Rabu, 24 Juli 2013

MINTA TOLONGLAH DENGAN SABAR DAN SHALAT

Allah SWT sebagai Sang Kholik, Maha Adil, dan Maha Menolong terhadap hambaNya yang selalu memohon kepadaNya. Baik itu dalam keadaan duka maupun bahagia. Karena Dialah satu satunya sang pemberi pertolongan. Sebagai makluk dan ciptaanNya tentunya kita selalu melakukan hal-hal yang kadang kalah merasa susah dan berat, yang pada dasarnya semua itu tidak melebih dari kemampuan kita sendiri, sebagaimana firmannya:

“Allah tidak akan membebani seseorang melaikan sesuai dengan kesanggupannya …” (Al-Baqoroh: 286)
Kembali pada pertongan Allah melalui media sabar dan shalat, dimana menjadi dua kata dan amal yang selalu kita kerjakan bersama dalam kehidupan sehari hari baik itu berhubungan secara horizontal dan vertikal. Dalam hal ini al-Qur’an surat al-Baqorah menyatakan:
“Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan kepada Allah  dengan sabar dan shalat, sesunguhnya Allah berserta dengan orang-orang yang sabar” (Al-Baqoroh: 153)
Dengan demikian jelaslah bahwa Allah mewajibkan kita untuk selalu berbuat sabar dan melaksanakan shalat dengan sebenar-benarnya. Hal ini yang akan menjadi pelantara bagi kita untuk mendapatkan pertolongan Allah, baik secara langsung maupun tidak, di dunia maupun di akhirat kelak.
Sabar
Secara gampang kita mengartikan sabar dengan menerima dengan tulus hati. Ketulusan hari dalam berbuat dan menerima sesuatu yang selalu dilakukan oleh kita diberbagai aspek kehidupan. Dalam beberapa buku ada tiga lingkup kesabaran yang harus kita perhatikan, yaitu:
  • Sabar dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT
  • Sabar dalam menerima ujian dan mushibah
  • Sabar dalam menjauhi ma’ashi kepada Allah SWT
Adapun esensi dari tiga lingkup kesabaran diatas adalah bagaimana kita sebagai makhluk dan ciptaannya untuk selalu menempatkan setiap sesuatu yang kita alami dan lakukan dengan penuh kesabaran. Dan secara otomatis pertolongan Allah pun akan selalu bersama kita.
Shalat
Shalat merupakan ritual fisik dan kata yang mengkomunikasikan kita dengan Sang Kholik sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. Dimana dengan adanya shalat akan memberikan nilai tersendiri bagi yang melaksanakannya baik secara medis maupun secara spiritual dll.
  • Assholatu ‘Imaduddin
Shalat adalah tiang agama. Shalat sebagai penegak agama Allah di muka bumi ini, ketika rusak shalatnya maka hancurlah agamanya. Tetapi yang perlu diperhatikan makna dari kalimat tersebut adalah siapa yang tidak melakukan shalat, maka akan hancur hatinya bukan burarti agama Allah yang hancur melainkan hati orang yang meninggalkannya. Agama Allah akan selalu tegak ila yaumil qiyamah.
  • Innassholata tanha ‘anil fahsy’i wal mungkar
Shalat yang kita lakukan akan mencerminkan kehidupan kita sehari-hari baik mengenai hubungan kita dengan Allah SWT maupun dengan maklukNya. Seorang yang rajin shalat belum tentu mencerminkan esensi dari shalat itu sendiri, mengapa? karena dalam shalat terdapat aturan-aturan tersendiri. Maka, jelaslah orang yang rajin shalat tetapi kelakuannya selaku menuju kemungkaran dapat dipastikan shalat orang tersebut hanya sebatas meleburkan kewajiban saja, tetapi esensi dan penghayatan dari shalatnya tidak ada.
Dalam surat al-Baqoroh ayat 45 Allah berfirman:
“Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sunguh yang demikian itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’
Dari ayat diatas dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwasanya orang yang dapat melaksanakan sabar dan shalat hanyalah orang-orang yang khusu’. Yaitu orang yang benar-benar menghayati dan memaknai hakekat dari sabar dan shalat itu sendiri. Bukan melaksanakan hanya karena sebatas keterpaksaan dan riya’ semata. Tetapi memang karena ketulusan hatinya untuk mengharap ridla Allah SWT. Dengan demikian, maka nasrullah atau pertolongan Allah akan selalu besama kita.
Untuk itu agar pertolongan Allah selalu bersama kita dan hidup kita merasa tenang, tentram dan aman, maka berusahalah untuk mencapai keikhlasan dalam berbuat sesuatu dan kekhusu’an dalam menjalankan shalat serta keridla’an dalam melaksanakan amal ma’ruf nahi mungkar. (rfl)

2 komentar:

  1. Tulisan nya semua menarik, namun ada beberapa kata asing yang tidak secara umum dikenal yang tidak dijelaskan di sini. Mungkin akan lebih menarik apabila beberapa istilah asing ini dijelaskan karena bisa menambah perbendaharaan kata bagi si pembaca.

    BalasHapus
  2. Artikel tentang minta tolong di atas sangat bagus. Tambahan bagi pembaca berikut Orang Yang Mustajab Do'a.

    BalasHapus