Rabu, 24 Juli 2013

Derevatif Dalam Keuangan Internasional

A. Pendahuluan
Terbukanya dunia global diantara bangsa-bangsa bukan merupakan hal positif saja yang dapat diperoleh, melainkan dampak negatif pun harus dinikmati. Bermula dengan meluasnya ekonomi dan bisnis internasional dan terbuka lebar di belahan dunia, semakin mendorong terjadinya resiko bisnis yang semakin besar. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena memang transaksi atas kegiatan ekonomi dan bisnis global banyak dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak pasti, misalnya saja kurs mata uang. Kurs mata uang merupakan faktor penting  yang menetukan harga sebuah transaksi antar Negara yang melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis. Ketika nilai kurs (dollar) menguat, maka akan memberikan sinyak bagi negara-negara yang melakukan transaksi dengan mata uang dollar akan mengurangi impornya atau transaksinya, kondisi ini akan merugikan bagi importir.
Kurs mata uang memang krusial posisinya dalam transaksi internasional sehingga beberapa pelaku bisnis memberikan solusi dengan melakukan kontrak derevatif, dimana hal ini akan menjawab ketidakpastiaan bisnis yang selama ini menjadi polemik diantara mereka. Kontrak derevatif akan mengurangi resiko bisnis karena kontrak ini akan memberikan jaminan bagi pelaku bisnis atas pergerakan kurs mata uang yang terjadi.
B. Pengertian Derevatif
Menurut Siahaan (2008) derevatif adalah semacam kendaraan keuangan yang diturunkan atau diperanakkan dari induknya apakah induknya ini asset keuangan saham atau obligasi, komoditi, atau berbagai macam indeks seperti IHSG, LQ45, Hanseng, dan jenis-jenis lainnya. Sedangkan Wikipedia mendefinisikan derevatif sebagai sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi acuan pokok.
Definisi diatas memberikan pandangan bahwa derevatif merupakan kontrak perjanjian dan kesepakatan antara dua belah pihak pembeli dan penjual yang didalam kontraknya telah disepakati sekarang, namun realisasinya dimasa yang akan datang. Misalnya importir Indonesia melakukan kontran derevatif dengan perusahaan di Amerika atas pembelian kedelai senilai $ 2,00/kg. Kemudian nilai dollar menguat dan menjadikan harga kedelai $ 3,00/kg jika menggunakan nilai tukar rupiah, maka importir tidak perlu membayar dengan harga $ 3,00/kg. karena sudah melakukan kontrak derevatif dengan penjual yang ada di Amerika.
C. Macam-macam Derevatif 
Berdasarkan sifatnya derevatif dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu;
1) Derevatif komoditas
Derevatif komuditas merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada barang-barang komoditi, seperti produk hasil pertanian, perkebunan, perikanan (soft commodities) dan hasil pertambangan, emas dll. (hard commodities).
2) Derevatif keuangan
Derevatif keuangan merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada instumen keuangan, seperti mata uang, saham, indeks gabungan, tingkat bungan jangka pendek, surat pembendaharaan negara dan obligasi.
D. Peran Ekonomi Pasar Derevatif
Adapun peran dari ekonomi dalam pasar derevatif adalah sebagai berikut, yaitu;
1) Risk Transfer
Salah satu fungsi ekonomi derevatif adalah sebagai alat pemindahan resiko pasar (transfer of market risk) yaitu pemindahan resiko akibat perubahan harga asset secara drastis atau perubahan harga portofolio asset yang tidak rasional oleh pihak lain yang ingin menghindari (hedgers) kepada pihak lain yang bersedia dan mampu mengendalikannya dengan lebih baik (speculators). Derevatif memperbaiki efisiensi perekonomian dengan memungkinkan pemakai mengenal secara pasti, mengisolir, dan mengelolah resiko harga dasar.
2) Prince Discovery
Maksud price discovery dalam hal ini adalah proses terjadinya harga suatu asset dimana seseorang bersedia membelinya dan orang lain bersedia untuk menjual asset pada harga tersebut. Jika pasar berjangka (futures) digunakan secara kompetitif, harga-harga yang terjadi pada bursa berjangka dianggap dan dipertimbangkan masyarakat sebagai refleksi penawaran dan permintaan suatu komoditi.
3) Transaction Integrity
Maksud dari transaction integrity dalam perekonomian yang hukumnya dan prasarana komersialnya belum berkembang, bursa komoditi berjangka dapat memainkan peranan penting sebagai penengah untuk menjembatani kredit sehingga merangsang bursa di dalam pembentukan harga berdasarkan pasar. Negara-negara yang sudah maju dan modern, banyak lembaga keuangan yang memanfaatkan bursa berjangka yang telah mapan, karena integritas kredit yang disediakan oleh clearing house yang dimiliki bursa. Sehingga kekuatan keuangan bursa sendiri menjadi pusat perhatian masyarakat keuangan internasional. Adanya bursa derevatif membuat keuangan lebih dipercaya.
E. Pengguna Pasar Derevatif
Munculnya pasar derevatif merupakan dampak dari kebutuhan pelaku bisnis, yang sering disebut dengan pengguna pasar deravatif, terdiri dari:
  1. Commercial users, adalah pengguna komersial futures dan options meliputi partisipan pasar tunai (komoditi dan keuangan) yang menggunakan derevatif untuk melindungi dirinya dari resiko pasar, mengalokasikan assetnya sehingga dapat melaksanakan operasi usahanya yang utama.
  2. Speculator, yang termasuk speculator adalah para peserta yang aktif dalam perdagangan futures dan options untuk mendapatkan keuntungan karena adanya pergerakan harga. Kelompok ini terdiri dari pengelola dan berjangka pelanggan besar dan kecil pada perusahaan efek, pedagang harta benda di bank komersial, dan perusahaan efek. Seorang speculator di dalam perdagangan kontrak berjangka mempunyai satu tujuan, yaitu mendapatkan keuntungan (profit) dari keberhasilannya mengantisipasi pergerakan harga.
  3. Professional user, kelompok yang termasuk dalam pengguna professional adalah meliputi perusahaan pialang, perusahaan pembuat harga dan perusahaan yang melakukan operasi arbitrase.
F. Instrumen Investasi Derevatif
1) Forward Contract
Menurut Siahaan (2008) definisi dari forward contract atau kontrak penyerahan kemudian adalah perjanjian antara dua pihak, dimana satu pihak diwajibkan menyerahkan sejumlah asset tertentu pada tanggal tertentu yang akan datang dan pihak lainnya wajib membayar sesuai dengan jumlah tertentu yang dikenakan atas asset pada tanggal penyerahan. Sebagai kesepakatan pribadi antara dua pihak, forward contract diatur secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pihak, oleh karena itu sifatnya disebut private (bergantung pada pribadi kedua belah pihak). Tujuan dari kontrak ini adalah untuk melindungi kedua belah pihak dari fluktuasi nilai asset yang mungkin terjadi selama kurun waktu tertentu, yaitu sejak kontrak ditandatangani hingga penyerahan atau pembayaran yang dilakukan.
2) Future Contract
Menurut Hull (2006) kontrak berjangka merupakan perjanjian atau kesepakatan untuk membeli atau menjual asset tertentu pada saat tententu dengan atau pada harga tertentu dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.
Future contract berbeda dengan forward contract dimana future contract bentuknya sudah standard (sudah dibuat baku), telah disekuritisasi dan diperdagangkan di pasar tententu, di tengah-tengah masyarakat. Kontrak tidak dilakukan secara pribadi oleh dua pihak, tetapi dilakukan melalui bursa yang terorganisir.
3) Kontrak Opsi
Kontrak opsi pada dasarnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu calls sebagai hak beli dan puts sebagai hak jual. Pembeli calls atau pemilik calls memiliki hak membeli asset tertentu pada harga tertentu dan tanggal tertentu di masa yang akan datang. Sebaiknya pembeli put atau pemilik put memiliki hak menjual asset tertentu pada harga tertentu dan  pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.  Harga dalam kontrak disebut strike price atau exercise price, dan tanggal pada kontrak disebut maturity date. Gaya opsi ini ada dua, gaya Eropa dan gaya Amerika. Opsi eropa dapat diexercise hanya persis pada tanggal jatuh tempo saja, sedangkan opsi Amerika dapat diexercise kapan saja sepanjang hidup opsi atau selama opsi belum jatuh tempo maupun persis pada tanggal jatuh tempo.
4) Swaps Contract
Merupakan kesepakatan antara dua pihak atau perusahaan untuk saling mempertahankan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) yang akan datang. Kesepakatan ini ditentukan secara spesifik tanggal pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan saling dipertukarkan (dibayarkan masing-masing pihak). Biasanya di dalam perhitungan telah dipertimbangkan nilai yang akan datang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan variabel-variabel lainnya yang relevan.
G.  Regulasi Derevatif
Adapun pihak-pihak yang berhak dan bertanggungjawab atas pelaksanaan kontrak derevatif adalah BAPPEBTI (Badang Pengawas Perdagangan Berjangka Komuditi) khusus untuk kontrak derevatif yang berhubungan dengan masalah komoditi. Sedangkan untuk masalah keuangan yang disebut dengan kontrak keuangan (financial) yang bertanggungjawab atas regulasinya adalah BAPEPAM (Badang Pengawas Pasar Modal).
H.  Case Study 
Apple Inc, Ltd. setuju untuk membayar  £1.000.000 untuk mesin semi konduktor pada tanggal 1 Maret. Kurs relevan Sebagai Berikut:
  • Kurs Spot pada 1 Maret                                              $1,8200
  • Kurs Forward untuk kontrak pada 30 April      $1,8050
  • Kurs Spot pada 31 Maret                                            $1,8000
  • Kurs Spot pada 30 April                                             $1,8100
Jurnal Akuntansinya:
Pada 1 Maret
Piutang Kontrak (L)                                              1.820.000
                  Keuntungan diskon ditunda                                           15.000
                  Utang kontrak                                                                1.805.000

Pada 31 Maret
Kerugian ditunda                                                  20.000
                  Piutang kontrak                                                           20.000

Referensi:
Madura, Jeff. 2006. Internasional Coeporate Financial, 8th Edition. Jakarta: Salemba Empat.
Siahaan, Hinsa. 2008. Seluk-Beluk Perdagangan Instrumen Derivative. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Hull, John C. (2006). Options, Futures and Other Derivatives, 6th Edition. Pearson International.
https://www.wekipedia.com

0 komentar:

Posting Komentar