Rabu, 24 Juli 2013

Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya

Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya
¨  Budaya (D’Andrade; 1996)
  1. Budaya adalah produk sosial yang tumbuh secara otomatis.  Prosesnya tidak teraga, ditransfer secara turun temurun dan merupakan sumber daya yang menawarkan kehidupan terkini kita.
  2. Produk2 sosial seperti peraturan hukum, kebiasaan2, sistem dan prosedur serta keyakinan-keyakinan adalah bentuk budaya.
  3. Produk yang teraga; berbagai bentuk arsitektur, becak, buku, bangunan dan keris serta beribu macam artefak lainnya—adalah hasil dari praktik2 kultural yg kadang sulit ditelusuri asal usulnya, tetapi langsung menggambarkan kecanggihan pemikiran, perasaan dan kemudian dibuat atau dipraktikkan saja
¨  Koentjaraningrat (1984);
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta buddhayah, bentuk jamak dari “budi” atau akal. Kebudayaan adalah hal-halyang bersangkutan dengan budi dan akal
¨  Menurut C. Kluckhohn, terdapat 7 unsur kebudayaan:
  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem2 ekonomi
  3. Sistem kemasyarakatan
  4. Bahasa
  5. Kesenian
  6. Sistem pengetahuan
  7. Religi

  • Melalui budaya kita bisa merasakan kekayaan hidup material maupun non material
  • Budaya yang kaya bisa kita temukan pada masy.yg memang berupaya memperkaya gaya hidupnya, bertata krama, berbahasa halus, berseni dan berkuliner secara canggih dan kontinu.
  • Produk budaya baru bisa dihasilkan bila ada mediasi interaksi antara biologi, psikologi manusia dan pengalaman manusia dengan lingkungannya.
  • Produk budaya hanya bisa dinikmati bila teranyam dalam interpretasi, persepsi, penalaran dan ekspresi yg intensif.
  • Mediatornya—budayawan, arsitek, penulis lagu, koreografer, pengrajin, artis, penyair penulis atau penari.
Hakikat manusia:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat sesungguhnya Aku akan menciptakan seseorang dari tanah liat kering (yg berasal) dari lumpur hitam yg dibentuk.  Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadian dan telah kutiupkan ke dalam roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dan bersujud “(Al-Hijr ayat 28-29)
Etika, estetika dan moral
¨  Konsep etika
  1. Ethos (yunani) artinya adat, kebiasaan, akhlak yg baik
  2. Etika diklasifikasikan menjadi 3 konsep:
  3. Kebiasaan berbuat baik dan berbuat buruk
  4. Sistem nilai budaya sebagai acuan perilaku:norma moral (aturan,arahan),keberlakuan norma moral, nilai2.
  5. Kumpulan asas atau nilai moral—perilaku baik, benar, dan bermanfaat—dihimpun dalam kode etik
  6. Etika digunakan dalam mengkaji sistem nilai yang ada, mis; etika itu sesuai atau tidak dengan Norma
¨  Estetika:
Estetika; menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat, norma-norma, cara menanggapi, dan memperbandingkan dengan menggunakan nilai perasaan.
Estetis adalah rasa yang terdapat dalam diri manusia sebagai unsur budaya, sedangkan kebudayaan adalah pantulan dari estetis dalam diri manusia
¨  Moral;
Mos (latin)—mores—moral—kebiasaan berbuat baik
Lebih sering berhubungan dengan kesusilaan
Moral bersifat kodrati ciptaan Tuhan
Moral bersifat asasi, sifat yg diturunkan Tuhan kpd manusia agar berbuat baik, jujur, dan adil—benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain
Manusia bermoral selalu berpegang pada sistem nilai budaya.

Problematika Kebudayaan
Terdapat lima faktor penting yang sangat berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau ditolaknya unsur budaya baru:
  1. Kebiasaan masyarakat berhubungan dengan masyarakat yang berbeda kebudayaan
  2. Unsur budaya baru mudah diterima jika tidak bertentangan dengan ajaran agama.
  3. Corak struktur masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru
  4. Unsur kebudayaan baru mudah diterima jika sebelumnya sudah ada unsur budaya yang
  5. Unsur baru yang terbukti mempunyai kegunaan konkret dan terjangkau.
Faktor pendorong perubahan:
  1. Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain.
  2. Sistem pendidikan formal yang maju.
  3. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju.
  4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
  5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat.
  6. Penduduk yang heterogen.
  7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang2 ttt
  8. Orientasi ke masa depan
  9. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha utk perbaikan hidu
Faktor penghambat perubahan
  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
  3. Sikap masyarakat yang mengagungkan tradisi masa lampau dan cenderung konservatif.
  4. Adanya kepentingan pribadi dan kelompok yang sudah tertanam kuat (vested interest).
  5. Rasa takut terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan dan menimbulkan perubahan pada aspek-aspek tertentu dalam masyarakat.
  6. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing, terutama yang berasal dari Barat.
  7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis .
  8. Adat dan kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah.

Bagian II “ Konsep manusia  Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial”
Hakekat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
Individu berasal dari kata individium (latin); satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi.
Menurut konsep sosiologi; manusia yg hidup berdiri sendiri tidak mempunyai kawan
Atau; jumlah keseluruhan pengalaman, pandangan/pikiran dan segenap tindakan 2 seseorang yg kemudian membentuk dan mewarnai ciri2 pribadi
Menurut Soediman Kartohadiprodjo; individu merupakan makhluk ciptaan Tuhan yg dilengkapi dengan: raga, rasa (perasaan), rasio dan rukun
Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip).
George H. mead: hakekat individu terbentuk dari tanggapan yg berasal dari pihak lain
Konsep individu dalam kehidupan bermasyarakat; merupakan interpretasi orang lain (anggota masyarakat) terhadap diri sendiri
Huky, mengemukakan 3 fase dalam memunculkan konsep ttg diri sendiri:
  1. Fase persepsi; apa yg dilihat orang lain dalam kepribadian dan tingkah laku
  2. Fase penafsiran; bgm org.lain menilai apa yg mereka lihat di dlm diriku
  3. Individu dg dasar jawabannya sendiri thd.pertanyaan2 itu menimbulkan sejumlah perasaan ttg diri sendiri dan mengembangkan sejumlah sikap ttg dirinya, seperti sikap sombong, bangga, rendah hati, dsb.
Soerjono soekanto ciri-ciri masyarakat:
  1. Manusia yg hidup bersama
  2. Bercampur untuk waktu yg cukup lama
  3. Mereka sadar mereka merupakan satu kesatuan
  4. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Sikap kemasyarakatan menurut P.J Bouman;
  1. Kecenderungan sosial
  2. Rasa harga diri
  3. Kecenderungan untuk patuh
  4. Kecenderungan untuk mandiri
  5. Kecenderungan menurut
  6. Hasrat tolong menolong dan meniru
  7. Hasrat berjuang
  8. Hasrat memberi tahu dan sifat mudah menerima
Hubungan antara individu dan masyarakat
Hub. Atara individu dan masy, menurut Charles H. Cooley dinamakan the looking glass self, yaitu perkembangan kesadaran diri sendiri sebagai pencerminan dari pandangan orang lain.
Menurut Hassan Shadily, manusia akan tertarik kpd hidup bersama dlm msy krn didorong oleh:
  1. Hasrat yg berdasar naluri (kehendak biologis, yg di luar penguasaan akal) utk mencari teman hidup.
  2. Kelemahan manusia selalu mendesak utk mencari kekuatan bersama, yg terdapat dg berserikan dg orang lain, shg dapat berlindung dan memenuhi kebutuhan hidup.
  3. Manusia adalah zoon politicon
  1. Menurut Bergson, bahwa manusia hidup bersama krn perbedaan yg terdapat dalam sifat, kedudukan dsb.
Individu perseorangan berarti individu berbeda dalam keadaan tidak berhubungan dengan individu lainnya. Atau dengan kata lain: individu yang sedang dalam keadaan memutuskan hubungannya dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat.
Individu sebagai makhluk sosial berarti individu yang sedang mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat. Di sini kita dapati manusia dengan sadar menghubungkan sikap tingkah laku dan perbuatannya dengan individu lainnya. Sehingga terbentuklah suatu kelompok yang besar, dan apabila kelompok-kelompok itu berjalan konstan, maka itulah yang disebut masyarakat.
Golongan atau masyarakat manusia;
  1. Dapat bercakap-cakap
  2. Menggunakan bahasa
  3. Mengetahui adat istiadat bersama
  4. Kebutuhan bersosial dijamin dan dipelihara.
Menurut Ogburn dan Nimkoff, integrasi manusia dalam kelompok dapat dicapai jika memenuhi beberapa syarat;
  1. Anggota kelompok (masyarakat) merasa merasa berhasil mengisi kebutuhan antara satu dg yg lain
  2. Tercapainya suatu konsensus (kesepakatan) mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial
  1. Norma2  cukup lama dan konsisten tidak ada perubahan
Hubungan antara individu dan masyarakat:
  1. Individu memiliki status yg relatif dominan thd masyarakat
  2. Masyarakat memiliki status yg relatif dominan thd individu
  3. Individu dan masyarakat saling bergantung
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu
  1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
  2. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
  3.  Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni:
  1. Tekanan emosional
  2. Harga diri yg rendah
  3. Isolasi sosial
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
  1. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
  2. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
  3. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
  4. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.
Dilema antara kepentingan individu dan masyarakat
Smith percaya bahwa setiap manusia memiliki keinginan dasar untuk diterima oleh orang lain. Untuk mendapatkan simpati ini, orang akan bertindak sedemikian rupa agar ia dihormati dan dihargai. Dalam kehidupan ekonomi, ini berarti kepentingan diri yang baik, dimana pembeli mapun penjual sama-sama mendapat keuntungan dalam transaksi.
Seseorang menyesuaikan norma yang dibawa kepada orang lain dengan harapan, seseorang /orang lain juga akan menyesuaikan kelakukannya.
Perbedaan dan persamaan perasaan seseorang dan golongan dalam kehidupan masy (Hassan Shadily);
  1. Menyatakan adanya persamaan sangat berbahaya karena mudah jatuh kepada pertimbangan yg telah kita saksikan keberatannya.  Karena teori yg mempersamakan adalah teori Spencer—”memandang masyarakat itu sebagai suatu tubuh hewan dengan nafsu hidup dan perjuangannya.  Keberatan yg terbesar dalam perbandingan itu ialah bahwa manusia adalah makhluk yg berpikir dengan merdeka, sedangkan sel-sel yg terdapat dalam tubuh binatang tidak berpikir dan tidak berkehendak, kecuali makan dan berlipat ganda
  2. Kesatuan jiwa dan kehendak dalam golongan terbentuk dari bermacam-macam kesatuan yg tidak sama rintangan2 dan perbedaan2nya, lain daripada kesatuan jiwa seseorang manusia thd hasrat dan cita-cita

TEORI-TEORI BERBAGAI PENYEBAB KONFLIK
TEORI HUBUNGAN MASYARAKAT  
(Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok-kelompok yang mengalami konflik.
  • Mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada di dalamnya.
TEORI NEGOSIASI PRINSIP
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu, dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan-kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap.
  • Melancarkan proses pencapaian kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak.
TEORI KEBUTUHAN MANUSIA
Berasumsi bahwa konflik yang berakar dalam disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia – fisik, mental, dan sosial – yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Keamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi sering merupakan inti pembicaraan
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, dan menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.
  • Agar pihak-pihak yang mengalami konflik mencapai kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan dasar semua pihak.
TEORI IDENTITAS
Berasumsi bahwa konflik disebabkan karena identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Mengubah berbagai struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan, termasuk kesenjangan ekonomi.
  • Meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antara pihak-pihak yang mengalami konflik.
  • Mengembangkan berbagai proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi dan pengakuan.
TEORI KESALAHPAHAMAN ANTAR BUDAYA
TEORI TRANSFORMASI KONFLIK

Bagian III “Kebudayaan, Peradaban, dan Sistem Nilai”
¨  Kebudayaan, evolusi budaya
—  Kebudayaan (culture); suatu kompenen penting dalam masy—khususnya struktur sosial.
—  Kebudayaan dapat diartikan suatu cara hidup (ways of life).
—  Ways of life;  cara berpikir, cara berencana dan cara bertindak; karya nyata yg berguna, benar dan dipatuhi oleh anggota masy/kesepakatan bersama
—  Material; karya
—  Spiritual;ilmu pengetahuan (kepercayaan, kesusialaan, kesopanan, hukum—keindahan)
—  Ilmu pengetahuan—logika; menyerasikan tingkahlaku—etika, mendapatkan keindahan—estetika
—  Kebudayaan di dalamnya terkandung segenap norma2 sosial (sanksi)—-kebiasaan hidup, adat istiadat/ kebiasaan (folkways).  Folkways—-tradisi hidup bersama yg biasanya secara turun temurun.
—  Mores ; hukuman adat (diwajibkan untuk dianut dan diharamkan utk dilanggar)
—  Custom; kebiasaan seseorang dilakukan juga oleh orang lain sehingga menimbulkan norma yg dijadikan patokan bertindak oleh orang banyak sebagai adat istiadata
—  Kebiasaan (habit), menurut Ferdinan Tonnies;
  1. Menunjukkan pada suatu kenyataan yg bersifat objektif.  Seseorang biasanya melakukan perbuatan2 masuk dlm tata cara hidupnya
  2. Dijadikan norma bagi seseorang, diciptakan untuk dirinya sendiri
  3. Perwujudan kemauan atau keinginan seseorang utk berbuat sesuatu
¨  Rumusan kebudayaan
a)  Herskovit dan melinowski; sesuatu yg superorganik. Turun temurun.
b)  E.B.Taylor; kompleks yg mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan2 serta kebiasaan2 yg didapatkan man.sbg warga ,masy.
c)  Roucek dan Werren; suatu cara hidup yg dikembangkan oleh sebuah masy.guna memenuhi keperluan dasarnya utk dapat bertahan hidup, meneruskan keturunan dan ,mengatur  pengalaman sosialnya.
d)  Hasan sadily; keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasy. Berisi aksi2 thd dan oleh sesama manusia sbg anggota masy yg merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral hukum, adat kebiasaan
e). Selo sumardjan; karya, cipta, rasa masy
f). C. Klockhohn; seluruh cara hidup masy.
g). Koentjaraningrat; sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia, yg harus dibiasakan dg belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.
¨  Kesimpulan;
  1. Kebudayaan hany dimiliki oleh masy.
  2. Diturunkan melalui proses belajar dari setiap individu dlm kehidupan masy
  3. Pernyataan perasaan dan pikiran
¨  Nilai-nilai sosial
Menurut W.J.S Poerwadarmita (kamus besar bhs. Indonesia;
  1. Harga
  2. Harga sesuatu, jika diukur atau ditukarkan dg yg lain
  3. Angka kepandaian
  4. Kadar, mutu, banyak sedikitnya isi
  5. Sifat2 yg penting atau berguna bagi kemanusian
¨  Ciri-ciri nilai sosial (D.A. Wila Huky)
  1. Kondtruksi masy yg tercipta melalui interaksi diantara para anggota masy.
  2. Ditularkan.
  3. Dipelajari.
  4. Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dlm usaha pemenuhan kebutuhan2 sosial.
  5. Masing2 nilai mempunyai efek yg berbeda thd orang-perorangan dan masy sbg keseluruhan
Nilai merupakan patokan perilaku sosial yg melambangkan baik-buruk, benar salahnya suatu obyek dlm kehidupan bermasy.
¨  Evolusi budaya
—  Evolusi biologis;
Darwin melihat bahwa variasi bukanlah hasil dari proses adaptasi, melainkan karena adanya perbedaan kapasitas dari spesies untuk beradaptasi. Spesies yang mempunyai kapasitas untuk beradaptasi dengan lingkungannyalah yang akan bertahan dan kemudian mempunyai banyak keturunan. Variasi terjadi karena adanya suatu perubahan yang bersifat random dan juga seleksi alam.
—  Evolusi budaya
¨  Robert Boyd (2005), mengajukan beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:
  1. Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
  2. Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
  3. Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
  4. Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
  5. Gen dan budaya berkevolusi
—  Evolusi; perubaan sosial secara lambat.  Terjadi karena manusia berusaha utk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, kondisi baru yg timbul dg pertumbuhan masy.
—  Beberapa teori ttg evolusi;
  1. Uniliar Theories of evolution. Manusia dan masy (termasuk kebudayaan) mengalami perkembangan sesuai dg tahapan ttt, bermula dr bentuk sederhana, kemudian bentukyg kompleks sampa pd tahap yg sempurna
  2. Universal theories of evolution. Kebudayaan manusia telah mengikuti garis evolusi yg ttt. (perkembangan dr klp homogen ke klp heterogen)
  3. Multilined theories of evolution. Penelitian thd tahapan2 perkembangan tt dlm evolusi masy.
—  Revolusi; perubahan sosial secara cepat.
—  Syarat terjadinya;
  1. Adanya keinginan umum utk mengadakan perubahan
  2. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok org yg dianggap mampu memimpin masy.tersebut
  3. Pemimpin dpt menampung keinginan masy utk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tdkpuas menjadi program dan arah gerak.
  4. Pemimpin hrs dpt menunjukkan suatu 7an pd masy.
  5. Hrs ada “momentum”
¨  Proses perubahan sosial
  1. Difusi; penyebaran kebudayaan antar individu, antar golongan, antar masy.
  2. Akulturasi; suatu klp man dg suatu kebudayaan ttt dihadapkan dg unsur2 budaya asing, shg unsur2 kebudayaan itu lambat laun diterima dan diolah dlm kebudayaannya tanpa menghilangkan sifat khas kebudayaan asli
  3. Asimilasi; timbul apabila terdapat golongan manusia yg mempunyai latar belakang kebudayaan berbeda saling berinteraksi dan bergaul scr langsung dan intensif dlm wkt yg lama shg kebudayaan dr masing2 golongan tsb berubah sifatnya dr khas menjadi unsur kebudayaan baru yg berbeda dg asalnya
  4. Akomodasi; keseimbangan dlm interaksi antara individu dan klp  sehubungan dg norma dan nilai sosial yg berlaku di masy
Beberapa yang mempengaruhi evolusi budaya:
  1. Peradaban manusia
  2. Bencana alam
¨  Peradaban
Koentjaraningrat; peradaban disejajarkan dg istilah civilization. Biasanya dipakai utk bgn2 unsur 2 kebudayaan yg halus dan indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan sistem pergaulan yg kompleks dlm suatu masy dg struktur yg kompleks
Lebih mengutamakan unsur akal saja atau nurani saja
Konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.”
Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa“.
¨  Faktor yg menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban;
  1. sistem pemerintahan
  2. Sistem ekonomi
  3. IPTEk
¨  Istilah peradaban dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian terhadap perkembangan kebudayaan. Peradaban adalah kebudayaan yang bernilai tinggi. Perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Menurut Azyumardi Azra (2007), peradaban mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, sejak dari pandangan hidup, tatanilai, sosial budaya, politik, kesenian, ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan banyak lagi.
¨  Ibn Khaldun teori tentang tahapan timbul tenggelamnya peradaban;
1.Tahap sukses atau tahap konsolidasi
2.Tahap tirani
3.Tahap sejahtera
4.Tahap kepuasan hati, tentram dan damai.
5.Tahap hidup boros dan berlebihan.
¨  Perubahan peradaban manusia mengalami percepatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya sejak terjadinya revolusi industri di Eropa pada abad ke-15. Pada abad ke 20 yang disebutkan oleh Alvin Toffler sebagai awal dari Gelombang Ke Tiga (Abad Informasi), kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi pendukung utama perubahan yang sangat cepat. Perubahan yang terjadi di suatu negara bisa mengakibatkan pengaruh berantai secara global terhadap negara lain.
¨  Tahap-tahap itu menurut Ibnu Khaldun memunculkan tiga generasi, yaitu:
  1. Generasi Pembangun, yang dengan segala kesederhanaan dan solidaritas yang tulus tunduk dibawah otoritas kekuasaan yang didukungnya.
  2. Generasi Penikmat, yakni mereka yang karena diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam sistem kekuasaan, menjadi tidak peka lagi terhadap kepentingan bangsa dan negara.
  3. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosionil dengan negara.
¨  Ibn Khaldun juga menuturkan bahwa sebuah Peradaban besar dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan.
¨  Dan kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain (Muqaddimah: 172). Tahapan-tahapan diatas kemudian terulang lagi dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.
¨  teknologi dinilai juga membawa dampak munculnya manusia berkarakter –meminjam istilah Hasyim Anwar– oportunis, pembangkang, munafik, hedonistik, bermoral lemah, maupun schizophronik, atau menurut pemikiran filsafat Hobbesian merupakan entitas manusia yang bersosok serigala bagi sesamanya (homo homini lupus).
¨  Era peradaban pada milenium ketiga dinilai banyak pengamat akan menawarkan kemajemukan persoalan hidup yang semakin rumit dan kompleks. Franz Magnis Suseno –dengan meminjam fenomena Zaman Edan yang pernah dikemukakan oleh Ranggawarsita—mengungkapkannya dengan satire: Wong lugu keblenggu, wong bener thenger-thenger, wong jahat munggah pangkat, pengkhianat saya nikmat, surjana saya kepenak (orang lugu terbelenggu, orang jujur terperosok, orang benar terdiam kehilangan akal, orang jahat naik pangkat, pengkhianat tambah nikmat, orang tak baik jadi semakin enak)
¨  Sistem nilai budaya
—  Sesuatu dianggap bernilai apabila arah pilihan ditujukan pd yg baik,yg menarik, yg dibolehkan, krn ada manfaatnya bagi manusi dan diinginkan oleh manusia dlm hidup bermasy.
—  Pengembangan sitem nilai menurut Kluckhohn:
  1. Hidup manusia
  2. Karya manusia
  3. Kedudukan man dlm ruang dan waktu
  4. Hubungan man dg alam
  5. Hub man dg sesama
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
¨  Allah menciptakan manusia terdiri dari materi dan roh, melalui tahapan2, dari turab menjadi tanah, kemudian menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk, dan kemudian menjadi menjadi tanah kering seperti tembikar, dan setelah disempurnakan bentuknya, Allah meniupkan Roh (cinptaan-Nya), maka terjadilah Adam
¨  Al-qura’an, surat Al-Hajr (ayat 28-9)
“ Dan (ingatlah)ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat:Sesungguhnya Aku akan menciptkan seorang manusia dari tanah liat kering (yg berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.  Maka apabila Aku menyempurnakan kejadiaannya dan telah Kutiupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
¨  Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa
¨  Tubuh; dapat dilihat, diraba dan dirasa, wujudnya konkret, tetapi tdk abadi
¨  Jiwa;terdapat di dalam tubuh, tdk dapat dilihat, tdk dpt diraba, dan sifatnya abstrak, tetapi abadi.
¨  Manusia ciptaan yg paling sempurna; adab dan budayanya.  Akal,nurani, dan kehendak yg terdapat dlm jiwa manusia.
¨  Bisman Siregar (1996); manusia diciptakan Tuhan sempurna berbekal akal yg tidak ada pada makhluk lainnya.  Kelebihan akal manusia itu jika didasari moral (iman) membuat dia mendekati kedudukan malaikat.  Tetapi bukan mustahil pula dia akan serupa dengan binatang kerana mengikuti jejak setan
¨  Surat Al-A’raf (ayat 179)
“ Mereka mempunyai hati yg tidak dipergunakan untuk mengerti.  Mereka mempunyai mata yg tdk dipergunakan utk melihat. Mereka mempunyai telinga yang tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka seperti binatang. Tidak! Mereka lebih sesat. Merekalah orang lalai.”
¨  Teori eksistensialis (dipelopori oleh Soren Kierkegaard; filsuf Denmark); memandang manusia secara konkret.  Eksistensi manusia dalam konteks manusia adalah makhluk alamiah yg terikat dengan lingkungannya (ekologinya), memiliki sifat2 alamiah, dan tunduk pada hukum alamiah pula.
¨  Keterikat tersebut tercermin dalam kehidupan sosial dan tingkah laku etisnya.
¨  Kierkegaard; estetis, etis dan religius.  Makhluk ciptaanTuhan yg terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja keras dan mencipta
¨  Keragaman
  1. Kesatuan geografis
  2. Ikatan perkawinan dan hubungan darah
  3. Kepentingan yang sama
  4. Keahlian dan profesional
¨  KERAGAMAN (PLURALISME) :
Adanya perbedaan yang mensiratkan adanya minoritas  yang sama di hadapan hukum (Kymlica)
¨  Konsep keragaman merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kalau kita perhatikan lebih cermat, kebudayaan Barat dan Timur mempunyai landasan dasar yang bertolak belakang. Kalau di Barat budayanya bersifat antroposentris (berpusat pada manusia) sedangkan Timur, yang diwakili oleh budaya India, Cina dan Islam, menunjukkan ciri teosentris (berpusat pada Tuhan.
¨  Pada pendekatan formal kita mengkaji kesetaraan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, baik berupa undang-undang, maupun norma, sedangkan pendekatan substantif mengkaji konsep kesetaraan berdasarkan keluaran / output, maupun proses terjadinya kesetaraan.
¨  Konsep kesetaraan biasanya dihubungkan dengan gender, status, hirarki sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan-perbedaan serta persamaan-persamaan
¨  KESETARAAN :
Adanya persamaan Kewajiban, Hak, Kedudukan untuk mencapai tujuan yang sama.
¨  JENIS KERAGAMAN & KEsetaraan
  • Etnik (suku bangsa)
  • Kebudayaan daerah
  • Agama
  • Mata pencaharian
  • Mayoritas & minoritas
  • Bahasa nasional
  • Kebudayaan nasional
  • Stabilitas nasional
¨  MAKNA KERAGAMAN & KESETARAAN
  • Keragaman sebagai investasi negara
  • Keragaman membutuhkan komunikasi antar budaya
  • Kesetaraan hak pribadi dan hak kolektif
  • Kesetaraan hak mayoritas dan minoritas
¨  SYARAT KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
  • Menghormati budaya lain sebagai manusia
  • Menghormati budaya lain apa adanya
  • Menghormati budaya lain untuk bertindak berbeda
  • Komunikator harus menyenangi hidup bersama dengan orang lain
(Scram)
¨  FUNGSI KOMUNIKASI BUDAYA
FUNGSI:
Mencarikan persamaan dan keserasian bukan sebaliknya.
LIMA SIKAP KOMUNIKASI:
1. Keterbukaan
2. Empati
3. Positif
4. Memberikan dukungan
5. Merasa seimbang
¨  KONSEP BHINEKA TUNGGAL IKA DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
  • Keragaman bahasa ibu/daerah
  • Keragaman suku, adat & budaya
  • Keragaman agama & kepercayaan
  • Otonomi daerah
  • Arah dan kebijakan negara
  • Tujuan negara
¨  KARAKTERISTIK MASYARAKAT INDONESIA YANG RAWAN KONFLIK
  • Segmentasi ke dalam kelompok yang memiliki kebudayaan
  • Struktur Sosial yang terbagi-bagi
  • Kurang mengembangkan konsensus
  • Sering terjadi konflik antar kelompok
  • Integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan
  • Adanya dominasi politik kelompok yang kuat pada kelompok lain
¨  PROBLEMATIKA
  1. Konsep bangsa, negara, masyarakat dan rakyat
  2. Dominasi kaum mayoritas terhadap kaum minoritas
  3. Perang antar etnik
  4. Pertentangan antar agama
  5. Dominasi kelompok politik besar & kuat
¨  PEMECAHAN MASALAH
Multi Kulturalisme :
  1. Menerima kelompok lain sama tanpa perbedaan etnik, budaya, gender, bahasa maupun agama (Siswarini)
  2. Bhineka Tunggal Ika (multi etnik, multi kultur)
  3. Kesetaraan sebagai manusia yang secara kodrati memiliki kesamaan derajat dengan orang lain yang sama-sama memiliki peradaban
  4. Kesadaran individu sebagai manusia dapat terbuka menerima orang lain
  5. Pembinaan nilai keagaman dan kesetaraan sangat tepat dengan dilaksanakannya Pendidikan sepanjang hayat.

Bagian V “Konsep Manusia, Nilai, Moral dan Hukum”
Nilai, Norma, Dan Hukum
¨  Nilai (value) adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori sehingga bermakna secara fungsional (Djahiri, 1999).
¨  Nilai merupakan suatu konsepsi tentang apa yang benar atau salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika), serta indah atau jelek (nilai estetika). Dari sistem nilai kemudian tumbuh norma yang merupakan patokan atau rambu-rambu yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat
¨  Norma-norma yang dihadapi manusia ada yang bercorak moral yaitu kewajiban moral dan nilai moral, dan ada pula yang bercorak bukan moral (nilai yang nonmoral) yang sifatnya teknis dan tidak mengandung pertimbangan-pertimbangan nilai
¨  Norma-norma moral ada yang bersifat evaluatif, artinya norma-norma itu berlaku dan dianggap baik bagi komunitas tertentu pada waktu tertentu, tetapi pada suatu saat dapat saja berubah, tidak lagi dapat diberlakukan karena mungkin sudah dianggap tidak baik lagi, atau norma-norma itu dapat berlaku baik bagi komunitas tertentu, tetapi belum tentu baik bagi komunitas lain
¨  Jaringan Norma-Norma
Jaringan Norma-Norma
  1. Khusus:
Berlaku dalam
Situasi tertentu ………………… Aturan bahasa ……. Aturan Permainan……… Tata Tertib
  1. Umum:
Berlaku dalam
Segala situasi
Etiket…………….Aturan Tindakan untuk  Sopan Santun
Hukum ……………Aturan Tindakan untuk Ketertiban Umum
Moral ……………….. Aturan Tindakan untuk  Kebaikan Manusia

¨  Moral adalah tuntutan sikap dan perilaku yang diminta oleh norma dan nilai. Kata moral berasal dari kata mores (bahasa latin) yang berarti tata cara dalam kehidupan atau adat istiadat. John Dewey mengatakan bahwa moral sebagai hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai susila, sedangkan Baron, dkk (1980) mengatakan bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang membicarakan salah atau benar.
¨  Frans Magnis Suseno (1987) mengemukakan bahwa kata moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.
Hukum
¨  Untuk menciptakan keteraturan dibuatlah hukum sebagai alat pengatur, dan agar hukum tersebut dapat memiliki kekuatan untuk mengatur, maka perlu suatu entitas lembaga kekuasaan yang dapat memaksakan keberlakuan hukum. Mengenai hubungan hukum dan kekuasaan ini, terdapat adagium yang populer: “Hukum tanpa kekuasaan hanyalah angan-angan, dan kekuasaan tanpa hukum adalah kelaliman.
¨  Dalam negara hukum, semestinya hukumlah yang pertama-tama dianggap sebagai pemimpin dalam penyelenggaraan kehidupan bersama, bukan orang, “the rule of law, and not of man”.
¨  7an hukum adalah; kepastian, keadilan, dan kemanfaatan
Adil dan rasa keadilan
¨  Adil artinya tidak sewenang-wenang kepada diri sendiri maupun kepada pihak lain
¨  Tidak sewenang-wenang dapat berupa keadaan yang;
  1. Sama (seimbang), nilai bobot yang berbeda
  2. Tidak berat sebelah, perlakuan yang sama tidak pilih kasih
  3. Wajar, seperti apa adanya, tidak menyimpang, tidak lebih, tidak kurang
  4. Patut/layak, dapat diterima karena sesuai, harmonis dan proporsional
  5. Perlakuan kepada diri sendiri sama seperti perlakuan kepada pihak lain dan sebaliknya.
¨  “rasa keadilan” mendorong manusia untuk berbuat benar (akal) berbuat baik (rasa), berbuat jujur (karsa) dan bermanfaat.
¨  Jadi keadilan merupakan pengakuan dan perlakuan yang seimbang antar hak dan kewajiban

Perlakuan adil dan tidak adil
¨  Perlakuan adil
* Bisa jadi melihat “perlakuan adil” berbeda—-dilihat dari sudut pandang masing2—-nilai bobot kualitas perlakuannya
* Perlakuan adil terjadi manakala sekelompok manusia menyepakati kriteria tertentu atau ukuran yang sama untuk suatu perlakuan adil
* Perlakuan adil didasari oleh rasa keadilan.
* Rasa keadilan termasuk masalah nilai—–dapat berubah menurut keadaan, waktu dan tempat
* Akibat dari perlakuan adil adalah akan adanya kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan dlm kehidupan masyarakat
Keadilan manusia dan keadilan Tuhan
¨  Pengakuan kepada perlakuan adil;
Manusia sebagai makhluk budaya memiliki rasa keadilan yang bersifat kondrati di dalam dirinya.  Akan tetapi perwujudan rasa keadilan dalam bentuk perlakuan adil dipengaruhi oleh keadaan, waktu, dan tempat, sehingga mungkin mungkin terjadi perlakuan adil yg berbeda bentuk dan cara antara manusia satu dan yang lainnya.
¨  Keadilan manusia; keadilan manusia bersifat relatif, yang dibagi menjadi;
  1. Keadilan koordinatif
  2. Keadilan subordinatif
  3. Keadilan superordinatif
Keadilan koordinatif
terjadi dalam hubungan antara sesama anggota masyarakat (anggota kelompok)
Dibagi menjadi 2;
  1. Hubungan pamrih (gesellschaft)
setiap pihak dibebeni kewajiban dan diberi hak yang seimbang (saling memenuhi). Misal; jual beli
  1. Hubungan paguyuban (gameinschaft)
salah satu pihak dibebani kewajiban pengabdian tanpa imbalan material (bersifat kemanusiaan).  Sudah ada keadilan walaupun pihak lain hanya memberikan ucapan terimakasih.  Perwujudannya; palang merah, yayasan yatim piatu, GNOTA
Keadilan subordinatif
Terjadi dalam hubungan rakyat dengan penguasa atau warga negara dengan pemerintah atau anggota kelompok dengan pemimpin.
Dimulai dengan kesediaan rakyat melaksanakan kewajiban sebagai tanda patuh kepada penguasa atau negara.
Contoh;
* PNS yang mendapatkan hak pensiun
* Pahlawan yang mendapatkan lencana
Keadilan superordinatif
Terjadi dalam hubungan penguasa dan rakyat atau pemerintah dengan warga negara, atau pimpinan dengan anggota yang dipimpin.
Inisiatif pelaksanaan memenuhi kebutuhan rakyat dimulai dari penguasa kepada rakyat.
Keadilan Tuhan
¨  Keadilan Tuhan terjadi dalam hubungan manusia dengan Tuhan.  Keadilan Tuhan bersifat mutlak
¨  Keadilan disini adalah keadilan kehendak atau kekuasaan Tuhan

Bagian VI “Manusia dan lingkungan”
Hakekat dan makna lingkungan bagi manusia
Lingkungan hidup menurut UU No. 4 tahun 1982 adalah kesatuan ruang yang terdiri dari benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Menurut Emil Salim, Lingkungan hidup meliputi hal-hal yang ditimbulkan oleh interaksi antara organisme hidup dg lingkungan.
Organisme hidup; manusia, hewan dan tumbuh2an yg secara sendiri2 atau bersama2 mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan.
Kejenderungan Masalah-masalah lingkungan menurut Soerjono Soekanto;
1)  Lingkungan fisik; smua benda2 mati yg ada disekeliling manusia.
2)  Lingkungan biologis; segala sesuatu yg ada disekeliling manusia yg berupa organisme hidup (di samping manusia itu sendiri)
3)  Lingkungan sosial; orang2 secara individual maupun klp yg berada di sekitar manusia.
Dalam ekologi dirumuskan bagaimana sistem biologi bertahan beragam dan produktif terhadap waktu, sementara untuk manusia adalah potensinya untuk memperbaiki kesejahteraannya dalam jangka sangat panjang yang tergantung kepada “kesehatan” alam dan pertanggungjawaban penggunaan sumber daya alam (Wikipedia, 2009).
Kemajuan teknologi membuat manusia mengontrol ekologi secara berlebihan. Dimulai dengan Revolusi Industri pada Abad XVII hingga XIX, pertumbuhan akan penggunaan energi fosil meningkat tajam
Menurut Sumitro Djojohadikusumo; beberapa aspek yg membahayakan kelangsungan hidup manusia;
  • Ancaman terhadap kejernihan udara dan sumber air
  • Zat2 bahan pangan (nutrients)
  • Produktivitas kakayaan alam dan beserta flora dan fauna
Bahaya ancaman terhadap lingkungan manusia dimasa yang akan datang;
  • Krisis dalam penyediaan pangan
  • Krisis bidang ketegaan (energiy crisis) yg mengguncang perkembangan ekonomi dan sosial
Pengelolaan lingkungan hidup upaya terpadu dalam hal-hal
1)  Pemanfaatan
2)  Pengaturan
3)  Pemeliharaan
4)  Pengawasan
5)  Pengendalian
6)  Penyelamatan, dan
7)  Pengembangan, lingkungan hidup.
Sejarah menunjukkan, inovasi dalam sains dan teknologi lebih diarahkan pada kesejahteraan manusia tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Namun, salah satu akibatnya, pertumbuhan penduduk meningkat tajam yang menjadikan kebutuhan akan sumber daya alam meningkat tajam pula, terutama yang terkait dengan sumber daya yang tak terbarukan.
Rumusan lain yang dapat disampaikan ialah polusi terhadap lingkungan, ledakan jumlah penduduk, dan konsumtivisme, telah menyebabkan penurunan jumlah sumber daya alam yang terbatas secara luar biasa dan mengkhawatirkan. Hal ini mengakibatkan masalah serius. Bahkan penggunaan energi fosil telah terjadi secara berlebihan,yang ditambah dengan kebakaran dan kehilangan hutan diyakini mengakibatkan dampak yang luas yang dikenal sebagai pemanasan global atau perubahan iklim global.Jadi secara skala tidak lagi lokal atau regional, namun global.
Efek Lingkungan didefinisikan sebagai suatu proses (seperti erosi tanah, dispersi polutan, penggusuran manusia) yang dapat dipacu oleh kegiatan manusia.
Dampak Lingkungan merupakan perubahan neto (baik atau buruk) dalam hal kesehatan dan kesejahteraan manusia (termasuk kelestarian ekosistem dimana manusia hidup) yang dihasilkan dari efek lingkungan dan berhubungan dengan perbedaan antara kualitas lingkungan  yang akan terjadi “dengan” dan “tanpa” kegiatan yang sama.
Indikator Dampak adalah suatu unsur atau parameter yang menyediakan suatu ukuran  (paling tidak secara kualitatif) besarnya dampak lingkungan.

Bagiab VII “Pelapisan Sosial, Persamaan Derajat, Diskriminasi, Dan Penderitaan
Pelapisan sosial
Pelapisan maskudnya adalah keadaan yang berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat.
Istilah pelapisan diambil dari kata stratifikasi. Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum (jamaknya adalah strata, yang berarti lapisan).
Pitirim A Sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies).
Perwujudan dari gejala stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial pengaruhnya diantara anggota masyarakat.
  • Soerjono Soekanto (1982), selama ada suatu masy.ada sesuatu yg dihargai, maka hal tersebut akan menjadi bibit yg dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapisan dalam masy.itu
  • Hassan Shadily mengatakan bahwa pada umumnya lapisan dalam masy.menunjukkan:
  1. Keadaan senasib
  2. Persamaan batin maupun kepandaian
Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
  1. Ukuran kekayaan
  2. Ukuran kekuasaan dan wewenang
  3. Ukuran kehormatan
  4. Ukuran ilmu pengetahuan
Terjadinya pelapisan sosial
  1. Terjadi dengan sendirinya.
  2. Terjadi dengan disengaja
Bentuk2 stratifikasi sosial;
  1. Kelas ekonomi
  2. Kelas politik
  3. Sistem nilai yg berlaku dalam masyarakat
Unsur-unsur stratifikasi sosial
  1. Status sosial
  2. Peranan sosial
Status sosial;
Status (soerjono Soekanto);tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dg orang2 lain dlm klp2 tsb atau tempat suatu klp berhubungan dg klp2 lainnya di dalam klp yg lebih besar lagi
  • Status sosial; tempat seseorang scr umum dlm msynya sehubungan org lain, dlm arti lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak2 serta kewajiban2nya.
  • Status sosial dpt dibedakan atas 2 macam menurut proses perkembangannya;
  1. Status yg diperoleh berdasarkan keturunan
  2. Status yg diperoleh atas dasar usaha yg disengaja
Peranan sosial
Suatu perbuatan seseorang dg cara ttt dlm usaha menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dg status yg dimilikinya.
Kesamaan derajat
  • John locke (1632-1704)—-bapak HAM; berpendapat manusia dalam keadaan bebas, tetapi mempunyai hak-hak alamiah yg tidak dapat diserahkan kpd klp masy.lain kecuali lewat perjanjian masy.
  • Universal Declaration of Human Right, yang lahir tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melekat pada dirinya. Beberapa hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, ras, agama atau kelamin, karena itu bersifat asasi serta universal.
Piagam PBB berisi 30 Pasal. Pasal 1 Pigam PBB
all human beings are born free and equal in dignity and rights. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood”. (Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan).
Hak asasi manusia da kelompok bangsa/etnik/ras
  • Persoalan seringkali muncul pada saat sejumlah warga dg kepercayaan, etnik, budaya,ras yg berbeda.  —-terancam terjadinya pelanggaran HAM
  • Pasal 28 UUD’45; “setiap orang berhak dan bebas dari perlakuan yg bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan thd perlakuan yg bersifat diskriminatif itu.”
Penderitaan
  • Penderitaan adalah uangkapan perasaan sakit yg dialami manusia dalam kehidupan.
  • Derita; perasaan tdk enak, sakit, tidak menyenangkan
  • Penyebab penderitaan;
  1. Perbuatan buruk manusia
  2. Perkawinan, perceraian, kematian
  3. Penyakit,

0 komentar:

Posting Komentar