOTORAN SAPI (KOSAP PLUS)
APA ITU BIOARANG  
Bioarang adalah Biomasa yang berasal dari limbah pertanian dan peternakan  merupakan bahan yang tidak berguna tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi bahan bakar alternatif menjadi Briket
MENGAPA DIBENTUK BRIKET
Untuk meningkatkan energi per unit volume disamping menyeragamkan ukuran biomassa yang akan masuk dalam kompor.
Briket dengan struktur  yang padat dengan peningkatan density menjadikan briket lebih effesien sehingga meningkatkan nilai kalor perunit volume.
APA BRIKET KOSAP PLUS
Briket Kosap Plus adalah  arang yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket (penampilan dan kemasan yang lebih menarik) yang dapat digunakan untuk keperluan energi sehari-hari seperti memasak, pemanas dll.
Kosap Plus dimaksud adalah kotoran sapi yang ditambah dengan arang dari limbah pertanian seperti tempurung kelapa , sekam padi dan serbuk gergaji.
LIMBAH PERTANIAN APA SAJA YANG BISA DI GUNAKAN BRIKET ?
  • Jerami padi
  • Sekam padi
  • Tempurung kelapa
  • Tongkol jagung
  • Serbuk gergaji
  • Sampah dedaunan (Daun Sono dll)
LIMBAH TERNAK APA SAJA YANG BISA DIGUNAKAN BRIKET ? 
  • Kotoran sapi
  • Kotoran ayam
  • Kotoran kambing dan domba
APA KELEBIHAN BRIKET KOSAP PLUS
  1. Aman untuk kesehatan manusia   Karena tidak mengandung  asap, jelaga dan bau
  2. Tidak adanya emisi unsur belerang dan nitrogen bebas ke udara
  3. Memiliki Panas yang cukup  tidak terlalu tinggi, sehingga tidak merusak alat masak dan praktis
  4. Dapat mengurangi pencemaran lingkungan
BERAPA KALORI ATAU PANAS YANG DIHASILKAN
Briket batubara 6000 – 7000 (kkal)
Minyak tanah 10.000 kkal
Briket kotoran sapi 4.200 kkal
Briket sekam dan jerami atau sampah daun 3800 kkal
BAGAIMANA MEMBUAT BRIKET
  1. 1.     Peralatan
    1. Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh
    2. Cetakan briket
    3. Kompor
BAHAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
Serbuk gergaji
Tempurung kelapa
Sekam padi
Kotoran sapi
Lem kanji
PROSES PEMBUATAN
  1. Pengarangan
Serbuk gergaji , tempurung kelapa dan sekam padi  dibuat arang dengan pengarangan manual
       2. Pengayakan
Untuk menghasilkan arang serbuk gergajian , tempurung kelapa dan sekam padi  yang lembut dan halus dengan saringan lolos 50 mesh
       3.     Membuata Adonan
  • Campur arang dan kotoran ternak dan ditambah dengan lem kanji dengan ukuran sbb:
  • Arang limbah pertanian 90 %
  • Kotoran sapi 10 %
  • Lem kanji 2,5 %
  • Persentasi di dasarkan pada  total berat
4.     Pencetakan briket arang
Setelah barang-barang tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan kedalam cetakan briket dan dikempa.
5.     Pengeringan

ANALISIS KESEIMBANGAN ALAM ANTARA PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK KIMIA TERHADAP KERUSAKAN LAHAN  
SISTEM PERTANIAN ¹ SISTEM ALAMIAH
Panen tanaman
Teknologi Pengelolaan
  • Pemupukan / perabukan
  • Pengolahan tanah
  • Pengairan
  • Aplikasi agrokimia
  • Agroteknologi lainnya.
ORGANIC MATTER INPUTS
 1. Animal manures
2. Limbah domestik
3. Sampah yang dapat dikomposkan
4. Limbah pertanian/peternakan/perikanan
5. Limbah industri makanan dan minuman
6. Limbah agroindustri
7. Bahan organik lainnya
INTERAKSI  YANG  SPEKULATIF I
Pupuk mempengaruhi pertumbuhan gulma = tanaman
Pupuk dapat meningkatkan gangguan Hama / Penyakit
BO dpt mereduksi hangguan hama & penyakit
BO dapat merangsang populasi fungi pengendali NEMATODA
BO dapat menjerap pestisida
BO dpt menjadi makanan alternatif bagi marginal pests
INTERAKSI  YANG  SPEKULATIF II
1)     Kultivasi dapat meningkatkan atau menurunkan gangguan hama atau penyakit
2)     Kultivasi mengendalikan gangguan gulma
3)     Kultivasi mempengaruhi dosis pupuk yang diperlukan
4)     Kultivasi meningkatkan efektivitas pestisida
5)     Kultivasi membenamkan/mengubur BO ke dalam tanah
INTERAKSI  YANG  SPEKULATIF III
Herbisida mempengaruhi keparahan gangguan hama/penyakit
Pestisida mempengaruhi organisme tanah dekomposer
Insektisida mereduksi gangguan virus dan penyakit
Insektisida meningkatkan populasi gulma
Insektisida membunuh musuh alami
Fungisida membunuh fungi tanah pengendali insek dan nematoda
Fungisida mereduksi populasi dekomposer dan antagonist
Pestisida menekan populasi cacing tanah

NUTRIENT BALANCE IN THE SOIL:  INPUTS
RN = S (AP + AR – RM – L)
Keterangan:
RN : hara dalam tanah pada akhir periode  t
AP : hara dalam tanah pada awal periode  t
AR : hara yang ditambahkan ke tanah selama periode  t
RM: hara yang dipanen selama periode  t
L    : hara yg hilang selama periode t
t     :  periode waktu tertentu
THE NATIVE NUTRIENT POOL
  1. Senyawa Organik : C, N, P, S ,  ……
  2. Pengurangan cepat karena:
Mineralisasi dan serapan tanaman
Mineralisasi, denitrifikasi, penguapan
Mineralisasi dan pencician
Erosi dan run off
  1. Penambahan melalui:
a. Pemupukan
b. Residu tanaman: akar + non akar
c.  Fiksasi biologis
Pengaruh bahan organik tanah
Sifat  dan Ciri Tanah
Warna tanah: Coklat   – hitam
Merangsang Granulasi
Menurunkan plastisitas, kohesi
Meningkatkan kemampuan menahan air
Meningkatkan kapasitas jerapan kation
Meningkatkan ketersediaan hara
Ekstraksi hara dari mineral-mineral
PUPUK ORGANIK
“  PUPUK HIJAU :  C/N-RATIO
“  PUPUK KANDANG : BO,  N,  P,  K
“  KOMPOS:   DARI SAMPAH ORGANIK
“  PUPUK BUATAN / SINTESIS:
  • Kandungan logam berat
  • Kandungan senyawa organik
  • kandungan senyawa anorganik
DAMPAK RESIDU PESTISIDA PADA PRODUK PERTANIAN SEGAR
KEUNTUNGAN PESTISIDA
Dapat diaplikasikan secara mudah
Dapat diaplikasikan hampir disetiap tempat dan waktu
Hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat
Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam  waktu singkat
Mudah diperoleh, dapat dijumpai di kios-kios  pedesaan sampai  pasar swalayan di kota besar
KERUGIAN PESTISIDA
Keracunan dan kematian pada manusia
Keracunan dan kematian pada ternak dan hewan piaraan
Keracunan dan kematian pada satwa liar
Keracunan dan kematian pada ikan dan biota air lainnya
Keracunan dan kematian pada biota tanah
Keracunan dan kematian pada tanaman
Pencemaran lingkungan hidup
Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap konsumen, dan
Terhambatnya perdagangan hasil pertanian
RESIDU PESTISIDA
Residu Pestisida makin dapat perhatian serius baik bagi kepentingan nasional maupun internasional
Makin meningkatnya kesadaran konsumen tentang pengaruh negatif residu pestisida bagi kesehatan
Makin ketatnya persyaratan keamanan pangan (mutu produk)
Terjadinya hambatan perdagangan (ekspor)
SKB Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian yang mengatur BMR (batas Maksimum Residu)
PENYEBAB MENINGKATNYA BAHAYA DAN RESIKO PADA PRODUK BUAH DAN SAYURAN
  • Dikonsumsi sebagai produk segar (mentah tidak dimasak)
  • Perlakuan yang tidak hygienis terhadap kontaminan mikrobiologi
  • Meningkatnya perdagangan dunia
  • Penggunaan bahan kimia yang berlebihan
  • Informasi mengenai bahaya dan cara perlakuan untuk meminimalkan bahaya sangat sedikit
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan sangat kurang
BAHAYA KIMIA
1)     Pestisida
2)     Pupuk
3)     Zat pengatur tumbuh
4)     Lilin/waxes
5)     Detergen
6)     Bahan kimia yang digunakan untuk desinfeksi air
7)     Unsur-unsur logam berbahaya : Timbal(Pb), Cadmium, Zinc dll
8)     Bahan perekat, Dll
BAHAYA BAHAN KIMIA
“  Residu Pestisida mempunyai pengaruh yang sangat merugikan terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang.  Dapat menyebabkan kanker, cacat dan merusak sistem syaraf, endokrin, reproduktif dan sistem kekebalan
“  Efek logam berat :
  1. Al: Kerusakan urat syaraf dan otak
  2. Timbal (Pb) : Kerusakan sistem syaraf,   kemunduran mental, sistem pembentukan sel darah (anemia), ginjal dll
  3. Merkuri : Kerusakan sistem syaraf, depresi, kelelahan, lesu, sakit kepala, gangguan lambung dan usus
TANDA DAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA
A.    Pestisida Golongan Organoklor ( Dicofan 460 EC ; Keltane 250 EC )
Pestisida golongan organoklor bekerja mempengaruhi sistem syaraf pusat. Tanda dan gejala keracunan pestisida organoklor dapat berupa sakit kepala, rasa pusing, mual, muntah-muntah, mencret, badan lemah, gugup, gemetar, kejang-kejang dan kesadaran hilang.
B.    Pestisida Golongan Organofostat ( Basta 150 EC ; Eagle 480 AS )
Apabila masuk kedalam tubuh, baik melalui kulit, mulut dan saluran pernafasan maupun saluran pencernaan, pestisida golongan organofosfat akan berikatan dengan enzim dalam darah yang berfungsi mengatur bekerjanya saraf, yaitu kholonesterase. Apabila kholonesterase terikat, maka enzim tersebut tidak dapat melaksanakan tugasnya sehingga syaraf terus-menerus mengirimkan perintah kepada otot-otot tertentu. Dalam keadaan demikian otot-otot tersebut senantiasa bergerak tanpa dapat dikendalikan.
Disamping timbulnya gerakan-gerakan otot-otot tertentu, tanda dan gejala lain dari keracunan pestisida organofosfat adalah pupil atau celah iris mata menyempit sehingga penglihatan menjadi kabur, mata berair, mulut berbusa atau mengeluarkan banyak air liur, sakit kepala, rasa pusing, berkeringat banyak, detak jantung yang cepat, mual, muntah-muntah, kejang pada perut, mencret, sukar bernafas, otot-otot tidak dapat digerakkan atau lumpuh dan pingsan.
C.    Pestisida Golongan Karbamat ( Sevin 85 S ; Darmafur 3 G )
Cara kerja pestisida Karbamat sama dengan pestisida organofosfat, yaitu menghambat enzim kholonesterase. Tetapi pengaruh pestisida Karbamat terhadap kholonesterase hanya berlangsung singkat karena pestisida Karbamat cepat mengurai dalam tubuh.
 D.    Pestisida Golongan Senyawa / dipiridil ( Top Star 300 EW )
Senyawa dipirindi dapat membentuk ikatan dan merusak jaringan epithel dari kulit, kuku, saluran pernafasan dan saluran pencernaan, sedangkan larutan yang pekat dapat menyebabkan peradangan.
Tanda dan gejala keracunan senyawa dipirindil selalu terlambat diketahui atau disadari karena gejala baru timbul setelah beberapa lama, 24-72 jam setelah keracunan baru terlihat gejala yang ringan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare karena ada iritasi pada saluran pencernaan, 48-72 jam baru timbul gejala-gejala kerusakan ginjal seperti albunuria, proteinnura, haematuria dan peningkatan kretanin lever, 72 jam-24 hari, tanda-tanda kerusakan pada paru-paru.
E.    Pestisida Golongan Arsen ( Score 250 EC )
  • Keracunan pestisida Arsen pada umumnya melalui mulut walaupun bisa juga diserap melalui kulit dan saluran pencernaan.
  • Tanda dan gejala keracunan akut pestisida golongan Arsen adalah nyeri pada perut, muntah, dan diare, sedang keracunan sub akut akan timbul gejala seperti sakit kepala, pusing dan banyak keluar ludah.
F.    Pestisida Golongan Antikoagulan ( Klerat )
Pestisida golongan koagulan bekerja menghambat pembekuan darah dan merusak jaringan-jaringan pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan terjadinya pendarahan, terutama di bagian dalam tubuh.
Tanda dan gejala keracunan yang ditimbulkan oleh pestisida antikoagulan meliputi rasa nyeri pada punggung, lambung, dan usus, muntah-muntah, pendarahan pada hidung dan gusi, timbul bintik-bintik merah pada kulit, terdapat darah dalam air seni dan tinja, timbul lebam pada bagian sekitar lutut, sikut, dan pantat serta kerusakan ginjal.
KERACUNAN MERKURI
Ketika Merkuri masuk ke air, ia akan diubah oleh bakteri menjadi metil merkuri atau merkuri organik. Ikan, Kerang, atau binatang laut lainnya yang sudah terkontaminasi merkuri organik, dan dijadikan lauk pauk terus menerus membuat proses keracunan menjadi lebih cepat. Selain bisa pula masuk melalui makanan, minuman, pernapasan, dan pori-pori kulit.
Rusaknya sistem saraf motorik, menjadi ciri khusus pada penyakit karena keracunan merkuri ini. Selain dampak lain seperti sulit berjalan normal, sariawan berkepanjangan, kaki dan tangan kesemutan, sukar berbicara, terganggunya pendenganran, dan penglihatan, serta tubuh gemetar
HPLC (HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY)
Mengetahui kadar bahan aktif (mutu formulasi pestisida) yang beredar di lapangan
Mengetahui kadar residu pestisida dalam hasil pertanian, produk makanan dan minuman, peternakan perikanan, tanah dan air limbah
Mengetahui kadar senyawa kimia yang terkandung dalam bahan obat-obatan dan tanaman
Mengetahui kandungan senyawa-senyawa protein atau asam amino
Mengetahui kandungan senyawa gugus amina, alkohol, air dan benzena.
KARL FISHER TITRATOR
Digunakan untuk mengetahui kadar air, pestisida, hasil pertanian, oli, lemak CPO (Crude Palm Oil) dsb.
Pengukuran dapat dicetak melalui komputer, persentase kesempurnaan pengukuran dapat terbaca di display alat maupun pada layar monitor komputer dan satuan hasil analisis dapat di set dalam bentuk %, gram dan ml.
AAS (ATOMIC ABSORPTION SPEKTROFOTOMETRI)
Untuk menganalisis unsur-unsur mineral yang terdapat pada air, pupuk dan tanah.
Konsentrasi zat yang terkandung dapat diketahui secara singkat dalam satuan ppm (part per million), ppb (part per billion).
Pengoperasian melalui sarana komputer, hasil analisis dapat dilihat dalam layar monitor dan hasilnya dapat di cetak (print out).
GC (GAS CHROMATOGRAPHY)
Mengetahui kadar residu bahan aktif (mutu formulasi pestisida) yang beredar di lapangan.
Mengetahui kadar residu pestisida dalam hasil pertanian, peternakan, perikanan, tanah, air limbah, makanan, minuman, muntahan dan cairan lambung.
PANGAN
“Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.
Diversifikasi atau penganekaragaman pangan non beras adalah
“  Upaya peningkatan konsumsi aneka ragam pangan non beras dengan prinsip gizi seimbang
“  Gizi seimbang adalah: gizi mengandung cukup sumber karbohidrat, protein, lemak dan mencukupi kebutuhan kalori sesuai standar kebutuhan hidup sehat sebesar 2200 kkal/kap/hari.
Masalah pangan adalah
“Keadaan kelebihan, kekurangan, dan atau ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Permasalahan pangan di indonesia
  1. Konsumsi beras di indonesia masih di atas 100 kg per kapita per tahun (hermanto, 2008)
  2. Idealnya, 60 kg per kapita per tahun, (jepang)
  3. Ketergantungan masyarakat indonesia akan beras sangat tinggi.
  4. Harga beras > rp. 4.800, masyarakat kelompok miskin, beli beras aking/karak. Masy. Kelompok kurang mampu makan nasi aking, seperti tahun-tahun 60 – 70 an
AKAR MASALAH: KEMISKINAN
SARAN KLASIK PEJABAT/SCIENTIST
Mengembangkan pertumbuhan industri makanan berbasis sda lokal di luar beras, seperti mengolah umbi-umbian menjadi tepung sebagai substitusi beras dan terigu
Memperbaiki konsumsi protein hewan
Buah-buahan dan sayuran
Sasaran/target: mencegah gizi buruk pada masyarakat. Berhasil kah? Non-sense untuk kelompok masy. Miskin: busung lapar dsb
Tetap terjadi.
Tantangan diversifikasi pangan
Kebijakan pengembangan pangan yang terfokus pada beras
Upaya penggalian  dan pemanfaatan sumber sumber pangan karbohidrat lokal masih kurang
Pola konsumsi pangan masyarakat masih belum beragam
Kemampuan memproduksi pangan lokal masih rendah, terutama musim paceklik
Penerapan teknologi produksi dan teknologi pengolahan pangan lokal di masyarakat tidak mampu mengimbangi pangan olahan asal impor yang membanjiri pasar.
Analisis swot pelaksanaan diversifikasi pangan pokok/non beras
ASPEK DIVERSIFIKASI PANGAN NON BERAS
  • Hulu:
Jenis komoditi pangan non beras
Penyiapan benih
Sop budi daya: pupuk, obat dsb
Sop pasca panen :
Aspek teknologi yang relevan:
Tek. Pengolahan setengah jadi (tepung)
Formulasi, proses
Scale up, pabrikasi, industri pangan
Aspek diversifikasi pangan non beras
  • Aspek kebutuhan pasar :
Bahan segar
Bahan siap masak
Bahan siap santap
  •  Aspek produk yang sesuai :
Pangan non beras
Tepung
Aneka produk turunan
Aspek diversifikasi pangan non beras
  • Hilir:
Rekayasa proses pengolahan produk
Rekayasa sosial: Sosialisasi program implementasi perubahan pola makan (changing eating habit)           
INDUSTRI MAKANAN SUSU SEGAR
“produk murni dari kelenjar susu yang diperoleh dengan proses pemurnian
Komposisi susu segar :
  • Air   87%
  • Lemak   3,9%
  • Lactose   4,9%
  • Protein   3,5 %
  • Abu   0,7%
Sifat-sifat susu
“  Susu tersusun oleh koloidal yang kompleks, mengandung garam-garam dan gula dalam bentuk larutan.
“  Berat jenis susu ± 1,027-1,035 g/cm3, dipengaruhi komponen penyusunnya.
“  Berat jenis komponen susu :
•  Lemak    0,93 g/cm3
•  Laktosa   1,666 g/cm3
•  Protein   1,346 g/cm3
•  Casein   1,310 g/cm3
•  Garam   4,12 g/cm3
Sifat fisik susu :
Rasa sedikit manis
Aroma khas
Warna antara putih, kekuning-kuningan
Titik beku –0,50C
Titik didih 100- 1700C
Mikroorganisme dalam industri susu :
Ø      Menimbulkan kerusakan rasa
Ø      Kerusakan bau
Ø      Kerusakan penampakan susu
Contoh-contoh mikroorganisme yang terdapat dalam industri susu :
  1. Bakteri
  2. Yeast
  3. Mold
Pengaruh mikroorganisme:
Souring. Perubahan laktosa menjadi asam laktat hasil aktivitas enzym yang dihasilkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat.
Souring dan Gassines. Terbentuknya gas, asam laktat dan asam-asam lain yang menggumpalkan susu serta senyawa-senyawa lain yang menimbulkan bau yang tidak diidnginkan.
Proteolisis. Pemecahan casein oleh mikroorganisme yang mengakibatkan bau yang tidak diinginkan
Ropynes. Pelekatan zat seperti gum, bentuk menyerupai benang panjang. Penyebab : bakteri Alcaligenes vicosus
Pigmentasi. Terbentuknya warna seperti biru, merah, kuning dan hijau
Proses pembuatan susu segar → susu bubuk 
  • Bahan baku : susu segar
  • Pengolahan susu segar untuk mengeliminasi mikroorganisme :
- Pendinginan,suhu < 40C
- Pasteurisasi, suhu 62,80C, waktu 30 menit
- Sterilisasi, suhu 1340C, waktu 4 detik
Jenis susu bubuk :
  1. Dry whole milk (full cream milk powder)
  2. Dry skim milk ( non fat dry milk solid)
  3. Dry butter milk
Sifat-sifat susu bubuk:
Sangat higroskopik
Berbentuk serpihan bergerigi bila dikeringkan dengan roll drier
Berbentuk gumpalan tak teratur, berisi rongga-rongga udara yang kecil bila dikeringkan dengan spray drier
Lebih muudah larut, partikel berukuran ± 150 mikron
Terapung di air bila ukuran partikel sangat kecil
Persyaratan susu bubuk :
Daya larut baik
Tidak terdapat bau asing
Kerusakan susu bubuk :
  1. Kerusakan lemak
             *  hydrolytic rancidity
             *  oxidized flavor
  1. Kerusakan senyawa bukan lemak
* Protein
* Karamelisasi laktosa
Proses pembuatan susu bubuk
  1. Susu segar → uji mutu dan perlakuan di lab
  2. Klarifikasi
  3. Pemanasan
  4. Evaporasi
  5. Pencampuran bahan baku
  6. Homogenisasi
  7. Pengeringan
  8. Pencampuran bhn tambahan
  9. Pengemasan
Peralatan dalam pembuatan susu :
  • Evaporator , untuk memekatkan atau menaikkan konsentrasi zat padat
  • Alat penukar panas, untuk pasteurizer dan cooler
  • Homogenizer, untuk memperkecil ukuran globula lemak
  • Milk drier, untuk mengurangi sebagian besar kandungan moisture dalam susu
Produk cair
“Proses cair → proses UHT (pemanasan bahan pada suhu tinggi), dengan tujuan:
  1. Membunuh mikroba yang merusak susu segar dan membahayakan kesehatan
  2. Membunuh mikroba yang tahan terhadap suhu tinggi
  3. Membuat susu segar tahan lama
Proses pembuatan produk cair :
  1. Susu segar yang memenuhi syarat
  2. Disaring
  3. Didinginkan, T = 3-60C
  4. Dicampur dengan bahan tambahan
  5. Pasteurisasi
  6. Homogenizer
  7. Pasteurisasi, T = 70-800C
  8. Sterilisasi, T = 135-1500C, 4 detik
  9. Pengemasan
Kerugian proses UHT:
  1. Kerusakan warna
  2. Berubahnya rasa, warna dan aroma
  3. Penurunan kualitas
Uji laboratorium                      sifat fisik Vs  sifat kimia
  1. Bahan mentah (susu segar, susu bubuk skim, gula, beras, minyak nabati, garam mineral, vitamin, air proses)
  2. Bahan setengah jadi
  3. Bahan jadi
  4. Bahan pengemas
Uji laboratorium susu segar :
  1. Pemeriksaan angka bakteri
  2. Pemeriksaan angka spora
  3. Reductase test
  4. Boiling test
  5. Test adanya bahan pengawet
  6. Penentuan fat
  7. Penentuan berat jenis
  8. Pemeriksaan pH
  9. Pemeriksaan total solid
  10. Pemeriksaan organoleptik

0 komentar:

Posting Komentar