Rabu, 24 Juli 2013

ALBERT EINSTEIN

PENDAHULUAN
Cerita Awal Memilih dan Mengenal Sang Tokoh Idola
Sejak duduk di bangku MTs dulu aku senang mempelajari pelajaran IPA dan MATEMATIKA. Karena kedua pelajaran tersebut menurutku mudah dipelajrii dan dipahami. Selain itu kedua pelajaran tersebut sifat pasti. Artinya semua teori yang ada di dalamnya sesuai dengan fenomena yang ada. Di saat pelajaran berlangsung aku banyak mendengar dari guru IPAku Bapak Nadzar Sudarso, S.Ag. tentang tokoh-tokoh ilmuan abad terdahulu yang sangat erat hubungannya dengan permasalahan-permasalahan yang ada di dunia FISIKA khususnya. Beliau menceritakan satu-persatu dari mereka beserta penemuannya yang sangat berpengaruh di tengah-tangah manusia. Seperti Einstein yang terkenal dengan teori relativitasnya, Benjamin Franklin yang terkenal dengan teori listrik statisnya, dan para ilmuan yang lainnya. Setelah mendengar semua cerita itu akhirnya aku tertarik dan memilih Einstein sebagai tokoh idolaku.

Alasan Memilih Tokoh
Mengapa aku memilih Einstein  sebagai tokoh yang sangat diidolakan padahal masaih banyak tokoh-tokoh yang lain yang mungkin kemampuannya melebihi tokoh yang aku idolakan, tentu hal ini memilki alasan tersendiri. Selain ketenarannya dalam dunia penemuan khususnya teorinya relativitas. Ia juga merupakan seseorang politikus dan agamawan termuka di zaman Adolf Hitler dan Nasi. Beliau rela meninggalkan semua ragam penemuannya demi ketentraman dan keamanan Negaranya dalam melawan kedua manusia yang tidak beradap itu. Dan akhirnya beliau ditawari untuk menjadi Presiden Israel, akan tetapi beliau menolaknya.
MENGENAL TOKOH IDOLA

Nama dan Asal Usulnya
Keluarga Einstein secara resmi adalah bangsa Yahudi. Tahun 1180an menjadi saksi kembalinya prasangka, perasaan, dan aksi lama yang anti orang Yahudi. Ini disebut anti semit. Pada masa itu, anti-semit terutama sangat kuat di Jerman. Orang-orang Yahudi dipersalahkan untuk berbagai masalah dan kesulitan, termasuk kesulitan keuangan. Pada akhir tahun 1890an, Einstein ingin menjaga jarak dengan Jerman dengan menjadi warga negara Swiss.

Detik-detik Tokoh Idolaku Dilahirkan
Albert Einstein lahir tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Jerman Selatan. Ibunya bernama Pauline, dan Ayahnya bernama Herman Eintein, adalah seorang insinyur listrik yang pindah ke kota Munich yang tidak jauh dari sana ketika Albert baru berumur setahun. Herman bergabung dengan saudaranya, Jacob, untuk mendirikan perusahan pembuatan alat-alat dan perkakas listrik. Perlistrikan adalah bisnis besar pada abad ke-19, tetapi resiko kerugiannya juga tidak kalah besar.

Sejarah Perjalanan Pendidikan Tokoh Idolaku
Pendidikan pertama yang Einstein rasakan yaitu di Jerman. Di sekolahnya Ia perkembangannya lambat dan suka melamun. Sehingga di rumahnya, pamannya membantu mengembangkan minatnya dalam bidang MATEMATIKA. Einstein juga tertarik pada magnet dan bagaimana kerjanya. Akan tetapi ibunya mendorongnya dalam bidang kesusastraan dan musik.
Setelah itu Einstein bingung untuk melanjutkan studinya. Kebanyakan Universitas yang ada menolaknya, kerena Ia tidak mempunyai ijazah. Namun Institut Teknologi Federal Swis di Zurich (ETH yang terkenal) merimanya asalkan Ia lulus dari ujian masuk. Dan ternyata Einstein gagal mengikuti ujian masuk tersebut. Sehingga Ia kembali ke sekolahnya di Aarau,  dekat Zurich.
Di sana Ia diajari oleh guru FISIKAnya untuk mengangkat minatnya, August Tuschmid. Setahun kemudian Einstein lulus ujian masuk ETH dan mengawali studinya di sana  pada tahun 1896.

RIWAYAT KETOKOHANNYA

Perjalanan Tokoh Idolaku Mencapai Puncak Karirnya.
Pada saat di kuliahnya Ia melakukan percobaan yang berani. Ia mencoba mendeteksi eter yang dianggap sebagai media pembawa cahaya dan jenis-jenis gelombang elektromagnitik yang lain. Sayangnya percobaan itu berantakan, dan Ia nyaris celaka hebat. Dan juga Ia banyak mempelajari karya-karya ahli FISIKA terkenal, sekitar 200 tahun sebelumnya, Sir Isaac Newton yang menciptakan teori dan persamaan untuk menjelaskan dasar-dasar materi, gaya, gerakan ,dan gravitasi. Ini yang menjadi dasar ilmu FISIKA.
Tahun 1900an Einstein meninggalkan ETH di Zurich. Ia berkeinginan menjadi dosen, tetapi setelah sempat mengajar tidak tetap di sana sini dan berakhir dengan jabatan di Kantor Paten Swis, di Bern. Ia bekerja di sana mulai tahun 1902-1909. Di luar jam kerjanya Ia meneruskan diskusinya dengan rekan-rekan dari ETH, termasuk Meleva Maric, seorang ahli MATEMATIKA dari Serbia. Tahun 1903an, Ia dan Meleva menikah dan dikaruniai dua orang anak.
Selain itu Einsten juga melakukan pekerjaan ilmiahnya terutama pada waktu-waktu luang. Ia tidak memiliki keuntungan seperti mereka yang melakukan riset penuh waktu, seperti jam-jam panjang untuk berdiskusi dengan rekan-rekan ilmuwan, atau membaca jurnal-jurnal ilmiah terbaru. Pada tahun 1905an, Ia menerbitkan tiga artikel yang sangat penting. Ketiga artikel tersebut  berhubungan dengan gerakan partikel-partikel kecil yang berada dalam gas atau cairan. Efek ini sudah terlihat bertahun-tahun yang lalu, oleh ahli tanaman Skotlandia, Robert Born.
Artikelnya yang lain pada tahun 1905 dari Einstein adalah tentang energi dan cahaya yang diubah menjadi energi listrik. Ini terjadi ketika cahaya mengenai logam-logam tertentu. Energi dalam cahaya disorotkan pada partikel-partikel logam yang disebut dengan Elektron. Yang mengakibatkan mereka meleset lepas (dibebaskan) dari logam dengan kecepatan tinggi.
Pada tahun yang sama Einstein juga menerbitkan apa yang kemudian menjadi terkenal sebagai teori khusus relativitas, “Khusus” karena itu hanya bisa ditetapkan pada kondisi khusus. Akan tetapi gagasan utama dari teori itu, dan apa yang diramalkannya, bisa dijelaskan dengan cara sederhana.

Karya, Jasa dan Pengabdian
  1. Pada tahun 1905 Einsten menerbitkan tiga artikel yang sanga penting  yang berisi tentang gerakan partikel-partikel kecil yang berada dalam gas atau cairan dan tentang energi yang diubah menjadi energi listrik. Serta teori relativitasnya yang banyak dikenal oleh para ilmuwan lainnya.
  2. Pada tahun 1913 Einstein menduduki posisi puncak di Eropa sebagai ahli FISIKA sekaligus Profesor dan Direktur Institut Kaiser Wilhelm di Berlin. Ia mengabdikan dirinya di Institut ini sampai  pada tahun 1933.
  3. Pada tahun 1920 Einstein melawan tujuan dunia politik dan militer Jerman. Ketika Adolb Hitler dan Nazi berkuasa tahun 1833 dengan menyatakan bahwa politik dan agamanya yang dibawanya membahayakan dirinya dan memutuskan untuk tidak kembali ke Jerman.
  4. Dalam riwayat hidupnya Einstein juga mendukung gerakan untuk mendirikan Negara Yahudi merdeka di Timur Tengah. Dan ini terjadi pada tahun 1948, dengan dibentuknya negara Israel, akhirnya Ia ditawari posisi sebagai presiden Israel, tapi Einsten menolak tawaran itu.
Pengaruh Ketokohannya Dalam Berbagai Bidang
Pada beberapa dasawarsa para astronom menemukan benda-benda menakjubkan yang ada di ruang angkasa sana, seperti kwasar, pulsar, dan lubang hitam. Dalam situasi ini, gaya gravitasinya amat luar biasa, dimana ruang waktu sangat mendukung. Maka, relativitas adalah gagasan dasar dibalik semua riset ini. Ini juga digunakan untuk gagasan letusan besar, ketika alam semesta menjadi ada. Selain itu, relativitas juga menjadi alat sehari-hari bagi para ahli fisika yang meneliti susunan materi dan gaya yang menyatukannya. Sehingga teori ini memiliki sejarah yang berbeda dari sejarah-sejarah teori yang lainnya.

Falsafah Hidup dan Fatwa-fatwanya
  1.  “Aku berfikir maka aku ada”.
  2. “Tempat dan waktu itu bersifat relatif”
  3. “Genius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat”
  4. “Tidak semua yang dapat dihitung akan diperhitungkan, sebaliknya tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung”.
  5. “Penemuan-penemuan besar dilakukan oleh orang-orang muda……jadi bagi saya, masa itu telah berlalu”.
  6. “Hening adalah menajamkan pikiran. Sunyi itu menyuruh berfikir, berfikir itu pangkal kehidupan”.
  7. “Imajinasi itu lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi melingkupi dunia”.
Detik-detik Akhir Hayatnya.
Pada detik-detik terakhir dari riwayat hidupnya Einstein tinggal di Princeton. Ia orangnya pemalu, tidak menonjol, dan  lemah lembut. Ia tidak menggunakan kemashurannya untuk mencari kekuasan atau kekayaan. Ia lebih suka hidup tenang dan menikmati musik dan berlayar. Disamping itu Einstein masih terus mencari teori yang bisa menyatukan gravitasi, elektromaknitisme, dan jenis-jenis gaya dan energi lainnya dalam satu rangkaian perhitungan matematika. Itu adalah bagian dari usahanya untuk menemukan cara kerja dasar alam semesta.
Pada tahun 1950 Einstein masih aktif dalam dunia politik dan sains. Ia memancarkan protes terhadap penyelidikan dan pembantaian orang-orang yang dianggap berhubungan dengan komunis, yang disebut sebagai aktivistas yang bukan Amerika. Ia juga berkampanye untuk mengakhiri semua senjata nuklir. Walaupun tadinya Ia ikut mendorong tentara AS untuk membuat bom atum pertama pada perang dunia kedua.
Bahkan menjelang akhir hayatnya Einstein sempat menghasilkan artikel-artikel ilmiah yang banyak diminati oleh para ilmuwan baik karena segi bahasanya lebih-lebih masalah pemikirannya. Setelah itu Ia tidak lagi bekerja dalam pusat masyarakat ilmiah. Namun ketika Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1955 di Princeton, dunia tahu bahwa mereka kahilangan salah satu pamikir ilmiah terbesar sepanjang masa.

Kesan-kesan Penulis Tentang Tokoh Idola.
Einstein merupakan seorang ilmuwan yang termashur pada abad 20 yang terkenal dikalangan ilmuwan lainnya yaitu dengan teori relativitasnya yang membuat mereka terkejut dan kehilangan pikiran. Dengan teorinya, dalam kehidupan ini kita hanya bisa merasakan dengan mudah tanpa bersusah payah menggunakan dan memanfaatkan teori tersebut.
Dengan sifatnya yang ulet, tidak putus asa, lemah lembut dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil kaca perbandingan untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari menuju kehidupan yang lebh berarti dari sebelumnya.

Usaha-usaha Penulis Meniru Jejak Perjalanannya
Dalam segala hal yang seseorang inginkan atau citakan tentu terdapat banyak sarat dan perjuangan keras yang dibutuhkan untuk menggapai keinginan dan cita-cita tersebut. Sebagai manusia yang lemah sudah seharusnya kita bertawakal pada lillahil ‘alamien, namun setelah kita berusaha, berdo’a dan kemudian kita bertawakal pada Allah SWT.
Adapun usaha yang penulis lakukan untuk menjadi seperti sang tokoh walaupun tidak seutuhnya, antara lain :
  • Berusaha untuk selalu belajar dengan teguh dan giat.
  • Berusaha untuk selalu mandiri dan bekerja keras dalam melakukan sesuatu yang ingin dituju.
  • Berusaha sejak dini dengan rencana-rencana yang akan dilakukan pada masa yang akan dating.
  • Berusaha terus dengan banyak melakukan percobaan.”Coba dan perhatikanlah nicaya kamu akan menjadi orang yang tahu.”
  • Untuk menjadikan semua ini penulis mohon do’a restu dari semua pihak yang berkaitan, karena semua itu tidak akan bisa terjadi tanpa adanya dukungan yang kuat dan tinggi.
Akhirnya semoga dengan usaha-usaha tersebut penulis bisa mengikuti jejak-jejak sang idola, dan dapat mencapai segala cita-citanya sesuai dengan keinginanan yang membeku dalam benak penulis.

Do’a dan Harapan
Dengan ini penulis senantiasa berdo’a agar apa yang telah dilakukan beliau semasa hidupnya dapat bermanfaat bagi semua orang khusunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern di dunia Sains. Kemudian penulis mengharap kepada semua pihak yang telah berjasa dalam hidup ini, kepada :
  1. Ayanhanda dan Ibunda tercinta agar selalu mendukung penulis dalam semua bidang guna tercapainya cita-cita.
  2. Bapak Kyai dan Ibu Nyai untuk selalu memberikan bimbingan dan saran kepada penulis dalam menjalani kehidupan ini.
  3. Kepada segenap Guru-guru agar selalu memberikan motivasi dan teguran-teguran sebagai perbaikan bagi penulis di masa-masa yang akan datang.
  4. Kepada teman-teman seperjuangan agar saling mengajak kejalan yang benar dan saling menolong dalam segala hal.
DAFTAR PUSTAKA
Mandjani, Esther S, Seri Penemuan ilmiah Albert Einstein dan relativitas, Cet. I, Quality Press, Jakarta, 1998
Hart, Michael H. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, Cet. II, Pustaka Jaya, Jakarta, 1982
Rich, Addison, Sukses Berawal Dari Ketulusan Hati, Cet. I, Cakrawala, Yogyakarta, 2006
Rich, Addison, Rahasia Kekayaan Sejati, Cet. I, Cakrawala, Yogyakarta, 2006
Astari, Sita, Cowok-Cowok T.O.P B.G.T., Cet. I, Mizan Pustaka, Bandung, 2004
Sani, Moh. Mahmud, Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas IV TMI, Cet.I, Al-Amien Printing, Sumenep, 2000
Ensiklopedi MATEMATIKA & PERADABAN MANUSIA, Tarity Samudra Berlian, Jakarta, 2006

0 komentar:

Posting Komentar