Rabu, 24 Juli 2013

Analis “Sumber Dana Jangka Panjang”

1.      PT Djarum
a.      Manajemen Keuangan
PT. Djarum merupakan perusahan rokok kretek terkemuka di Indonesia dan menguasai pangsa pasar industri rokok kretek terbesar ke tiga di Indonesia. PT. Djarum didirikan oleh Oei Wie Gwan dari sebuah pabrik rokok kecil di Kudus yang dibelinya pada tahun 1951. Perusahaan ini nyaris punah pada saat terbakar dan saat Oei Wie Gwan wafat. Karena kegigihan dari dua bersaudara putra dari Oei Wie Gwan yang membangun kembali puing-puing yang tersisa sehingga PT. Djarum dapat tetap bertahan. Mengawali sukses dengan sigaret kretek tangan (SKT), Djarum kemudian sukses juga merambah sigaret kretek mesin (SKM). (http:// www.djarum.co.id, 18 September 2009)

PT. Djarum menempati posisi ke tiga dalam industri rokok kretek di Indonesia dengan jumlah produksi 20,9 milyar batang rokok dengan porsi SKM 9,3 milyar batang (44,5%). Pada Tahun 1985 dan 1986 PT. Djarum pernah menduduki tempat teratas dalam produksi rokok kretek dalam negeri meninggalkan PT. Gudang Garam. (Sumarno,2002 :10)
Adapun produk rokok yang diproduksi PT. Djarum Indonesia adalah Djarum Super, Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super Mezzo, Djarum Istimewa, Djarum Black, dan LA Lights
Dengan adanya beberapa perusahaan yang dibawahinya, maka perusahaan Djarum dalam menejemen keuangannya terdapat sentralisasi yaitu dengan adanya menejer keuangan pusat dan ada beberapa menejer cabang sesuai dengan perusahaan yang ada di bawahnya, seperti: .1.  PT. Anindita Multiniag Indonesia, untuk wilayah Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara dan Papua. 2. PT. Lokaniaga dipermata, untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.3. PT. Adiniaga Sentra Persada, untuk wilayah Jabotabek, sebagian Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan Barat. Dengan adanya sentralisasi tersebut, maka menejer pusat mudah untuk menjalankan  manajemen arus kas, pengendalian keuangan, dan perencanaan keuangan dalam perusahaan.
b.  Manajemen Risiko
Dengan adanya manajeman resiko dalam perusahaan, maka perusahaan mampu:

  • Mengindetifikasi risiko dan potensi kerugian
Dengan adanya hal ini perusahaan dapat memperkirakan akan kecelakaan walaupun hal ini tidak diinginkan. Sehingga perusahaan melakukan beberapa hal yang dapat menghindarinya.
  • Mengatur frekwensi dan parahnya kerugian serta dampaknya
Dengan ini perusahaan mampu memprediksikan apakah dengan jumlah transportasi yang banyak bisa mengurangi penumpukan pengiriman barang, maka harus dilakukan penambahan
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik yang terbaik untuk menangani kerugian
Dengan adanya dua hal diatas, maka perusahaan dapat memutuskan sara penanganan atas peristiwa yang diperidiksikan melalui ” penghindaran, pengendalian, penahanan, pengalihan resiko.
  • Menerapkan program manajemen risiko
  • Memantau hasil
Dengan segala hal telah dilakukan maka, perusahaan memantau jalannya perogram manajemen risiko
 2.      PT PERTAMINA
           a.      Manajemen Keuangan
Didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 “Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Negara (Pertamina) Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)”
Dengan demikian, karena perusahaan ini ada dibawah tangan pemerintah maka, secara otomatis proses keuangan dikelolah oleh negara. Walaupun demikian dalam pertamina juga terdapat devisi keuangan yang menangani masalah keuangan perusahaan. Selain itu, juga ada yang namanya sentralisasi bagian keuangan yang ada di perusahaan cabang. Hal demikian yang dapat mempermudah devisi keuangan dalam mengatur dan memproses keuangan perusahaan.
                  b.  Manejemen Risiko
Dengan adanya manajeman resiko dalam perusahaan, maka perusahaan mampu:
  • Mengindetifikasi risiko dan potensi kerugian
Dengan adanya hal ini perusahaan dapat memperkirakan akan kecelakaan walaupun hal ini tidak diinginkan. Sehingga perusahaan melakukan beberapa hal yang dapat menghindarinya.
  • Mengatur frekwensi dan parahnya kerugian serta dampaknya
Dengan ini perusahaan mampu memprediksikan apakah dengan jumlah transportasi yang banyak bisa mengurangi penumpukan pengiriman barang, maka harus dilakukan penambahan
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik yang terbaik untuk menangani kerugian
Dengan adanya dua hal diatas maka, perusahaan dapat memutuskan sara penanganan atas peristiwa yang diperidiksikan melalui ” penghindaran, pengendalian, penahanan, pengalihan resiko.
  • Menerapkan program manajemen risiko
  • Memantau hasil
Dengan segala hal telah dilakukan maka, perusahaan memantau jalannya perogram manajemen risiko
3.      PT Bentoel Prima
           a.      Manajemen Keuangan
Perusahaan ini merupakan induk dari beberapa perusahaan yang menjalankan usaha di bidang industri rokok yang biasa dikenal dengan nama Bentoel. Sejarah Bentoel di mulai pada saat Ong Hok Liong mendirikan industri rokok rumahan yang dinamakannya “Strootjes Fabriek Ong Hok Liong” pada tahun 1930. Industri rumahan tersebut berubah nama menjadi N.V Pertjetakan Hien An pada tahun 1951. Empat tahun kemudian nama perusahaan kembali diubah menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel.
Pada akhir tahun 60an, Bentoel adalah produsen rokok pertama yang memproduksi sigaret kretek mesin (SKM) berfilter di Indonesia. Bentoel juga merupakan produsen pertama yang menggunakan plastik sebagai pembungkus kemasan. Inovasi tersebut kemudian menjadi acuan di industri rokok kretek nasional. Pada dekade 70an dan 80an, Bentoel tumbuh dengan pesat, dan menjadi salah satu pemain utama dalam industri rokok dalam negeri.
Perusahaan ini sama dengan beberapa perusahaan yang telah dikemukakan sebelumnya. Pada perusahaan bentoel terjadi sistem sentaralisasi pada devisi keuangan. Hal ini terjadi karena, diinginkannya ketelitian kejelasan keuangan serta untuk mempermudah informasi keuangan perusahaan karena jarak perusahaan cabang yang berjauhan.
       b.  Manejemen Risiko
Dengan adanya manajeman resiko dalam perusahaan, maka perusahaan mampu:
  • Mengindetifikasi risiko dan potensi kerugian
Dengan adanya hal ini perusahaan dapat memperkirakan akan kecelakaan walaupun hal ini tidak diinginkan. Sehingga perusahaan melakukan beberapa hal yang dapat menghindarinya.
  • Mengatur frekwensi dan parahnya kerugian serta dampaknya
Dengan ini perusahaan mampu memprediksikan apakah dengan jumlah transportasi yang banyak bisa mengurangi penumpukan pengiriman barang, maka harus dilakukan penambahan
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik yang terbaik untuk menangani kerugian
Dengan adanya dua hal diatas maka, perusahaan dapat memutuskan sara penanganan atas peristiwa yang diperidiksikan melalui ” penghindaran, pengendalian, penahanan, pengalihan resiko.
  • Menerapkan program manajemen risiko
  • Memantau hasil
Dengan segala hal telah dilakukan maka, perusahaan memantau jalannya perogram manajemen risiko
4.      PT. KHALIFAH NIAGA LANTABURA
            a. Manjemen Keuangan
Perusahaan yang bergerak dibidang perencanaan dan pembangunan industri minyak goreng, kelapa sawit, gula, ethanol, air mineral, dll. Dan sekarang kantor pemasarannya di Yogyakarta, hadir untuk menjadi solusi dan memudahkan masyarakat di Indonesia dalam upayanya merintis atau memajukan usaha dari segi pembangunan berbagai jenis industri.
Adapun menejemen keuangan perusahaan ini sebagaimana perusahaan -perusahaan kecil laininya, tidak terdapat sentralisasi bagian keuangan disebabkan karena tidak memiliki perusahaan cabang yang di tanganinya. Dan demi efisiensi biaya operasi perusahaan.
          b. Manejemen Risiko
Dengan adanya manajeman resiko dalam perusahaan, maka perusahaan mampu:
  • Mengindetifikasi risiko dan potensi kerugian
Dengan adanya hal ini perusahaan dapat memperkirakan akan kecelakaan walaupun hal ini tidak diinginkan. Sehingga perusahaan melakukan beberapa hal yang dapat menghindarinya.
  • Mengatur frekwensi dan parahnya kerugian serta dampaknya
Dengan ini perusahaan mampu memprediksikan apakah dengan jumlah transportasi yang banyak bisa mengurangi penumpukan pengiriman barang, maka harus dilakukan penambahan
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik yang terbaik untuk menangani kerugian
Dengan adanya dua hal diatas maka, perusahaan dapat memutuskan sara penanganan atas peristiwa yang diperidiksikan melalui ” penghindaran, pengendalian, penahanan, pengalihan resiko.
  • Menerapkan program manajemen risiko
  • Memantau hasil
Dengan segala hal telah dilakukan maka, perusahaan memantau jalannya perogram manajemen risiko
5.      PT SINAR SOSRO
                a.      Manajemen Keuangan
PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan pertama Indonesia dan di dunia yang berani mengolah dan menjual teh dalam kemasan untuk dijual kepada masyarakat. Dengan Iklan “Apapun Makananya Minumnya Teh Botol Sosro”, telah merebut hati masyarakat. Produk – produk SOSRO berhasil menjangkau konsumen diseluruh pelosok propinsi di Indonesia.
Perusahaan ini juga seperti beberapa perusahaan yang telah dikemukakan sebelumnya. Pada perusahaan SINAR SOSRO tidak terjadi sistem sentaralisasi pada devisi keuangan. Hal ini terjadi karena, diinginkannya pantauan penuh dari devisi tersebut. Selain itu, tidak memiliki perusahaan cabang, sehingga dengan sistem ini  tidak banyak memakan biaya.
        b. Manejemen Risiko
Dengan adanya manajeman resiko dalam perusahaan, maka perusahaan mampu:
  • Mengindetifikasi risiko dan potensi kerugian
Dengan adanya hal ini perusahaan dapat memperkirakan akan kecelakaan walaupun hal ini tidak diinginkan. Sehingga perusahaan melakukan beberapa halyang dapat menghindarinya.
  • Mengatur frekwensi dan parahnya kerugian serta dampaknya
Dengan ini perusahaan mampu memprediksikan apakah dengan jumlah transportasi yang banyak bisa mengurangi penumpukan pengiriman barang, maka harus dilakukan penambahan
  • Mengevaluasi alternatif dan memilih teknik yang terbaik untuk menangani kerugian
Dengan adanya dua hal diatas maka, perusahaan dapat memutuskan sara penanganan atas peristiwa yang diperidiksikan melalui ” penghindaran, pengendalian, penahanan, pengalihan resiko.
  • Menerapkan program manajemen risiko
  • Memantau hasil
Dengan segala hal telah dilakukan maka, perusahaan memantau jalannya perogram manajemen risiko

0 komentar:

Posting Komentar