Rabu, 24 Juli 2013

JASA ATESTASI DAN KOMPILASI

PENDAHULUAN
  1. a. Latar Belakang
Saat ini laporan keuangan perusahaan tidak hanya penting bagi perusahaan namun juga bagi pihak eksternal yang memiliki hak untuk tahu perkembangan dari peusahaan. Oleh karena itu  laporan keuangan perusahaaan harus dapat dipercaya dan diandalkan.
Salah satu jalan yang biasanya ditempuh oleh perusahaan dengan menggunankan jasa dari pihak eksternal untuk melakukan tugas itu dan pihak managemen hanya menyiapkan dan melakukan review kembali atas jasa pihak ekstenal. Pihak managemen bisa meminta pihak eksternal secara resmi seperti KAP yang ditunjuk untuk melakukan beberapa kegiatan sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Selain jasa audit pihak KAP juga bisa bisa memberikan jasa atestasi dan kompilasi bagi pihak managemen, hal itu dilakukan untuk memastikan prospek perusahaan dimasa datang, agar tidak terjadi kesalahan dalam rencanadan prediksi prusahaan.
  1. A.    Rumusan Masalah
  2. Apakah pengertian dari Jasa Atestasi dan Kompilasi ?
  3. Standar apa saja yang digunakan dalam penugasan Jasa Atestasi dan kompilasi ?
  4. Jenis penugasan atestasi apa saja yang bisa diberikan oleh pihak KAP ?
  5. Prosedur apa yang harus dilaksanakan saat memberikan jasa atestasi dan kompilasi ?
  6. Bagaimana bentuk baku laporan atestasi dan kompilasi ?
    1. B.     Tujuan
    2. Mampu menjelaskan tentang jasa atestasi dan kompilasi yang diberikan oleh auditor.
    3. Mampu memahami standar yang dibutuhkan dalam memberikan jasa atestasi dan kompilasi.
    4. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan jenis jasa atestasi.
    5. Memahami prosedur  yang harus dilakukan dalam memberikan jasa atestasi dan kompilasi.
    6. Mampu membuat bentuk baku laporan atestasi dan kompilasi.
PEMBAHASAN
  1. a.      Pengertian Jasa Atestasi dan Kompilasi
Jasa Atestasi merupakan suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan, yakni beberapa bentuk jasa atestasi adalah  audit keuangan historis, pemeriksaan atau examination, review dengan cara wawancara, dan prosedur yang disepakati bersama. Sebagai contoh asersi dalam laporan keuangan historis adalah adanya pernyataan manajemen bahwa laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (PABU).
Menurut Haryono dalam buku Auditing, penugasan atestasi adalah penugasan yang di dalamnya praktisi (akuntan publik) dikontrak untuk menerbitkan komunikasi tertulis yang menyatakan kesimpulan tentang keandalan asersi-asersi.
Dalam melaksanakan tugas atestasi seorang akuntan publik harus melakukan hal-hal berikut;
  1. Mengumpulkan bukti yang mendukung asersi
  2. Menilai secara obyektif pengukuran yang membuat asersi
  3. Melaporkan temuan-temuannya
Sifat penugasan jasa atestasi, yaitu:
  1. Analitis
Dalam hal ini diharapkan auditor memiliki kemampuan dalam menganalisis dan mengihitung rasio-rasio untuk mengetahui dan membandingkan dengan laporan tahun lalu sehingga dapat diambil tindakan pencegahan dan pembuatan rencana berikutnya.
  1. Kritis
Auditor harus memperhatikan segala kemungkinan yang mungkin terjadi, serta harus teliti dan peka terhadap penemuan-penemuan dalam perusahaan.
  1. Investigatif
Auditor memiliki kewajiban untuk menemukan segala bentuk kecurangan yang ada dalam perusahaan sehingga auditor punya halk untuk melontarkan pertanyaan pada pihak managemen.
  1. b.      Standar Atestasi
Dalam penugasan atestasi auditor harus menemui 11 standar atestasi yang dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
  1. 1.      Standar Umum
a)      Penugasan harus dilaksankan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki kelebihan dan pelatihan teknik cukup dalam fungsi atestasi.
b)      Penugasan harus dilaksankan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki pengetahuan cukup dalam bidang yang bersangkutan dengan asersi
c)      Praktisi harus melaksanakan hanya jika ia mempunyai alasan untuk meyakinkan dirinya bahwa 2 kondisi berikut ada;
1)      Asersi dapat dinilai dengan kriteria rasional, baik yang ditetapkan oleh badan yang  diakui atau yang dinyatakan dalam penyajian asersi tersebut dengan cara cukup jelas dan komperenship bagi pembaca yang diketahui mampu memahaminya;
2)      Asersi tersebut dapat diestimasi atau diukur secara konsisten dan rasional dengan menggunakan kriteria tersebut.
d)     Dalam semua hal yang bersangkutan dengan penugasan sikap mental harus diperhatikan oleh praktisi
e)      Dalam pelaksanaan penugasan praktisi wajib menggunakan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama.
  1. 2.      Standar pekerjaan lapangan
a)      pekerjaan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
b)      bukti yang cukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional bagi kesimpulan yang dinyatakan dalam laporan.

  1. 3.      Standar Pelaporan
a)      laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan  menyatakan sifat penugasan atestasi yang bersangkutan.
b)      laporan harus menyatakan kesimpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai dengan standart yang telah ditetapkan atau kriteria yang dinyatakan yang dipakai sebagai alat pengukur.
c)      laporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signifikan tentang penugasan dan penyajian asersi
d)     laporan suatu penugasan untuk mengevaluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan kriteria yang disepakati bersama atau berdasarkan suatu penugasan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati bersama harus berisi suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut.
Dalam melaksanakan jasa atestasi ada empat tipe penugasan yaitu:
  1. 1.      Proyeksi dan perkiraan  keuangan
a)      Jenis-jenis informasi keuangan yang prospektif
2 jenis informasi keuangan yang prospektif (SAT 200.06) yaitu :
1)      Prakiraan keuangan yaitu laporan keuangan prospektif yang menyajikan, sepanjang pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggung jawab, posisi keuangan, hasil usaha, dan aliran kas.
2)      Proyeksi keuangan yaitu laporan keuangan prospektif yang menyajikan sepanjang pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertaanggung jawab, atas dasar satu atau lebih asumsi hipotesis posisi keuangan, hasil usaha dan aliran kas.
3 tipe jasa yang berkaitan dengan laporan keuangan prospektif :
a)      Kompilasi atau penyusunan
b)      Pemeriksaan
c)      Penerapan prosedur yang disepakat bersama
b)      Pemeriksaan laporan keuangan prospektif
Hal yang berhubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan yang prospektif diharuskan :
1)      Menilai penyusunan laporan keuangan prospektif
2)      Menilai hal-hal yang mendasari asumsi
3)      Menilai penyajian laporan keuangan  prospektif mengenai kesesuaian dengan pedoman penyajian laporan keuangan prospektif.
4)      Menerbitkan laporan  pemeriksaan
c)      Laporan bentuk baku atas laporan keuangan prospektif
Hal-hal yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :
1)      Identifikasi laporan keuangan prospektif yang disajikan.
2)      Pernyataan bahwa laporan keuangan prospektif dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan uraian singkat tentang sifat pemeriksaan yang dilakukan.
3)      Pendapat akuntan bahwa laporan keuangan prospektif disajikan sesuai dengan pedoman penyajian laporan keuangan prospektif yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan bahwa asumsi yang mendasarinya memberikan dasar yang rasional untuk melakukan prakiraaan atau proyeksi dengan asumsi hipotesis tertentu.
4)      Catatan bahwa hasil propektif mungkin tidak dapat dicapai.
5)      Pernyataan bahwa akuntan tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan laporan dengan adanya peristiwa dan keadaaan yang terjadi setelah tanggal neraca.
d)      Penyimpangan dari laporan bentuk baku
Umumnya terjadi saat akuntan memiliki pendapat lain terhadap laporan keuangan prospektif diantaranya sebagai berikut :
1)      Jika menurut pendapat akuntan, laporan keuangan prospektif menyimpang dari pedoman penyajian laporan keuangan prospektif yang ditetapkan IAI, ia harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar. Namun jika penyajian yang menyimpang dari pedoman penyajian karena kegagalan dalam mengungkapan asumsi signifikan akuntan harus memberikan pendapat tidak wajar.
2)      Jika akuntan berpendapat bahwa satu atau lebih signifikan tidak memberikan dasar rasional untuk melakukan prakiraan atau proyeksi dengan asumsi hipotesis tertentu ia harus memberikan pendapat tidak wajar.
3)      Jika pemeriksaaan akuntan dipengaruhi oleh komdisi yang menghalangi penerapan satu atau lebih prosedur yang dipandang perlu, ia harus menyatakan tidak memberikan pendapat dan menjelaskan batasan lingkup tersebut dalam laporannya.
e)      Penerapan prosedur-prosedur yang disepakati bersama
Ketentuan akuntan dapat melakukan  jasa  atestasi  atas laporan  keuangan prospektif adalah :
1)      Akuntan adalah independen.
2)      Akuntan dan pemakai yang disebutkan sepakat dengan prosedur-prosedur yang dilakukan atau akan dilaksanakan  oleh akuntan.
3)      Para pemakai yang disebutkan bertanggung jawab atas kecukupan prosedur yang disepakai sesuai dengan tujuan mereka.
4)      Laporan keuangan prospektif meliputi suatu daftar asumsi-asumsi signifikan.
5)      Laporan keuangan prospektif yang terhadapnya diterapkan prosedur-prosedur yang telah disepakati bisa menghasilkan estimasi atau pengukuhan yang konsisten.
6)      Kriteria yang digunakan dalam penentuan temuan telah disepakati akuntan dan pemakai yang disebutkan.
7)      Prosedur-prosedur yang diterapkan pada laporan keuangan prospektif diharapkan akan menghasilkan temuan yang konsisten dengan menggunakan kriteria tersebut.
8)      Bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan prospektif yang terhadapnya diterapkan prosedur-prosedur yang disepakati bersama dihararapkan akan ada untuk memberikan dasar yang layak untuk menyatakan temuan dalam laporan akuntan.
9)      Penggunaan laporan dibatasi hanya pada pemakai-pemakai tertentu yang disebutkan di dalamnya.
  1. 2.      Pelaporan tentang pengendalian suatu usaha
Aspek pengendalian intern atas pelaporan keuangan perusahaan meliputi      (SAT 500) :
  1. Efektivitas rancangan dan pelaksanaan pengendalian intern suatu perusahaan.
  2. Efektivitas rancangan dan pelaksanaan suatu segmen dari pengendalian intern suatu perusahaan.
  3. Hanya kecocokan rancangan pengendalian intern suatu perusahaan.
  4. Efektivitas rancangan dan pelaksanaan pengendalian intern suatu perusahaan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh badan pengatur.
  5. a.      Kondisi untuk melaksanakan penugasan
1)      Menerima tanggung jawab tentang efektivitas pengendalian intern satuan usaha.
2)      Menilai efektivitas pengendalian intern yang efektif yang dibentuk oleh badan yang diakui.
3)      Terdapat bukti audit yang cukup atau dapat dikembnagkan  untuk mendukung evaluasi manajemen.
4)      Menyajikan asersi tertulisnya tentang efektifitas struktur pengendalian intern satuan usaha berdasarkan kriteria pengendalian yang diacu dalam laporannya.
  1. b.      Perencanaan dan pelaksanaan penugasan
Aspek pengendalian intern atas pelaporan keuangan perusahaan meliputi   (SAT 500) :
1)      Efektivitas rancangan dan pelaksanaan pengendalian intern suatu perusahaan.
2)      Efektivitas rancangan dan pelaksanaan suatu segmen dari pengendalian intern suatu perusahaan.
3)      Hanya kecocokan rancangan pengendalian intern suatu perusahaan.
4)      Efektivitas rancangan dan pelaksanaan pengendalian intern suatu perusahaan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh badan pengatur.
  1. c.       Standar pelaporan
1)      Jika asesrsi manajemen disajikan dalam laporan terpisah yang menyertai laporan praktisi, laporan praktisi dipandang atas untuk distribusi secara umum dan praktisi harus menggunakan bentuk laporan yang dijelaskan pada paragraf SAT 50 dan 51
2)      Jika manajemen menyajikan asersinya hanya dalam surat representasi kepada praktisi, praktisi harus membatasi distribusi laporannnya kepada manajemen, pihak lain dalam satuan usaha, dan jika berlaku pada badan pengatur tertentu, dan praktisi harus menggunkan bentuk laporan sebagai mana yang dijelaskan dalam paragraf SAT 52-54.
  1. 3.      Atestasi kepatuhan
a)      Penugasan prosedur yang disepakati
Adapun pedoman bagi akuntan publik dalam melaksanakan atestasi kepatuhan tentang;
1)      Kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu.
2)      Efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan.
3)      Persyaratan tersebut digabung menjadi satu.
Penggunaan kedua syarat dapat dilakukan apabila kondisi berikut terpenuhi:
  1. Manajemen menerima tanggung jawab atas kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu dan efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan.
  2. Manajemen mengevaluasi kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu atau efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan.
  3. Manajemen memberikan kepada praktisi asersi tertulisnya tentang kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern satuan usaha terhadap kepatuhan.
Dalam hal ini, laporan akuntan independent harus berisi elemen-elemen, diantarannya (SAT 506.21);
  • Judul yang berisi independent
  • Identifikasi pemakai tertentu
  • Suatu pengacuan ke asersi  manajemen tentang kepatuhan usaha dengan persyaratan tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern satuan usaha terhadap kepatuhan, termasuk periode atau titik waktu yang dicakup oleh asersi manajemen, dan penugasan.
  • Suatu pernyataan  bahwa prosedur, yang telah disepakati oleh pemakai tertentu yang disebutkan dalam laporan, yang telah dilaksanakan untuk membantu pamakai dalam mengevaluasi asersi manajemen tentang kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu atau tentang efektifitas pengendalian satuan usaha terhadap kepatuhan.
  • Pengacuan ke standar  yang ditetaptakan oleh IAI.
  • Daftar prosedur yang telah dilaksanakan dan temuan yang bersangkutan.
SAT 500 tidak berlaku apabila laporan keuangan auditor tentang kepatuhan terhadap persyaratan, semata-mata didasarkan pada suatu audit atas laporan keuangan keuangan sebagaimana telah dibahas diatas (dibawa judul :laporan khusus)
  1. Pembahasan dan analisis manajemen
Dalam SAT 700 dijelaskan bahwa analisis  dan pembahasan oleh pihak manajemen merupakan standar atestasi dan memberi kan panduan bagi praktisi tentang pelaksanaan suatu penugasan atestasi yang berkaitan dengan analisis dan pembahasan oleh manajemen (APM) yang dibuat sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan kepada pemegang saham dan dalam dokumen lain.
Laporan review yang dilakukan akuntan independen harus berisi elemen-elemen berikut diantaranya;
a)      Suatu judul yang berisi kata independen.
b)      Suatu identifikasi penyajian APM, termasuk periode yang dicakup.
c)      Suatu pernyataan bahwa manjemen bertanggungjawab untuk penyusunan  APM sesuai dengan peraturan BAPEPAM.
d)     Suatu pengacuan ke laporan auditor atas laporan keuangan yang bersangkutan, dan atas alasan yang mendasari jika laporan tersebut bukan merupakan laporan baku.
e)      Suatu pernyataan bahwa review dilaksnakan berdasarkan standar atestasi yang dikeluarkan oleh IAI.
f)       Suatu penjelasan prosedur untuk mereview APM.
g)      Suatu pernyataan bahwa suatu revuew atas APM lingkupnya jauh dibawa pemeriksaan, yang tujuannnya untuk menyatakan pendapat tentang penyajian APM dan oleh karenanya, pendapat semacam itu tidak diberikan.
h)      Tanda tangan, nama, nomor ijin praktisi, dan nomor ijin usaha kantor publik
i)        Tanggal laporan review.

  1. C.    Pengertian Kompilasi
Kompilasi merupakan suatu bentuk penyajian dalam bentuk laporan keuangan berdasarkan dokumen transaksi dan dokumen lain yang terkait dengan keuangan perusahaan sehingga menjadi laporan keuangan yang utuh dan lengkap sesuai standar akuntansi keuangan yang berterima umum untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan apapun terhadap laporan keuangan.
Adapun tujuan penugasan untuk menyajikan dalam bentuk laporan keuangan informasi yang disajikan manajemen tanpa usaha untuk membrikan suatu pernyataan jaminan (keyakinan) apa pun terhadap laporan tersebut.
Sedangkan prosedur yang harus dilakukan dalam jasa kompilasi adalah sebagai berikut;
  1. Akuntan harus memiliki tingkat pengetahuan mengenai prinsip dan praktik akuntansi industri tempat operasi satuan usaha, agar ia dapat melakukan kompilasi laporan keuangan dalam bentuk yang tepat bagi satuan usaha yang beroprasi dalam industri tersebut.
  2. Akuntan harus memahami secara garis besar sifat transaksi satuan usaha tersebut, bentuk catatan akuntansinya, kualifikasi para petugas  pembukuannya, basis akuntansi
  3.  yang digunkan untuk penyajian laporan keuangan serta bentuk dan isi laporan keuangan.
  4. Akuntan harus membaca laporan keuangan yang telah dikompilasi dan mempertimbangkan apakah laporan keuangan tersebut layak bila ditinjau dari sisi bentuknya, dan bebas dari kekeliruan material nyata.
Dalam melakukan penugasan kompilasi ada beberapa persyaratan  yang wajib dipenuhi oleh seorang akuntan, yaitu:
  1. Memperoleh pemahaman bersama klien mengenai jenis dan keterbatasan jasa yang diberikan dan penjelasan atas laporan, jika laporan akan diterbitkan.
  2. Mengetahui prinsip-prinsip akuntansi dan praktik industri klien
  3. Memahami klien, termasuk sifat transaksi bisnisnya, pencatatan akuntansi dan isi laporan keuangan
  4. Melakukan tanya jawab untuk menentukan apakah informasi klien memenuhi persyaratan
  5. Membaca kompilasi laporan keuangan dan berhati-hati dengan hal-hal yang tidak dimasukkan atau kesalahan dalam perhiotungan dan GAAP
Bentuk Laporan PSAK menyebutkan tiga jenis laporan kompilasi, yaitu:
  1. Kompilasi dengan persyaratan penuh, dimana jenis ini membutuhkan pengungkapan sesuai dengan GAAP, sama seperti untuk audit atau telaah atas laporan keuangan.
  2. Kompilasi yang menghilangkan seluruh pengungkapan, menujjukkan kata-kata yang tepat ketika akuntan mengompilasi laporan tanpa pengungkapan
  3. Kompilasi tanpa indepedensi, dimana KAP dapat mengeluarkan laporan kompilasi dengan atau tanpa pengungkapan meskipun laporan tersebut tidak independen dari klien.
PENUTUP
  1. A.    Kesimpulan
  2. Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Jasa kompilasi adalah suatu bentuk penyajian dalam bentuk laporan keuangan berdasarkan dokumen transaksi dan dokumen lain yang terkait dengan keuangan perusahaan sehingga menjadi laporan keuangan yang utuh dan lengkap sesuai standar akuntansi keuangan yang berterima umum untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan apapun terhadap laporan keuangan.
  4. Dalam memberikn jasa atestasi dan kompilasi juga terdapat 3 standar yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.
  5. Terdapat beberapa juga sifat  jasa atestasi yaitu analitis, kritis, investigatif
  6. Dalam memberika jasa atetasi dan kompilasi terdapat prosedur yang harus dilakukan auditor baik sebelum maupun sesudah penugasan.
  7. Membuat laporan dalam bentuk baku sesuai dengan satndar pelaporan jasa atestasi dan kompilasi.
    1. B.     Kritik dan Saran
Dalam penyusunan makalah ini penyusun masih kekurangan referensi dan pembanding sehingga diharapkan pembaca mampu memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Al-Hariyono, 2001, Auditing  jilid 2,
J.Elder, Randal dkk, 2011, Jasa Audit dan Assurance, Salemba Empat, Jakarta
Jusup, al-Haryono, 2002, Auditing jilid 2, YKPN, Yogyakarta
www.google.com

0 komentar:

Posting Komentar