Rabu, 24 Juli 2013

Lady Gaga: Antara Seni, Moralitas, dan Komunisme

Fenomena yang mengguncang Negara kebanggaan kita Indonesia terus bertubi-tubi setelah jatuhnya pesawat Sukhoi C100 di Gunung Salak Bogor, para pemimpin umat diuji dengan rencana digelarnya konser music Internasional pada tanggal 2 Juni bulan depan, yaitu penyanyi asal Amerika Lady Gaga yang akan tampil di tengah-tengah masyarakat muslim, setelah sempat touring diberbagai Negara tetangga. Rencana digelarnya konser tersebut banyak mengandung kontroversi baik secara Seni, Moralitas dan Kapitalisme.

Sejenak kita merenung dengan kondisi budaya bangsa yang melekat sejak kemerdekaan pada tahun 1945 dimana bangsa Indonesia sudah memiliki cirri dan identitas bangsa itu sendiri, berbagai budaya dan kesenian menyelimuti hiruk pikuk peradaban bangsa Indonesia mulai dari Sabang sampai Papua. Keberadaan seni dan budaya tidak bias lepas dari aktivitas dan perkembangan bangsa Indonesia kedepannya, hal ini yang membuat bangsa unik dengan berbagai kreatifitas khususnya dalam dunia seni dan budaya. Terbukti bahwa dalam panca Internasional Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki kesenian dan budaya beragam dan terbanyak di Dunia.
Dikorelasikan dengan datangnya Lady Gaga ke Indonesia yang gagal, diantara beberapa para pengamat dan penikmat Lady Gaga sebagai seni, saya rasa merupakan ucapan yang kurang tepat, mengapa? Kita harus perlu tahu dimanakah seni yang terletak pada diri Lady Gaga, apakah pada pakaiannya yang serba tranparan dan fullgar itu?, ataukah dari goyangan erotisnya? Bahkan dari perangsang sexnya yang begitu mengairahkan?. Itukah yang namanya seni?. Coba kita renungkan kembali makna dari seni itu sendiri sebagai sesuatu yang indah. Namun, yang perlu dipahami keindahan bagi Masyarakat Indonesia khususnya merupakan sesuatu yang indah tetapi tidak melanggar hokum dan merugikan masyarakat luas. Bebeda halnya ketika seorang muslim mengartikan seni, yaitu sesuatu yang indah tetapi dalam batasan syari’ah Islam dan membawa kemaslahatan baik bagi individu, kelompok dll. Sehingga tidak salah ketika kedatangan Lady Gaga yang menggiurkan banyak orang akan merusak kesenian dan kebudayaan bangsa kita Indonesia.

Berapa tahun bangsa berbenah diri dan berjuang menuju peradaban, namun pada akhirnya sedikit demi sedikit dirongrong, dihiasin dan bahkan didoktrin dengan dunia-dunia barat yang bertentangan dengan seni dan budaya Bangsa Indonesia. Sebenarnya bangsa Indonesia tidak sadar kalo kedatangan mereka merupakan sebuah merang melawan berbagai pihak di Indonesia untuk konser dengan misi anak-anak bangsa akan mampu mengambil “hikmah”, dalam artian masyarakat Indonesia mengikuti sebagaimana apa yang Lady pragakan. Ironi sekali detika seni diletakkan di atas kepentingan sex dan zina.

Disisi lain, dalam jangka panajang akan berpengaruh keras terhadap moralitas anak bangsa yang dijajah dengan berbagai media dan kreatifitas yang mereka lakukan. Tidak salah kalau al-qur’an mengatakan: “setan itu menggangu dari kiri dan kanan, dari arah atas, samping dan belakang. Begitupun dengan orang barat mereka mempergunakan berbagai media supaya moraritas bangsa ke depan akan semakin rapuh dan sirnah (naudzubillahi mindzalik). Terbukti sebelum adanya Lady Gaga masyarakata tanah air dijajah melalui berbagai sinetron dan aktivitas telivisi yang mengubah didik demi sedikit karkter dan moral anak didik serta generasi masa depan.  Kalau dianalogikan seperti ini: buat apa seorang guru memberikan contoh dan moral yang baik pada anak didiknya secara continuities, namun pada akhirnya mereka dicekokin dengan hal-hal yang tidak baik oleh pasilitator yang tidak bertanggungjawab dengan nilai-nilai dan etika moral bangsa.
Moralitas merupakan sebuah acuan yang mendasar pada identitas suatu bangsa, tak terlepas dari hal tersebut keberadaan Lady Gaga bukannya membawa kemaslahatan dan perkembangan dunia seni , tetapi justru akan menurukan moral anak bangsa, hal tersebut dapat tercermin dan terasakan dari pakaian yang dipakai, aktivitas di yang dilakukan dll.
Terlepas dari hal diatas kedatangan Lady Gaga (menurutku) merupakan salah satu misionaris orang-orang kapitalis yang ingin menguasai dan merusak paham dunia Islam yang ada di Indonesia dengan berbagai tampilan yang persembahkan. Konon Lady Gaga merupakan kelompok Zionisme yang merupakan musuh besar Islam yang harus kita hadapi secara bersama-sama dan serentak. Namun bangsa Indonesia tidak sadar dengan misi tersebut karena mamang tersembunyi dan adanya jaringan yang ada di dalam negeri. Berbagai cara mereka lakukan bagaimana supa misi tersebut tercapai. Memang ironi ketika bangsa yang besar dengan berbagai kekuatan dan peradaban berrupa kebudayaan dan kesenian yang beraneka ragam, toleransi beragama yang kuat, moralitas yang mumpuni, dan masyarakat muslim mayoritas.
Melihat dari berbagai beberapa keunggulan bangsa, diluar logika manusia beberapa hal tersebut diatas dibangun pleh para pendahulu dengan penuh perjuangan dan jerih payah, ternyata dalam perkembangannya terus dirongrong oleh dunia barat sehingga bebagai lapisan tak mampu untuk mengendalikan dan menhadangnya, bahkan pemerintahpun mereka bertepuk lutut dengan kondisi yang seperti ini. Sangat disayangkan kalau kondisi ini terus kita berlangsung dan menjadi benalu dalam peradaban bangsa Indonesia kedepannnya.
Benang merah yang dapat kita tarik dari ulasan diatas adalah Lady Gaga tidak sepantasnya tampil di Indonesia karena beberapa alasan:
  1. Akan mendoktrin seni dan budaya Indonesia menjadi lebih fulgar dan erotis
  2. Pembenihan nilai-nilai kapitalisme dan zionisme
  3. Secara religi mampu menodai moralitas dan syahwat anak bangsa serta menimbulkan fitnah untuk masyarakat Islam.
  4. Merusak perkembangan ekonomi Indonesia yang mulai bangkit dari kemiskinan, hal ini terbukti yang menikmati Lady Gaga bukan hanya orang kelas menengah keatas melainkan juga kelas menengah kebawah yang mereka memiliki keungan minim.

0 komentar:

Posting Komentar