at Ranukumbolo Bersama Asisten Lab. Akuntansi

Sesungguhnya mukmin yang satu dengan yang lainnya adalah bersaudara

Pembekalan at KANWIL Dirjen Pajak Jatim III

Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu (pengetahuan) diantara kalian.

Weekend at Sempu Island

Safir tajid iwadhan amman tufariquhu # fanshab fainna ladzidzal aisyi fin-nashabi.

Outbound Pimpinan Harian dan Kader IMM

Belajar, Bermain, dan Berlatih

Keluarga Lab Akuntansi saat Yudisium

Meraih cita cita sampai di penghujung sana

Saat Liburan di WBL and Gua Maharani

Yaa Sekali Kali Tau Wisata Jawa Timur lah....

Tantangan Pertama RPL HMJ Akuntansi

Setiap Kalian Adalah Pemimpin dan Bertanggungjawab atas Apa yang Dipimpinnya

MEMORY TMOL DAN TKDA HMJ AKUNTANSI 2012

Pemimpin yang baik itu apabila melahirkan generasi yang lebih baik darinya

Kamis, 21 November 2013

HAKEKAT HIDUP MANUSIA?


HAKEKAT MANUSIA

       Qur’an Surat  as-Sajdah ayat 7-9
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia CIPTAKAN SEBAIK-BAIKNYA dan Yang memulai penciptaan MANUSIA DARI TANAH. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia MENYEMPURNAKAN dan meniupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur
  
      Qur’an Surat ath-Thin ayat 4
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam BENTUK YANG SEBAIK-BAIKNYA

An-Nisa’ ayat 28
“Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumNya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan LEMAH

      Al-ma’arij ayat 19-21
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat KELUH KESAH LAGI KIKIR. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”

MANUSIA SEBAGAI HAMBA ALLAH

      Qur’an Surat adz-Dzariyat ayat 56
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka MENYEMBAH-KU

      Qur’an Surat al-Bayyinah ayat 5
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya MENYEMBAH ALLAH dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus”

 
MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH
      Qur’an Surat al-Baqoroh ayat 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang KHALIFAH di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui

      Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar
“Ketahuilah… Setiap dari kalian adalah PEMIMPIN yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya”

PENTINGNYA INTELEKTUALITAS DAN KOMITMEN DALAM HIDUP MANUSIA

       Qur’an Surat al-Mujadalah ayat 11
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang BERIMAN diantaramu dan orang-orang yang diberi ILMU PENGETAHUAN beberapa derajat…”

      Qur’an Surat al-Baqoroh Ayat 31
“Dan Dia MENGAJARKAN kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar”

      Qur’an Surat Fussilat ayat 30
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka ISTIQOMAH, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”

      Qur’an Surat ash-Shaff ayat 4
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang BERJUANG DI JALAN-NYA dalam BARISAN YANG TERATUR, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

       Qur’an Surat al-An’am 162
“Sesungguhnya SHALATKU, IBADAHKU, HIDUPKU DAN MATIKU hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”

f.        Qur’an Surat al-Mu’minun ayat 8
“Dan orang-orang yang memelihara AMANAT-AMANAT (yang dipikulnya) dan JANJINYA

Senin, 18 November 2013

Manajemen Laba, Apakah Termasuk Fraud?

 A.     PENDAHULUAN
Manajemen laba sebagai suatu proses yang dilakukan dengan sengaja dan tujuan tertentu, dalam batasan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU/GAAP), untuk mengarah pada suatu tingkat yang diinginkan atas laba yang dilaporkan oleh manajemen. Praktek ini dibeberapa dekade terakhir terus berkembang di berbagai binis melakukan praktek manajemen laba sebagai alat untuk mempercantik dan merekayasa laporan keuangan suatu perusahaan.
Hal ini terjadi merupakan akibat dari hubungan asimetri antara manajemen, pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tingkat kepentingan (keinginan) yang satu sama lain tidak sama, saling bersebrangan. Manajemen menginginkan bonus yang tinggi (misalnya) dengan meningkatkan laba perusahaan pada tahun yang bersangkutan. Sementara para pemegang saham, berusahan untuk menurunkan labanya (misalnya) dengan tujuan ingin menarik sahamnya kembali, dll.

Selasa, 08 Oktober 2013

AKUNTANSI FORENSIK DAN FRAUD EXAMINATION, APA DAN BAGAIMANA? *introduction


Oleh: Moh. Faisol
*Materi Kuliah PPAk

PENDAHULUAN

Munculnya istilah Forensik dalam dunia akuntansi menakjubkan banyak pihak, karena memang keahlian ini sebelumnya banyak ditemukan pada dunia medis dan kedokteran yang dijakan sebagai bahan (bukti) kesaksian saat terjadi sengketa di pengadilan. Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan Pusat Bahasa mendefinisikan forensik secara terbatas yaitu 1) forensik merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan pemaparan fakta medis pada masaalah hukum, 2) ilmu bedah yang bekaitan dengan penentuan identitas mayat seseorang yang ada kaitannya dengan kehakiman dan peradilan[1]. Namun Merriam Webster’s Collegiate Dictionary forensik dalam bidang akuntansi diartikan sebagai penerapan disiplin akuntansi pada masalah hukum[2].

Rabu, 04 September 2013

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN



Kerangka dasar merupakan suatu pondasi atau bingkai (frame) yang mendasari sesuatu. Menurut Kieso (2008)[1] kerangka dasar atau kerangka kerja konseptual (conseptual framework) diartikan dengan suatu sistem hoheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batasan-batasan (akuntansi keuangan dan laporan keuangan). Sehingga kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan menjadi sebuah acuan dan asas utama dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas dengan andal, akuran, dan relevan yang nantinya mampu menghasilkan informasi yang berterima umum, tidak bias.


[1]Kieso, dkk, 2008. Intermediate Accounting: 12 Edition. Jakarta: Penerbit Erlangga

Rabu, 24 Juli 2013

Ciri-ciri hamba Allah SWT dalam Surat Al-Furqon

Allah SWT menyebutkan beberapa ciri-cirihambanya yang termasuk dalam golongan-Nya, yaitu Hamba Allah Yang Maha Pengasih dalam surat al-Furqon ayat 63 s/d 68, antara lain sebagai berikut: 

1. Orang-orang yang berjalan dimuka bumi dengan redah hati
Berarti orang yang hidup di dunia dengan penuh kerendahan akan hatinya, tidak sombong dalam kehidupan sehari-harinya, walaupun dalam kondisi apapun, baik dalam keadaan senang, misalnya mendapatkan penghormatan jabatan. Namun dengan jabatannya yang diiterimanya dia tidak membanggakan dirinya sampai-sampai menimbulkan sifat anggkuh dan riya’. Misalnya memiliki harta yang lebih, mereka tidak menindas golongan lainnya yang dinilai masih miskin dll.

MINTA TOLONGLAH DENGAN SABAR DAN SHALAT

Allah SWT sebagai Sang Kholik, Maha Adil, dan Maha Menolong terhadap hambaNya yang selalu memohon kepadaNya. Baik itu dalam keadaan duka maupun bahagia. Karena Dialah satu satunya sang pemberi pertolongan. Sebagai makluk dan ciptaanNya tentunya kita selalu melakukan hal-hal yang kadang kalah merasa susah dan berat, yang pada dasarnya semua itu tidak melebih dari kemampuan kita sendiri, sebagaimana firmannya:

Derevatif Dalam Keuangan Internasional

A. Pendahuluan
Terbukanya dunia global diantara bangsa-bangsa bukan merupakan hal positif saja yang dapat diperoleh, melainkan dampak negatif pun harus dinikmati. Bermula dengan meluasnya ekonomi dan bisnis internasional dan terbuka lebar di belahan dunia, semakin mendorong terjadinya resiko bisnis yang semakin besar. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena memang transaksi atas kegiatan ekonomi dan bisnis global banyak dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak pasti, misalnya saja kurs mata uang. Kurs mata uang merupakan faktor penting  yang menetukan harga sebuah transaksi antar Negara yang melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis. Ketika nilai kurs (dollar) menguat, maka akan memberikan sinyak bagi negara-negara yang melakukan transaksi dengan mata uang dollar akan mengurangi impornya atau transaksinya, kondisi ini akan merugikan bagi importir.

Pajak Tangguhan PSAK 46

PENDAHULUAN

Pajak sebagai iuran wajib kepada kas negara merupakan hal yang harus dijunjung tinggi keberlangsungannya, baik ketaatan masyarakat dalam menyetor pajak, ataupun keakuratan perhitungan pajak itu sendiri. Pembayaran pajak di Indonesia masuk dalam kas negara sekitar 75% dari jumlah kas yang ada. Sehingga pajak dominan berpengaruh terhadap penusunan anggaran belanja negara. Tetapi masih banyak masyarakat di lapisan bumi pertiwi ini yang tidak dasar akan pajak dan bahkan memanfaatkan uang pajak untuk memperkaya diri sendiri, kelompok, dll.

KONSEP AKUNTANSI SYARI’AH

PENDAHULUAN
 
Menginjak era informasi dan teknologi yang semakin menyatuh dengan diri manusia, perlu dikembangkan dan dipertahankan sistem akuntansi yang relevan dengan perkembangan zaman dan tidak melenceng dari koridor-koridor syari’ah Islam. Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia akuntansi digegerkan oleh beberapa kasus diluar konsep akuntansi yang ada dan merugikan orang banyak. Keberadaan akuntansi konvensioanal yang beraliansi komunis dan sosialis diadopsi dari nilai-nilai barat mulai beberapa abad silam.

Pakaian yang Benar Di Kampus

PENDAHULUAN
Adanya berbagai kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang serba canggih dan cepat dapat menghasilakan produk-produk yang beraneka ragam yang digunakan untuk kebutuhan manusia. Salah satu aspek yang sangat berkembang dan dapat mempengaruhi kehidupan manusia adalah industri pakaian. Pakaian pada dasarnya adalah kebutuhan primer (pokok) yang sangat dibutuhkan oleh manusia di dunia dan perkembanganya cukup signifikan, hal ini  terbukti dengan berdirinya pabrik-pabrik pakaian dengan berbagai model dan bahan yang sangat bervariasi diseluruh dunia, khususnya di Indonesia.

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum kemerdekaan
Berdasarkan sejarah yang telah tersirat bahwa bangsa Indonesia memiliki menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan bangsa. Dengan munculnya Kerajaan Sriwijaya (dari abad ke-7 Masehi) memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Hal ini diketahui dari beberapa prasasti, diantaranya

Analis “Sumber Dana Jangka Panjang”

1.      PT Djarum
a.      Manajemen Keuangan
PT. Djarum merupakan perusahan rokok kretek terkemuka di Indonesia dan menguasai pangsa pasar industri rokok kretek terbesar ke tiga di Indonesia. PT. Djarum didirikan oleh Oei Wie Gwan dari sebuah pabrik rokok kecil di Kudus yang dibelinya pada tahun 1951. Perusahaan ini nyaris punah pada saat terbakar dan saat Oei Wie Gwan wafat. Karena kegigihan dari dua bersaudara putra dari Oei Wie Gwan yang membangun kembali puing-puing yang tersisa sehingga PT. Djarum dapat tetap bertahan. Mengawali sukses dengan sigaret kretek tangan (SKT), Djarum kemudian sukses juga merambah sigaret kretek mesin (SKM). (http:// www.djarum.co.id, 18 September 2009)

BARU SADAR KALAU BANGSA KU SEPERTI INI

Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur keperhasilan suatu bangsa, karena dunia pendidikanlah yang melakukan pengkaderan generasi-generasi bangsa Indonesia, mulai Taman Kanak-Kanak (TM) atau Raudatul Athfal, Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtida’iyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah ‘Aliyah (MA) dan sampai Perguruan Tinggi atau Jami’ah. Semua itu merupakan instrument yang menghantarkan generasi bangsa kedepan. Model pembelajaran dikemas dengan sedemikian rupa baik mulai pelajaran moral, agama, keterampilan dan bahkan nilai-nilai kebangsaan yang terus dikembangkan. Sistem pendidikan yang tiada hentinya melakukan pembenahan semata-mata untuk meningkatkatkan kualitas SDM generasi bangsa kedepan.

Lady Gaga: Antara Seni, Moralitas, dan Komunisme

Fenomena yang mengguncang Negara kebanggaan kita Indonesia terus bertubi-tubi setelah jatuhnya pesawat Sukhoi C100 di Gunung Salak Bogor, para pemimpin umat diuji dengan rencana digelarnya konser music Internasional pada tanggal 2 Juni bulan depan, yaitu penyanyi asal Amerika Lady Gaga yang akan tampil di tengah-tengah masyarakat muslim, setelah sempat touring diberbagai Negara tetangga. Rencana digelarnya konser tersebut banyak mengandung kontroversi baik secara Seni, Moralitas dan Kapitalisme.

Era Globalisasi Desak Perbankan Ala Syari’ah

Judul Buku
:
Undang-undang Perbankan Syari’ah; Titik Temu Hukum Islam dan Hukum Nasional
Penulis
:
Zubairi Hasan
Penerbit
:
Rajawali Pres
Tebal Buku
:
x, 316 hlm., 21 cm.
Cetakan
:
I, Januari 2009
Harga Buku
:
Rp. 42.550,-
Peresensi
:
M. Faisol

Seiring dengan perkembangan teknolongi dan informasi dalam segala aspek kehidupan manusia, terutama dunia ekonomi dan bisnis yang terjadi sehari-hari. Ekonomi dan bisnis merupakan dua sisi yang tidak terlepas dari aktivitas transaksi (mu’amalah), dimana pelaksanaannya sering menyimpang dari batasan-batasan hukum syari’ah.

Analisis Film Peradaban “10,000 BC”

Suku Yagahi adalah salah satu suku yang tinggal di lembar Gunung Besar, yang terletak di Pegunungan Putih. Mata pencahariannya adalah memburu hewan perkasa yaitu Mannak (Gajah Besar). Suku ini dilanda krisis kelaparan berkepanjangan, sehingga mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Walaupun bekerja keras kadangkala mereka belum juga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehidupan mereka gelisah akan kelaparan. Meskipun demikian, mereka tetap sabar menghadapi semua itu.

Mereka berusaha untuk meninggalkan kegelisahan yang menimpanya dan takut akan kehidupan keturunannya nanti merasakan nasib yang sama. Semua itu disebabkan oleh Mannak yang jarang datang (mencari makan) ke lembah suku Yagahi. Karena mereka hanya memiliki satu pekerjaan, memburu mannak. Ketika Mannak tidak ada, begitulah keadaan suku tersebut.

Keuangan Syari’ah Pondasi Perekonomian Dunia

Judul Buku   : Pengantar Keuangan Islam
Penulis          : Zamir Iqbal dan Abbaz Mirakhor
Penerbit        : Kencana
Tebal Buku   : viii, 416 Halaman
Cetakan        : I, September 2008
Peresensi      : M. Fais0l
Ekonomi merupakan salah satu bagian vital yang tidak terlepas dari masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Sampai sekarang keadaan ekonomi Negara kita masih diambang kemajuan yang semakin membaik dilihat dari sisi perhitungan angka dan data statistik. Namun hal ini tidak menutup mata kalau semua itu belum berdampak pada kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas pemerintah.

IDENTITAS

Nama: Moh. Faisol
Alamat :
Jl. Raya Candi Dungkek RT. 01/RW. 05, Totosan Batang-Batang Sumenep 69473

Pendidikan
:
SDN Totosan I
MTs. Miftahul Ulum Batang-Batang
Islamic Education Centre AL-AMIEN PRENDUAN
Islamic Education Centre WADI MUBAROK - BOGOR
S1 Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Malang
S2 Akuntansi FEB Universitas Brawijaya
Pendidikan Profesi Akuntansi FEB Universitas Brawijaya

Organisasi :
Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi UMM
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UMM
ForumPengkajian Ekonomi dan Dakwah Islam UMM
Korp Muballigh Mahasiswa Muhammadiyah Malang
Laboratorium Akuntansi UMM
Staff Keuangan UPT. Penerimaan Mahasiswa Baru

Motto : I’maluu fauqo maa ‘amilu

PAJAK PENGHASILAN (PPh)

Pengertian Pajak Penghasilan
Pengertian pajak penghasilan sesuai dengan pasal 1 undang-undang pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap subyek pajak atas penghasilan yang diterima dalam tahun pajak
Oleh karena itu, pajak penghasilan melekat pada subyeknya pajak penghasilan termasuk jenis pajak subyektif. Subyek pajak akan dikenai pajak apabila dia menerima atau memperoleh penghasilan. Dalam undang-undang pajak penghasilan, subyek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan disebut sebagai wajib pajak.

Pengenaan Pajak Atas Barang Mewah, Dorong Fungsi Pajak Lebih Implementatif

Tujuan utama, bahkan hakikat, dari pajaka dalah memakmurkan dan menyejahterakan masyarakat, tanpa terkecuali. Baik itu mereka yang tinggal di perkotaan maupun perdesaan. Berada di pegunungan, maupun di lembah. Berlokasi di daratan, maupun di lautan bahkan pulau-pulau kecil terpencil. Yang kaya, apalagi yang miskin. Sedang bekerja, atau juga pengangguran, dan sebagainya. Hal ini terlihat dari pengertian dan mekanisme dari pajak itu sendiri. Bahwa saat kita membayar pajak berapa pun jumlahnya, tidaklah putus terhenti sampai di situ.

TUGAS MANAJEMEN OPERASIONAL

Soal
  1. Carilah konsep kualitas dari perusahaan lain dan jelaskan maknanya!
  2. Apa yang dijelaskan dalam ISO 9000 (dan kelompoknya) dan ISO 14000 (dan kelompoknya?
  3. Apa yang dimaksud dengan Kaizen dan Six Sigma?
Jawaban:
  1. 1.    MNC RCTI Oke
TIGA PILAR UTAMA RCTI
  1. a.    Keutamaan dalam kebersamaan
Pernyataan ini memiliki arti bahwa seluruh staf yang ada di RCTI selalu mengutamakan kepentingan perusahaan d atas kepentingan pribadi mereka, hal ini membuktikan adanya komitmen yang kuat pada diri mereka untuk menghasilkan karya terbaik dan mendedikasikan diri mereka untuk perusahaan. Mereka menggunakan semangat kbersamaan untuk menjadi tim kerja yang kuat.

Macam-Macam Strategi Perusahaan

PT. HARPINDO JAYA
  1. a.    Visi Perusahaan:
    1. Sebagai Yamaha Center yang pertama di Indonesia, kami bertekad untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Pelanggan kepada kami.
    2. PT. HARPINDO JAYA secara konsisten selalu berupaya untuk menjadi Perusahaan modern yang mampu memberikan manfaat lebih bagi para stakeholder (Pelanggan, Mitra Bisnis, dan Masyarakat).
    3. PT. HARPINDO JAYA akan senantiasa menjadi Perusahaan yang terdepan dalam melakukan inovasi sebagai jawaban konkret atas perubahan – perubahan yang terus terjadi.

Praktek Hak Asasi Manusia Yang Bersih Perlu Ditinjau

Paparan Teori
A.    Pengertian Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapapun.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Sebagai hak dasar/hak fundamental/hak abadi, HAM meliputi dan memenuhi hak-hak yang bersifat biologik dan spiritual, artinya HAM yang diperjuangkan bersama, untuk memenuhi tidak saja biological need (kebutuhan sandang, pangan, dan papan), tetapi juga pemenuhan/kebutuhan spiritual (spiritual need), antara lain terkait kebebasan beragama, berpendapat, berorganisasi, masuk/mendirikan partai, dan seterusnya.

Dampak AFTA ASEAN-China pada Perekonomian

A.    Latar Belakang Masalah
ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta  serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.
AFTA dibentuk pada waktu Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.
Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.
Pada perkembangannya terakhir muncullah kesepakatan baru yaitu antara China dan negara anggota ASEAN dalam kerjasama perdangangan bebas dengan tafif 0 % hingga 5 %. Dengan kerjasama itu terbentuklah “AFTA ASEAN-China” di mana berlaku di Indonesia mulai 1 Januari 2010 yang lalu.
Dengan adanya perjanjian dan kerjasama AFTA ASEAN-China, Indonesia dituntut untuk lebih aktif dan cepat merespon agenda tersebut. Kerena kesiapan Indonesia dalam menghadapi kerjasama tersebut masih minim walaupun di lain sisi sudah siap menghadapi AFTA ASEAN-China.
Oleh karena itu, apakah dengan AFTA ASEAN-China Indonesia dapat meraih keuntungan dan dampak yang cukup signifukan atau justru menanggung kerugian karena ketidaksiapannya?.

  1. A.    Rumusan Masalah
  2. Apa itu AFTA ASEAN-China?
  3. Apa dampak AFTA ASEAN-China pada perekonomian Indonesia dan persoalan apa yang dihadapi?
  4. Apa tujuan Indonesia dan kesianpannya dalam mengikuti AFTA ASEAN-China?
    1. B.     Tujuan Masalah
      1. Untuk mengetahui pengertian AFTA ASEAN-China
      2. Untuk mengetahui sebesar mana dampak AFTA ASEAN-China terhadap perekonomian Indonesia
      3. Untuk mengetahui tujuan Indonesia mengikuti AFTA ASEAN-China

  1. C.    Landasan Teori
    1. 1.      Pengertian AFTA ASEAN-China
AFTA ASEAN-China adalah bentuk dari kerjasama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN dan China yang berupa kesepakatan untuk menciptakan situasi perdagangan yang seimbang dan adil melalui penurunan tarif barang perdagangan dimana tidak ada hambatan tariff (bea masuk 0 – 5 %) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN dan Cnina.
AFTA ASEAN-China terbentuk karena adanya kerjasama perdagangan antara China dan Negara anggaota ASEAN. Dan pada awalnya AFTA sendiri disepakati pada tanggal 28 Januari 1992 di Singapura, yang terdiri dari enam negara yang menyepakati AFTA, yaitu: Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung dalam AFTA tahun 1995, sedangkan Laos dan Myanmar pada tahun 1997, kemudian Kamboja pada tahun 1999. Dan sekarang lebih luas di tambah dengan satu negara lagi yaitu China. Dengan berbagai upaya dan persiapan yang dilakukan akhirnya negeri tirai bambu itu bergabung dengan AFTA ASEAN. Oleh sebab itulah, muncullah istilah baru yaitu “AFTA ASEAN-China”.
Adapun dasar hukum dari AFTA ASEAN-China adalah sebagai berikut:
  1. Keputusan yang dibuat oleh para kepala negara/ pemerintahan ASEAN dan China untuk membentuk ‘Kerangka kerja mengenai kerjasama ekonomi dan pendirian suatu kawasan perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Area/ACFTA)” pada pertemuan puncak ASEAN dan Republik Rakyat China di Bandar Seri Begawan, Brunei pada tanggal 6 Nopember 2001 Penandatanganan “Persetujuan Kerangka Kerja mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh antara Negara-negara Anggota ASEAN dan Republik Rakyat China” di Phnom Penh, kamboja pada tanggal 4 Nopember 2002.
  2. Diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pengesahan Framework Agreement On The Comprehensive Economic Co-Operation Between The Association of South East Asian Nations and The People’s Republic of China (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Pemerintah Negara-Negara Anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Dan Republik Korea).

  1. 2.      Tujuan AFTA ASEAN-China
Beberapa tujuan diadakannya AFTA ASEAN-China adalah sebagai berikut:
  1. Menjadikan kawasan ASEAN-China sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN-China memiliki daya saing kuat di pasar global.
  2. Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
  3. Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN dan China (intra-ASEAN Trade and China).
  4. 3.      Manfaat, Ancaman, dan Tantangan AFTA ASEAN-China
Manfaat:
  1. Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia, dengan penduduk sebesar 500 juta dan tingkat pendapatan masyarakat yang beragam.
  2. Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi pengusaha atau produksi Indonesia yang sebelumnya membutuhkan barang modal dan bahan baku/penolong dari Negara anggota ASEAN lainya dan termasuk biaya ASEAN lainya
  3. Pilihan konsumen atas jenis atau ragam produk yang tersedia di pasar domestic semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu
  4. Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di Negara anggota ASEAN lainnya.

Ancaman:
AFTA-China yang diberlakukan di tahun 2010 ini bisa menjadi ancaman jika kondisi pelaku usaha dalam negeri khususnya usaha kecil dan menengah belum memiliki kwalitas dan kemampuan dalam hal memasarkan produk mereka, lebih detailnya untuk pelaku usaha kecil di Indonesia masih banyak yang tidak memiliki kemampuan akan produk mereka, bagaimana pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia bisa memiliki produk yang berkwalitas dan di jual dengan harga murah seperti halnya produk China.

Tantangan:
Dengan adanya pasar bebas ini bagi sebagian kalangan dunia usaha, khususnya untuk mereka yang memiliki usaha yang memiliki kwalitas dan manajemen yang baik, dengan adanya pasar bebas ini bisa dijadikan tantangan bagi pelaku dunia usaha bagaimana mereka bisa bersaing secara sehat dengan produk-produk dari China sehingga pelaku usaha akan semakin menjadikan pasar bebas ini menjadi semangat dan modal untuk memotivasi mereka untuk selalu meningkatkan kwalitas dan harga produk mereka sehingga bisa terjangkau oleh konsumen.
Dengan adanya dua hal tersebut diatas sangatlah nyata bahwa dengan adanya pasar bebas ini termasuk ancaman atau tantangan tergantung dari kesiapan atau tidak kesiapanya pelaku usaha kita di dalam negeri. Karena ketika pelaku Usaha dalam negeri sudah kuat dna memiliki kwalitas terbaik dan dengan harga yang murah dan terjangkau pasar bebas ini tidak perlu dikhawatirkan

  1. 4.      Kriteria Suatu Produk Untuk Menikmati Konsesi CEPT
    1. Produk terdapat dalam Inclusion List (IL) baik di Negara tujuan maupun di negara asal, dengan prinsip timbale balik (reciprosity). Artinya suatu produk dapat menikmati preferensi tarif di negara tujuan ekspor (yang tentunya di negara tujuan ekspor produk tersebut sudah ada dalam IL), maka produk yang sama juga harus terdapat dalam IL dari negara asal.
    2. Memenuhi ketentuan asal barang (Rules of Origin), yaitu cumulative ASEAN Content lebih besar atau sama dengan 40%.
    3. Produk harus disertai Certificate of Origin Form D, yang dapat diperoleh pada Kantor Dinas atau Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.
    4. 5.      Mekanisme AFTA ASEAN-China
Mekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adalah skema “Common Effective Preferential Tariff” (CEPT) yang bertujuan agar barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN dan China yang memenuhi ketentuan setidak-tidaknya 40 % kandungan lokal akan dikenai tarif hanya 0-5 %. Anggota ASEAN dan China mempunyai tiga pengecualian CEPT dalam tiga kategori :
  1. pengecualian sementara,
  2. produk pertanian yang sensitive, dan
  3. pengecualian umum lainnya.

  1. 6.      Istilah-Istilah Dalam AFTA ASEAN-China
    1. Fleksibilitas adalah suatu keadaan dimana ke-6 negara anggota ASEAN apabila belum siap untuk menurunkan tingkat tarif produk menjadi 0-5% pada 1 Januari 2002, dapat diturunkan pada 1 Januari 2003. Sejak saat itu tingkat tarif bea masuk dalam AFTA sebesar maksimal 5%.
    2. CEPT  Produk List
Inclusion List (IL) : daftar yang memuat cakupan produk yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  • Produk tersebut harus disertai Tarif Reduction Schedule.
  • Tidak boleh ada Quantitave Restrictions (QRs).
  • Non-Tarif Barriers (NTBs) lainnya harus dihapuskan dalam waktu 5 tahun.
Temporary Exclusion (TEL) : daftar yang memuat cakupan produk yang sementara dibebaskan dari kewajiban penurunan tarif, penghapusan QRs dan NTBs lainnya serta secara bertahap harus dimasukkan ke dalam IL.
Sensitive List (SL) : daftar yang memuat cakupan produk yang diklasifikasikan sebagai Unprocessed Agricultural Products. Contohnya beras, gula, produk daging, gandum, bawang putih, dan cengkeh, serta produk tersebut juga harus dimasukkan ke dalam CEPT Scheme tetapi dengan jangka waktu yang lebih lama. Contohnya Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand harus telah memasukkan produk yang ada dalam SL ke dalam IL pada tahun 2010, Vietnam pada tahun 2013, Laos dan Myanmar pada tahun 2015, serta Kamboja pada tahun 2017.
General Exception (GE) List : daftar yang memuat cakupan produk yang secara permanen tidak perlu untuk dimasukkan ke dalam CEPT Scheme dengan alas an keamanan nasional, keselamatan/kesehatan umat manusia, binatang dan tumbuhan, serta pelestarian objek arkeologi, dan sebagainya (Article 9b of CEPT Agreement). Contohnya antara lain senjata, amunisi, da narkotika. Produk Indonesia dalam GE List hingga saat ini sebanyak 96 pos tarif.






  1. D.    Pembahasan
    1. 1.      Apa Itu AFTA ASEAN-China?
AFTA ASEAN-China adalah bentuk dari kerjasama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN dan China yang berupa kesepakatan untuk menciptakan situasi perdagangan yang seimbang dan adil melalui penurunan tarif barang perdagangan dimana tidak ada hambatan tariff (bea masuk 0 – 5 %) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN dan Cnina.
AFTA ASEAN-China mulai beroprasi pada tanggal 1 Januari 2010 dengan tujuan adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dan China, sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN dan China.
Adapun dasar hukum dari AFTA ASEAN-Chinaadalah sebagai berikut:
  1. Keputusan yang dibuat oleh para kepala negara/ pemerintahan ASEAN dan China untuk membentuk ‘Kerangka kerja mengenai kerjasama ekonomi dan pendirian suatu kawasan perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-ChinaFree Trade Area/ACFTA)” pada pertemuan puncak ASEAN dan Republik Rakyat China di Bandar Seri Begawan, Brunei pada tanggal 6 Nopember 2001 Penandatanganan “Persetujuan Kerangka Kerja mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh antara Negara-negara Anggota ASEAN dan Republik Rakyat China” di Phnom Penh, kamboja pada tanggal 4 Nopember 2002.
  2. Diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pengesahan Framework Agreement On The Comprehensive Economic Co-Operation Between The Association of South East Asian Nations and The People’s Republic of China (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Pemerintah Negara-Negara Anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Dan Republik Korea).

  1. 2.      Apa Dampak AFTA ASEAN-China pada Perekonomian Indonesia dan Persoalan Apa  yang  Dihadapi ?
Ada banyak dampak suatu perjanjian perdagangan bebas atau AFTA ASEAN-China, antara lain spesialisasi dan peningkatan volume perdagangan. Sebagai contoh, ada dua negara yang dapat memproduksi dua barang, yaitu A dan B, tetapi kedua negara tersebut membutuhkan barang A dan B untuk dikonsumsi.
Secara teoritis, perdagangan bebas antara kedua negara tersebut akan membuat negara yang memiliki keunggulan komparatif (lebih efisien) dalam memproduksi barang A (misalkan negara pertama) akan membuat hanya barang A, mengekspor sebagian barang A ke negara kedua, dan mengimpor barang B dari negara kedua.
Sebaliknya, negara kedua akan memproduksi hanya barang B, mengekspor sebagian barang B ke negara pertama, dan akan mengimpor sebagian barang A dari negara pertama. Akibatnya, tingkat produksi secara keseluruhan akan meningkat (karena masing-masing negara mengambil spesialisasi untuk memproduksi barang yang mereka dapat produksi dengan lebih efisien) dan pada saat yang bersamaan volume perdagangan antara kedua negara tersebut akan meningkat juga (dibandingkan dengan apabila kedua negara tersebut memproduksi kedua jenis barang dan tidak melakukan perdagangan).
Saat ini AFTA ASEAN-China sudah hampir seluruhnya diimplementasikan. Dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut, tarif impor barang antarnegara ASEAN dan China secara berangsur-angsur telah dikurangi. Saat ini tarif impor lebih dari 0-5 persen dari barang-barang yang termasuk dalam daftar Common Effective Preferential Tariff (CEPT) di negara-negara ASEAN-6 dan China (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand)
Sesuai dengan teori yang dibahas di atas, AFTA ASEAN-China tampaknya telah dapat meningkatkan volume perdagangan antarnegara ASEAN dan China secara signifikan. Ekspor China ke ASEAN, misalnya, ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup besar. Sementara itu, ekspor Malaysia ke negara-negara ASEAN lainnya telah mengalami kenaikan dalam kurun waktu yang sama. Dan begitu juga antar negara anggota ASEAN dan China.
Adanya AFTA ASEAN-China telah memberikan kemudahan kepada negara-negara ASEAN dan China untuk memasarkan produk-produk mereka di pasar ASEAN dan China dibandingkan dengan negara-negara non-ASEAN.
Pada tahun 2001 pangsa pasar ekspor negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 17,6 persen. Implementasi AFTA telah meningkatkan ekspor negara-negara ASEAN ke Indonesia. Akibatnya, pangsa pasar ASEAN di Indonesia meningkat dengan tajam. Dan pada tahun 2005 pangsa pasar negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 29,5 persen.
Berbeda dengan anggapan kita selama ini bahwa ternyata daya penetrasi produk-produk China di Indonesia tidak setinggi daya penetrasi produk-produk negara ASEAN. Pada tahun 2001 China menguasai sekitar 6,0 persen dari total impor Indonesia. Pada tahun 2005 baru mencapai 10,1 persen, masih jauh lebih rendah dari pangsa pasar negara-negara ASEAN. Jadi, saat ini produk-produk dari negara ASEAN lebih menguasai pasar Indonesia dibandingkan dengan produk-produk dari China.
Sebaliknya, berbeda dengan negara-negara ASEAN yang lain, tampaknya belum terlalu diperhatikan potensi pasar ASEAN, dan lebih menarik dengan pasar-pasar tradisional, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari pangsa pasar ekspor kita ke negara-negara ASEAN yang tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan sejak AFTA dijalankan. Pada tahun 2000, misalnya, pangsa pasar ekspor Indonesia di Malaysia mencapai 2,8 persen. Dan pada tahun 2005 hanya meningkat menjadi 3,8 persen. Hal yang sama terjadi di pasar negara-negara ASEAN lainnya.
Produsen internasional tidak harus mempunyai pabrik di setiap negara untuk dapat menyuplai produknya ke negara-negara tersebut. Produsen internasional dapat memilih satu negara di kawasan ini untuk dijadikan basis produksinya dan memenuhi permintaan produknya di negara di sekitarnya dari negara basis tersebut. Turunnya tarif impor antarnegara ASEAN dan China membuat kegiatan ekspor-impor antarnegara ASEAN-China menjadi relatif lebih murah dari sebelumnya. Tentunya negara yang dipilih sebagai negara basis suatu produk adalah yang dianggap dapat membuat produk tersebut dengan lebih efisien (spesialisasi).
Negara-negara di kawasan ini tentunya berebut untuk dapat menjadi pusat produksi untuk melayani pasar ASEAN dan China karena semakin banyak perusahaan yang memilih negara tersebut untuk dijadikan pusat produksi, akan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia. Sayangnya, Indonesia tampaknya masih tertinggal dalam menciptakan daya tarik untuk dijadikan pusat produksi.
Adapun dampak dari AFTA ASEAN-China pada perekonomian Indonesia adalah
  1. Menyengsarakan dan menghancurkan industri manufaktur / pabrikan lokal akan terancam tutup karena tidak mampu bersaing dengan produk-produk lokal, khususnya China.
  2. Meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan karena menurunnya kinerja industri manufaktur nasional. (Ekonom Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Hendrawan Supratikno)
  3. Menurunnya tingkat pendapatan perkapita masyarakat.
  4. Melemahkan pertumbuhan ekomomi Indonesia yang seharusnya 6 %, pada 2010 di perkirakan di bawa 5 %, maka stabilitas negara menurun. (Daniel Foxman, Director, Retail, and Shopper South Asia TNS (lembaga riset terkait industri dan ritel)

  1. 3.      Apa Tujuan Indonesia dan Kesianpannya Dalam Mengikuti AFTA ASEAN-China?
    1. a.      Tujuan Indonesia Mengikuti AFTA ASEAN-China?
Untuk Indonesia, kerjasama AFTA ASEAN-China merupakan peluang yang cukup terbuka bagi kegiatan ekspor komoditas pertanian yang selama ini dihasilkan dan sekaligus menjadi tantangan untuk menghasilkan komoditas yang kompetitif di pasar regional AFTA ASEAN-China.
Upaya ke arah itu, nampaknya masih memerlukan perhatian serta kebijakan yang lebih serius dari pemerintah maupun para pelaku agrobisnis, mengingat beberapa komoditas pertanian Indonesia saat ini maupun di masa yang akan datang masih akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan dalam peningkatan produksi yang berkualitas, permodalan, kebijakan harga dan nilai tukar serta persaingan pasar di samping iklim politis yang tidak kondusif bagi sektor pertanian.
Diharapkan dengan diberlakukannya otonomi daerah perhatian pada sektor agribisnis dapat menjadi salah satu dorongan bagi peningkatan kualitas produk pertanian sehingga lebih kompetitif di pasar lokal, regional maupun pasar global, dan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional maupun peningkatan pendapatan petani dan pembangunan daerah.
Secara umum, situasi ekonomi Indonesia sangat sulit. Perdagangan Indonesia melemah, baik dalam kegiatan ekspor maupun impor. Kondisi ekonomi makro ditambah stabilitas politik yang tidak mantab serta penegakan hukum dan keamanan yang buruk ikut mempengaruhi daya saing kita dalam perdagangan dunia.
Memang, secara umum, beberapa produk kita siap berkompetisi. Misalnya, minyak kelapa sawit, tekstil, alat-alat listrik, gas alam, sepatu, dan garmen. Tetapi, banyak pula yang akan tertekan berat memasuki AFTA ASEAN-China. Di antaranya, produk otomotif, teknologi informasi, dan produk pertanian.
Dalam AFTA ASEAN-China, peran negara dalam perdagangan sebenarnya akan direduksi secara signifikan. Sebab, mekanisme tarif yang merupakan wewenang negara dipangkas. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma yang sangat signifikan, yakni dari kegiatan perdagangan yang mengandalkan proteksi negara menjadi kemampuan perusahaan untuk bersaing. Tidak saja secara nasional atau regional dalam AFTA ASEAN-China, namun juga secara global. Karena itu, kekuatan manajemen, efisiensi, kemampuan permodalan, dan keunggulan produk menjadi salah satu kunci keberhasilan.

  1. b.      Kesiapan Indonesia Mengikuti AFTA ASEAN-China?
Infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai belum siap menghadapi AFTA ASEAN-China atau pasar bebas ASEAN-China. “Kita semua tahu bagaimana kualitas SDM dan infrastruktur kita?” kata pengamat politik ekonomi internasional UI, Beginda Pakpahan, di Jakarta. Ia mengatakan pada dasarnya FTA (Free Trade Area) sangat potensial untuk memperluas jejaring pasar sekaligus menambah insentif, karena tidak adanya lagi pembatasan kuota produk.
Namun, bagi Indonesia bukan melulu keuntungan, sebab FTA juga bisa menjadi ancaman bila pemerintah RI tidak mempersiapkan SDM dan infrastruktur dalam negeri. Dampak terburuk justru mengancam masyarakat lapisan paling bawah, seperti petani gurem dan pedagang kecil. Saat ini Indonesia setidaknya berada di peringkat keenam di ASEAN di luar negara-negara yang baru bergabung (Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan China).
Selain SDM, infrastruktur di tanah air juga belum mendukung untuk menghadapi AFTA. Indonesia harus bisa menjadi pengelola atau tidak melulu menjadi broker atau mediator dalam perdagangan bebas. Agenda terdekat menjelang era pasar bebas, Indonesia harus bisa membenahi dan menyelesaikan kepemimpinan nasional, mewujudkan “good corporate governance“, dan membenahi birokrasi sekaligus memberantas korupsi.
Yang harus dilakukan Indonesia agar dapat dengan baik menghadapi AFTA ASEAN China dan dapat bersaing dengan Negara-negara lain di dalamnya adalah :
  1. 1.      Pemantapan Organisasi Pelaksanaan AFTA
AFTA sebagai suatu kegiatan baru dalam kerjasama ASEAN dan China harus didukung oleh struktur organisasi yang kuat agar pelaksanaannya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Struktur organisasi yang kuat sangat diperlukan karena AFTA harus dilaksanakan dengan baik, adil dan terarah sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan merata. Juga diperlukan pengawasan yang ketat untuk menjaga agar jangan sampai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan perdagangan yang akan merugikan negara tertentu.
  1. 2.      Promosi dan Penetrasi Pasar
Kenyataan menunjukkan bahwa volume perdagangan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, adalah nomor dua terkecil setelah Filipina, sedangkan volume perdagangan Indoensia dengan Singapura hanya 5,1 persen dari seluruh perdagangan intra-ASEAN. Keadaan tersebut terutama disebabkan oleh komoditas ekspor Indonesia belum banyak dikenal oleh negara-negara ASEAN. Karena itu, keikutsertaan dalam pameran perdagangan internasional perlu ditingkatkan. Peningkatan kunjungan dagang sangat besar pula artinya dalam melakukan promosi dan penetrasi pasar hasil produksi Indonesia.
  1. 3.      Peningkatan Efisiensi Produksi Dalam Negeri
Untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri, perlu diciptakan kondisi persaingan yang sehat di antara sesama pengusaha agar tidak terdapat “distorsi harga” bahan baku. Di samping itu, biaya-biaya non produksi secara keseluruhan dapat ditekan. Dalam kaitan ini, kebijakan deregulasi yang telah dijalankan Pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu perlu terus dilanjutkan dan diperluas kepada sektor-sektor riil yang langsung mempengaruhi kegiatan produksi dan selanjutnya perlu diusahakan agar pemberian fasilitas-fasilitas yang cenderung menciptakan kondisi monopoli dalam pengelolaan usaha perlu dihilangkan.
  1. 4.      Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia
Kualitas sumberdaya manusia Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan kualitas sumberdaya manusia negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi AFTA ASEAN-China, usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia perlu lebih ditingkatkan dengan mengembangkan sekolah kejuruan dan politeknik di masa mendatang.
  1. 5.      Perlindungan Terhadap Industri Kecil
Pelaksanaan AFTA ASEAN-China akan mengakibatkan tingginya tingkat persaingan, sehingga hanya perusahaan besar yang mampu terus berkembang. Perusahaan besar tersebut di-perkirakan terus menekan industri kecil yang pada umumnya kurang mampu bersaing dengan para konglomerat. Untuk melindungi industri kecil tersebut, perlu diwujudkan sebuah undang-undang anti monopoli atau membentuk suatu organisasi pemersatu perusahaan-perusahaan berskala kecil.
  1. 6.      Upaya Meningkatkan Daya Saing Sektor Pertanian
Dalam upaya meningkatkan peran ekspor sektor pertanian, perlu dikembangkan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar, baik pasar domestik maupun pasar internasional. Pengembangan produk-produk unggulan dilaksanakan melalui serangkaian proses yang saling terkait serta membentuk suatu sistem agribisnis yang terdiri dari sistem pra produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran (Kartasasmita, 1996).

  1. E.     Kesimpulan
    1. AFTA ASEAN-China adalah bentuk dari Free Trade Area di kawasan Asia Tenggara dan China merupakan kerjasama regional dalam bidang ekonomi mempunyai tujuan untuk meningkatkan volume perdagangan di antara negara anggota melalui penurunan tarif beberapa komoditas tertentu, termasuk di dalamnya beberapa komoditas pertanian, dengan tarif mendekati 0-5 persen. Inti AFTA ASEAN-China adalah CEPT (Common Effective Preferential Tariff), yakni barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN dan China yang memenuhi ketentuan setidak-tidaknya 40 % kandungan lokal akan dikenai tarif hanya 0-5 %.
    2. Indonesia sebagai Negara yang menyetujui AFTA ASEAN-China, yang sudah masuk ke dalam era perdagangan bebas, sehingga bangsa ini bersaing dengan bangsa-bangsa ASEAN lainnya dan juga China. Dengan kondisi bangsa Indonesia dan perekonomian Indonesia saat ini, Indonesia dapat dikatakan masih belum siap dalam menghadapi persaingan global. Sumber daya manusia Indonesia dengan masih banyaknya masyarakat dengan tingkat pendidikan dan keahlian yang minim membuat Indonesia diprediksikan akan kalah dalam persaingan. Situasi politik dan hukum di Indonesia yang amat sangat tidak pasti juga menambah jumlah nilai minus Indonesia dalam menghadapi AFTA ASEAN-China. Seperti; banyaknya industri yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing yang menyebabkan phk dan pengangguran berdampak pada pendapatan perkapita masyarakat dan secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
    3. Walaupun terdapat dampak negatif dari AFTA ASEAN-China. Indonesia juga diuntungkan dengan melakukan free export ke negara-negara ASEAN dan China, Seperti; minyak kelapa sawit, tekstil, alat-alat listrik, gas alam, sepatu, dan garmen. Selain itu juga, kita bisa meningkatkan investasi lokal yang secara tidak langsung dapat meningkatkan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran dengan berdirinya produk-produk baru.

  1. F.     Saran
    1. Kepada pemerintah lebih memperhatikan keberadaan industri-industri/usaha kecil dan menengah (UKM).
    2. Kepada pemerintah untuk mempertimbangkan besarnya manfaat dan kerugian dalam AFTA ASEAN-China dan menyeleksi produk-produk lokal.
    3. Kepada para pengusaha agar tetap optimis bersaing dengan produk-produk lokal dan meningkatkan kualitas produknya.

G.    Daftar Pustaka
  1. 1.      http://www.ditjenkpi.go.id
  2. 2.      http://www.kompas.com
  3. 3.http://www.antara.co.id/arc/2007/4/4/infrastruktur-dan-sdm-indonesia-belum-siap-hadapi-afta
  4. 4.       http://www.liputan6.com
  5. 5.      http://www.danareksa-research.com

JASA ATESTASI DAN KOMPILASI

PENDAHULUAN
  1. a. Latar Belakang
Saat ini laporan keuangan perusahaan tidak hanya penting bagi perusahaan namun juga bagi pihak eksternal yang memiliki hak untuk tahu perkembangan dari peusahaan. Oleh karena itu  laporan keuangan perusahaaan harus dapat dipercaya dan diandalkan.
Salah satu jalan yang biasanya ditempuh oleh perusahaan dengan menggunankan jasa dari pihak eksternal untuk melakukan tugas itu dan pihak managemen hanya menyiapkan dan melakukan review kembali atas jasa pihak ekstenal. Pihak managemen bisa meminta pihak eksternal secara resmi seperti KAP yang ditunjuk untuk melakukan beberapa kegiatan sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Konsep Pendidikan Islam

A.    Latar Belakang Masalah
Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung lama, yaitu sepanjang sejarah manusia itu sendiri, dan seiring pula dengan perkembangan sosial budayanya. Secara umum memang aktivitas pendidikan sudah ada sejak manusia diciptakan. Betapapun sederhana bentuknya manusia memerlukan pendidikan, sebab manusia bukan termasuk makhluk instinkif.
Menurut pandangan Islam, pendidikan sebagai suatu proses yang berawal dari saat Allah sebagai Rabb al-Alamin menciptakan alam ini. Selanjutnya tugas-tugas kependidikan itu dilimpahkan kepada Para Nabi dan Rasul untuk mendidik manusia di muka bumi. Sehubungan dengan hal itu, maka para ahli didik muslim kemudian berusaha menemukan kembali pedoman tersebut dengan menyusun konsep pendidikan Islam dalam konteks zamannya.

PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akuntansi sebagai salah satu bidang profesi yang berperan vital dalam sebuah perusahaan dan bisnis, tidak dipungkiri banyak dijadikan acuan dan rujukan dalam pengambilan keputusan bisnis baik yang sifatnya finansial maupun berkaitan dengan manajemen. Kedudukan seorang akuntan benar-benar memiliki posisi yang istimewa karenanya manajemen perusahaan selektif dalam peroses perekrutannya dan penentuan kewengannya juga. Sehingga tidak salah kalau sebagian orang mengatakan salah satu cermin perusahaan terletak pada laporan keuangan perusahaan tersebut, dan semua itu merupakan produk yang dihasilkan oleh seorang akuntan.

Kalimat Efektif dan Cara Mengembangkannya

Sebelum mengenal lebih jauh tentang kalaimat efektif maka, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian kalimat itu sendiri. Menurut Zainal Arifin dalam bukunya Cermat Berbahasa Indonesia, kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan biasanyan diucapakan dengan suara naik, turun, dan keras, serta lemah lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisannya kalimat berhuruf latin dan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!).

PENGANTAR BIOTEKNOLOGI PERTANIAN

BIOTEKNOLOGI
“Penggunaan mahluk hidup atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang atau jasa secara industri
CONTOH-CONTOH HASIL PRODUKSI BIOTEKNOLOGI
  1. Ragi roti, protein sel tunggal
  2. Amilase, glukosa dehidrogenase
  3. Antibiotik, vitamin, asam amino, asam organik
  4. Etanol, metana, asam laktat
  5. Sirup jagung berfruktosa tinggi
  6. Lumpur aktif, penghancur anaerob
Perkembangan Bioteknologi
Jaman sebelum Louis Pasteur
  1. Minuman beralkohol (Bir, anggur, tuak)
  2. Makanan terfermentasi (Keju, yoghurt, tape,tempe, petis, terasi)

PENGANTAR HUKUM BISNIS

KONTRAK
“Suatu kesepakatan yang diperjanjikan diantara 2 orang atau lebih pihak yang dapat menimbulkan modifikasi dan menghilangkan hubungan hukum.
Asaz-asaz kontrak:
  • Asaz kontrak sebagai hukum yang mengatur, peraturan-peraturan hukum yang berlaku bagi subyek hukum.
  • Asaz kebebasan berkontrak
  • Asaz pacta sunt servenda, bahwa kontak yang dibuat oleh para pihak mengikat para pihak tersebut secara penuh sesuai kontrak tersebut.
  • Asaz konsensual, ketika kontrak sudah dibuat, maka dia telah sah mengikat secara penuh terhadap para pihak di dalamnya, (baik tertulis maupun tidak).
  • Asaz obligator, ketika kontrak terbuat, maka para pihak telah terikat, tetapi keterikatannya sebatas timbulnya hak dan kewajiban semata-mata.

Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya

Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya
¨  Budaya (D’Andrade; 1996)
  1. Budaya adalah produk sosial yang tumbuh secara otomatis.  Prosesnya tidak teraga, ditransfer secara turun temurun dan merupakan sumber daya yang menawarkan kehidupan terkini kita.
  2. Produk2 sosial seperti peraturan hukum, kebiasaan2, sistem dan prosedur serta keyakinan-keyakinan adalah bentuk budaya.
  3. Produk yang teraga; berbagai bentuk arsitektur, becak, buku, bangunan dan keris serta beribu macam artefak lainnya—adalah hasil dari praktik2 kultural yg kadang sulit ditelusuri asal usulnya, tetapi langsung menggambarkan kecanggihan pemikiran, perasaan dan kemudian dibuat atau dipraktikkan saja
¨  Koentjaraningrat (1984);
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta buddhayah, bentuk jamak dari “budi” atau akal. Kebudayaan adalah hal-halyang bersangkutan dengan budi dan akal
¨  Menurut C. Kluckhohn, terdapat 7 unsur kebudayaan:
  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem2 ekonomi
  3. Sistem kemasyarakatan
  4. Bahasa
  5. Kesenian
  6. Sistem pengetahuan
  7. Religi

  • Melalui budaya kita bisa merasakan kekayaan hidup material maupun non material
  • Budaya yang kaya bisa kita temukan pada masy.yg memang berupaya memperkaya gaya hidupnya, bertata krama, berbahasa halus, berseni dan berkuliner secara canggih dan kontinu.
  • Produk budaya baru bisa dihasilkan bila ada mediasi interaksi antara biologi, psikologi manusia dan pengalaman manusia dengan lingkungannya.
  • Produk budaya hanya bisa dinikmati bila teranyam dalam interpretasi, persepsi, penalaran dan ekspresi yg intensif.
  • Mediatornya—budayawan, arsitek, penulis lagu, koreografer, pengrajin, artis, penyair penulis atau penari.
Hakikat manusia:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat sesungguhnya Aku akan menciptakan seseorang dari tanah liat kering (yg berasal) dari lumpur hitam yg dibentuk.  Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadian dan telah kutiupkan ke dalam roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dan bersujud “(Al-Hijr ayat 28-29)
Etika, estetika dan moral
¨  Konsep etika
  1. Ethos (yunani) artinya adat, kebiasaan, akhlak yg baik
  2. Etika diklasifikasikan menjadi 3 konsep:
  3. Kebiasaan berbuat baik dan berbuat buruk
  4. Sistem nilai budaya sebagai acuan perilaku:norma moral (aturan,arahan),keberlakuan norma moral, nilai2.
  5. Kumpulan asas atau nilai moral—perilaku baik, benar, dan bermanfaat—dihimpun dalam kode etik
  6. Etika digunakan dalam mengkaji sistem nilai yang ada, mis; etika itu sesuai atau tidak dengan Norma
¨  Estetika:
Estetika; menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat, norma-norma, cara menanggapi, dan memperbandingkan dengan menggunakan nilai perasaan.
Estetis adalah rasa yang terdapat dalam diri manusia sebagai unsur budaya, sedangkan kebudayaan adalah pantulan dari estetis dalam diri manusia
¨  Moral;
Mos (latin)—mores—moral—kebiasaan berbuat baik
Lebih sering berhubungan dengan kesusilaan
Moral bersifat kodrati ciptaan Tuhan
Moral bersifat asasi, sifat yg diturunkan Tuhan kpd manusia agar berbuat baik, jujur, dan adil—benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain
Manusia bermoral selalu berpegang pada sistem nilai budaya.

Problematika Kebudayaan
Terdapat lima faktor penting yang sangat berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau ditolaknya unsur budaya baru:
  1. Kebiasaan masyarakat berhubungan dengan masyarakat yang berbeda kebudayaan
  2. Unsur budaya baru mudah diterima jika tidak bertentangan dengan ajaran agama.
  3. Corak struktur masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru
  4. Unsur kebudayaan baru mudah diterima jika sebelumnya sudah ada unsur budaya yang
  5. Unsur baru yang terbukti mempunyai kegunaan konkret dan terjangkau.
Faktor pendorong perubahan:
  1. Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain.
  2. Sistem pendidikan formal yang maju.
  3. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju.
  4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
  5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat.
  6. Penduduk yang heterogen.
  7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang2 ttt
  8. Orientasi ke masa depan
  9. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha utk perbaikan hidu
Faktor penghambat perubahan
  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
  3. Sikap masyarakat yang mengagungkan tradisi masa lampau dan cenderung konservatif.
  4. Adanya kepentingan pribadi dan kelompok yang sudah tertanam kuat (vested interest).
  5. Rasa takut terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan dan menimbulkan perubahan pada aspek-aspek tertentu dalam masyarakat.
  6. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing, terutama yang berasal dari Barat.
  7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis .
  8. Adat dan kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah.

Bagian II “ Konsep manusia  Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial”
Hakekat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
Individu berasal dari kata individium (latin); satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi.
Menurut konsep sosiologi; manusia yg hidup berdiri sendiri tidak mempunyai kawan
Atau; jumlah keseluruhan pengalaman, pandangan/pikiran dan segenap tindakan 2 seseorang yg kemudian membentuk dan mewarnai ciri2 pribadi
Menurut Soediman Kartohadiprodjo; individu merupakan makhluk ciptaan Tuhan yg dilengkapi dengan: raga, rasa (perasaan), rasio dan rukun
Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip).
George H. mead: hakekat individu terbentuk dari tanggapan yg berasal dari pihak lain
Konsep individu dalam kehidupan bermasyarakat; merupakan interpretasi orang lain (anggota masyarakat) terhadap diri sendiri
Huky, mengemukakan 3 fase dalam memunculkan konsep ttg diri sendiri:
  1. Fase persepsi; apa yg dilihat orang lain dalam kepribadian dan tingkah laku
  2. Fase penafsiran; bgm org.lain menilai apa yg mereka lihat di dlm diriku
  3. Individu dg dasar jawabannya sendiri thd.pertanyaan2 itu menimbulkan sejumlah perasaan ttg diri sendiri dan mengembangkan sejumlah sikap ttg dirinya, seperti sikap sombong, bangga, rendah hati, dsb.
Soerjono soekanto ciri-ciri masyarakat:
  1. Manusia yg hidup bersama
  2. Bercampur untuk waktu yg cukup lama
  3. Mereka sadar mereka merupakan satu kesatuan
  4. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Sikap kemasyarakatan menurut P.J Bouman;
  1. Kecenderungan sosial
  2. Rasa harga diri
  3. Kecenderungan untuk patuh
  4. Kecenderungan untuk mandiri
  5. Kecenderungan menurut
  6. Hasrat tolong menolong dan meniru
  7. Hasrat berjuang
  8. Hasrat memberi tahu dan sifat mudah menerima
Hubungan antara individu dan masyarakat
Hub. Atara individu dan masy, menurut Charles H. Cooley dinamakan the looking glass self, yaitu perkembangan kesadaran diri sendiri sebagai pencerminan dari pandangan orang lain.
Menurut Hassan Shadily, manusia akan tertarik kpd hidup bersama dlm msy krn didorong oleh:
  1. Hasrat yg berdasar naluri (kehendak biologis, yg di luar penguasaan akal) utk mencari teman hidup.
  2. Kelemahan manusia selalu mendesak utk mencari kekuatan bersama, yg terdapat dg berserikan dg orang lain, shg dapat berlindung dan memenuhi kebutuhan hidup.
  3. Manusia adalah zoon politicon
  1. Menurut Bergson, bahwa manusia hidup bersama krn perbedaan yg terdapat dalam sifat, kedudukan dsb.
Individu perseorangan berarti individu berbeda dalam keadaan tidak berhubungan dengan individu lainnya. Atau dengan kata lain: individu yang sedang dalam keadaan memutuskan hubungannya dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat.
Individu sebagai makhluk sosial berarti individu yang sedang mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat. Di sini kita dapati manusia dengan sadar menghubungkan sikap tingkah laku dan perbuatannya dengan individu lainnya. Sehingga terbentuklah suatu kelompok yang besar, dan apabila kelompok-kelompok itu berjalan konstan, maka itulah yang disebut masyarakat.
Golongan atau masyarakat manusia;
  1. Dapat bercakap-cakap
  2. Menggunakan bahasa
  3. Mengetahui adat istiadat bersama
  4. Kebutuhan bersosial dijamin dan dipelihara.
Menurut Ogburn dan Nimkoff, integrasi manusia dalam kelompok dapat dicapai jika memenuhi beberapa syarat;
  1. Anggota kelompok (masyarakat) merasa merasa berhasil mengisi kebutuhan antara satu dg yg lain
  2. Tercapainya suatu konsensus (kesepakatan) mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial
  1. Norma2  cukup lama dan konsisten tidak ada perubahan
Hubungan antara individu dan masyarakat:
  1. Individu memiliki status yg relatif dominan thd masyarakat
  2. Masyarakat memiliki status yg relatif dominan thd individu
  3. Individu dan masyarakat saling bergantung
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu
  1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
  2. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
  3.  Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni:
  1. Tekanan emosional
  2. Harga diri yg rendah
  3. Isolasi sosial
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
  1. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
  2. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
  3. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
  4. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.
Dilema antara kepentingan individu dan masyarakat
Smith percaya bahwa setiap manusia memiliki keinginan dasar untuk diterima oleh orang lain. Untuk mendapatkan simpati ini, orang akan bertindak sedemikian rupa agar ia dihormati dan dihargai. Dalam kehidupan ekonomi, ini berarti kepentingan diri yang baik, dimana pembeli mapun penjual sama-sama mendapat keuntungan dalam transaksi.
Seseorang menyesuaikan norma yang dibawa kepada orang lain dengan harapan, seseorang /orang lain juga akan menyesuaikan kelakukannya.
Perbedaan dan persamaan perasaan seseorang dan golongan dalam kehidupan masy (Hassan Shadily);
  1. Menyatakan adanya persamaan sangat berbahaya karena mudah jatuh kepada pertimbangan yg telah kita saksikan keberatannya.  Karena teori yg mempersamakan adalah teori Spencer—”memandang masyarakat itu sebagai suatu tubuh hewan dengan nafsu hidup dan perjuangannya.  Keberatan yg terbesar dalam perbandingan itu ialah bahwa manusia adalah makhluk yg berpikir dengan merdeka, sedangkan sel-sel yg terdapat dalam tubuh binatang tidak berpikir dan tidak berkehendak, kecuali makan dan berlipat ganda
  2. Kesatuan jiwa dan kehendak dalam golongan terbentuk dari bermacam-macam kesatuan yg tidak sama rintangan2 dan perbedaan2nya, lain daripada kesatuan jiwa seseorang manusia thd hasrat dan cita-cita

TEORI-TEORI BERBAGAI PENYEBAB KONFLIK
TEORI HUBUNGAN MASYARAKAT  
(Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok-kelompok yang mengalami konflik.
  • Mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada di dalamnya.
TEORI NEGOSIASI PRINSIP
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu, dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan-kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap.
  • Melancarkan proses pencapaian kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak.
TEORI KEBUTUHAN MANUSIA
Berasumsi bahwa konflik yang berakar dalam disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia – fisik, mental, dan sosial – yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Keamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi sering merupakan inti pembicaraan
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, dan menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.
  • Agar pihak-pihak yang mengalami konflik mencapai kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan dasar semua pihak.
TEORI IDENTITAS
Berasumsi bahwa konflik disebabkan karena identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan
Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah:
  • Mengubah berbagai struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan, termasuk kesenjangan ekonomi.
  • Meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antara pihak-pihak yang mengalami konflik.
  • Mengembangkan berbagai proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi dan pengakuan.
TEORI KESALAHPAHAMAN ANTAR BUDAYA
TEORI TRANSFORMASI KONFLIK

Bagian III “Kebudayaan, Peradaban, dan Sistem Nilai”
¨  Kebudayaan, evolusi budaya
—  Kebudayaan (culture); suatu kompenen penting dalam masy—khususnya struktur sosial.
—  Kebudayaan dapat diartikan suatu cara hidup (ways of life).
—  Ways of life;  cara berpikir, cara berencana dan cara bertindak; karya nyata yg berguna, benar dan dipatuhi oleh anggota masy/kesepakatan bersama
—  Material; karya
—  Spiritual;ilmu pengetahuan (kepercayaan, kesusialaan, kesopanan, hukum—keindahan)
—  Ilmu pengetahuan—logika; menyerasikan tingkahlaku—etika, mendapatkan keindahan—estetika
—  Kebudayaan di dalamnya terkandung segenap norma2 sosial (sanksi)—-kebiasaan hidup, adat istiadat/ kebiasaan (folkways).  Folkways—-tradisi hidup bersama yg biasanya secara turun temurun.
—  Mores ; hukuman adat (diwajibkan untuk dianut dan diharamkan utk dilanggar)
—  Custom; kebiasaan seseorang dilakukan juga oleh orang lain sehingga menimbulkan norma yg dijadikan patokan bertindak oleh orang banyak sebagai adat istiadata
—  Kebiasaan (habit), menurut Ferdinan Tonnies;
  1. Menunjukkan pada suatu kenyataan yg bersifat objektif.  Seseorang biasanya melakukan perbuatan2 masuk dlm tata cara hidupnya
  2. Dijadikan norma bagi seseorang, diciptakan untuk dirinya sendiri
  3. Perwujudan kemauan atau keinginan seseorang utk berbuat sesuatu
¨  Rumusan kebudayaan
a)  Herskovit dan melinowski; sesuatu yg superorganik. Turun temurun.
b)  E.B.Taylor; kompleks yg mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan2 serta kebiasaan2 yg didapatkan man.sbg warga ,masy.
c)  Roucek dan Werren; suatu cara hidup yg dikembangkan oleh sebuah masy.guna memenuhi keperluan dasarnya utk dapat bertahan hidup, meneruskan keturunan dan ,mengatur  pengalaman sosialnya.
d)  Hasan sadily; keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasy. Berisi aksi2 thd dan oleh sesama manusia sbg anggota masy yg merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral hukum, adat kebiasaan
e). Selo sumardjan; karya, cipta, rasa masy
f). C. Klockhohn; seluruh cara hidup masy.
g). Koentjaraningrat; sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia, yg harus dibiasakan dg belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.
¨  Kesimpulan;
  1. Kebudayaan hany dimiliki oleh masy.
  2. Diturunkan melalui proses belajar dari setiap individu dlm kehidupan masy
  3. Pernyataan perasaan dan pikiran
¨  Nilai-nilai sosial
Menurut W.J.S Poerwadarmita (kamus besar bhs. Indonesia;
  1. Harga
  2. Harga sesuatu, jika diukur atau ditukarkan dg yg lain
  3. Angka kepandaian
  4. Kadar, mutu, banyak sedikitnya isi
  5. Sifat2 yg penting atau berguna bagi kemanusian
¨  Ciri-ciri nilai sosial (D.A. Wila Huky)
  1. Kondtruksi masy yg tercipta melalui interaksi diantara para anggota masy.
  2. Ditularkan.
  3. Dipelajari.
  4. Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dlm usaha pemenuhan kebutuhan2 sosial.
  5. Masing2 nilai mempunyai efek yg berbeda thd orang-perorangan dan masy sbg keseluruhan
Nilai merupakan patokan perilaku sosial yg melambangkan baik-buruk, benar salahnya suatu obyek dlm kehidupan bermasy.
¨  Evolusi budaya
—  Evolusi biologis;
Darwin melihat bahwa variasi bukanlah hasil dari proses adaptasi, melainkan karena adanya perbedaan kapasitas dari spesies untuk beradaptasi. Spesies yang mempunyai kapasitas untuk beradaptasi dengan lingkungannyalah yang akan bertahan dan kemudian mempunyai banyak keturunan. Variasi terjadi karena adanya suatu perubahan yang bersifat random dan juga seleksi alam.
—  Evolusi budaya
¨  Robert Boyd (2005), mengajukan beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:
  1. Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
  2. Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
  3. Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
  4. Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
  5. Gen dan budaya berkevolusi
—  Evolusi; perubaan sosial secara lambat.  Terjadi karena manusia berusaha utk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, kondisi baru yg timbul dg pertumbuhan masy.
—  Beberapa teori ttg evolusi;
  1. Uniliar Theories of evolution. Manusia dan masy (termasuk kebudayaan) mengalami perkembangan sesuai dg tahapan ttt, bermula dr bentuk sederhana, kemudian bentukyg kompleks sampa pd tahap yg sempurna
  2. Universal theories of evolution. Kebudayaan manusia telah mengikuti garis evolusi yg ttt. (perkembangan dr klp homogen ke klp heterogen)
  3. Multilined theories of evolution. Penelitian thd tahapan2 perkembangan tt dlm evolusi masy.
—  Revolusi; perubahan sosial secara cepat.
—  Syarat terjadinya;
  1. Adanya keinginan umum utk mengadakan perubahan
  2. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok org yg dianggap mampu memimpin masy.tersebut
  3. Pemimpin dpt menampung keinginan masy utk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tdkpuas menjadi program dan arah gerak.
  4. Pemimpin hrs dpt menunjukkan suatu 7an pd masy.
  5. Hrs ada “momentum”
¨  Proses perubahan sosial
  1. Difusi; penyebaran kebudayaan antar individu, antar golongan, antar masy.
  2. Akulturasi; suatu klp man dg suatu kebudayaan ttt dihadapkan dg unsur2 budaya asing, shg unsur2 kebudayaan itu lambat laun diterima dan diolah dlm kebudayaannya tanpa menghilangkan sifat khas kebudayaan asli
  3. Asimilasi; timbul apabila terdapat golongan manusia yg mempunyai latar belakang kebudayaan berbeda saling berinteraksi dan bergaul scr langsung dan intensif dlm wkt yg lama shg kebudayaan dr masing2 golongan tsb berubah sifatnya dr khas menjadi unsur kebudayaan baru yg berbeda dg asalnya
  4. Akomodasi; keseimbangan dlm interaksi antara individu dan klp  sehubungan dg norma dan nilai sosial yg berlaku di masy
Beberapa yang mempengaruhi evolusi budaya:
  1. Peradaban manusia
  2. Bencana alam
¨  Peradaban
Koentjaraningrat; peradaban disejajarkan dg istilah civilization. Biasanya dipakai utk bgn2 unsur 2 kebudayaan yg halus dan indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan sistem pergaulan yg kompleks dlm suatu masy dg struktur yg kompleks
Lebih mengutamakan unsur akal saja atau nurani saja
Konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu.”
Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa“.
¨  Faktor yg menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban;
  1. sistem pemerintahan
  2. Sistem ekonomi
  3. IPTEk
¨  Istilah peradaban dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian terhadap perkembangan kebudayaan. Peradaban adalah kebudayaan yang bernilai tinggi. Perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Menurut Azyumardi Azra (2007), peradaban mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, sejak dari pandangan hidup, tatanilai, sosial budaya, politik, kesenian, ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan banyak lagi.
¨  Ibn Khaldun teori tentang tahapan timbul tenggelamnya peradaban;
1.Tahap sukses atau tahap konsolidasi
2.Tahap tirani
3.Tahap sejahtera
4.Tahap kepuasan hati, tentram dan damai.
5.Tahap hidup boros dan berlebihan.
¨  Perubahan peradaban manusia mengalami percepatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya sejak terjadinya revolusi industri di Eropa pada abad ke-15. Pada abad ke 20 yang disebutkan oleh Alvin Toffler sebagai awal dari Gelombang Ke Tiga (Abad Informasi), kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi pendukung utama perubahan yang sangat cepat. Perubahan yang terjadi di suatu negara bisa mengakibatkan pengaruh berantai secara global terhadap negara lain.
¨  Tahap-tahap itu menurut Ibnu Khaldun memunculkan tiga generasi, yaitu:
  1. Generasi Pembangun, yang dengan segala kesederhanaan dan solidaritas yang tulus tunduk dibawah otoritas kekuasaan yang didukungnya.
  2. Generasi Penikmat, yakni mereka yang karena diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam sistem kekuasaan, menjadi tidak peka lagi terhadap kepentingan bangsa dan negara.
  3. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosionil dengan negara.
¨  Ibn Khaldun juga menuturkan bahwa sebuah Peradaban besar dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan.
¨  Dan kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain (Muqaddimah: 172). Tahapan-tahapan diatas kemudian terulang lagi dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.
¨  teknologi dinilai juga membawa dampak munculnya manusia berkarakter –meminjam istilah Hasyim Anwar– oportunis, pembangkang, munafik, hedonistik, bermoral lemah, maupun schizophronik, atau menurut pemikiran filsafat Hobbesian merupakan entitas manusia yang bersosok serigala bagi sesamanya (homo homini lupus).
¨  Era peradaban pada milenium ketiga dinilai banyak pengamat akan menawarkan kemajemukan persoalan hidup yang semakin rumit dan kompleks. Franz Magnis Suseno –dengan meminjam fenomena Zaman Edan yang pernah dikemukakan oleh Ranggawarsita—mengungkapkannya dengan satire: Wong lugu keblenggu, wong bener thenger-thenger, wong jahat munggah pangkat, pengkhianat saya nikmat, surjana saya kepenak (orang lugu terbelenggu, orang jujur terperosok, orang benar terdiam kehilangan akal, orang jahat naik pangkat, pengkhianat tambah nikmat, orang tak baik jadi semakin enak)
¨  Sistem nilai budaya
—  Sesuatu dianggap bernilai apabila arah pilihan ditujukan pd yg baik,yg menarik, yg dibolehkan, krn ada manfaatnya bagi manusi dan diinginkan oleh manusia dlm hidup bermasy.
—  Pengembangan sitem nilai menurut Kluckhohn:
  1. Hidup manusia
  2. Karya manusia
  3. Kedudukan man dlm ruang dan waktu
  4. Hubungan man dg alam
  5. Hub man dg sesama
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
¨  Allah menciptakan manusia terdiri dari materi dan roh, melalui tahapan2, dari turab menjadi tanah, kemudian menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk, dan kemudian menjadi menjadi tanah kering seperti tembikar, dan setelah disempurnakan bentuknya, Allah meniupkan Roh (cinptaan-Nya), maka terjadilah Adam
¨  Al-qura’an, surat Al-Hajr (ayat 28-9)
“ Dan (ingatlah)ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat:Sesungguhnya Aku akan menciptkan seorang manusia dari tanah liat kering (yg berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.  Maka apabila Aku menyempurnakan kejadiaannya dan telah Kutiupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
¨  Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa
¨  Tubuh; dapat dilihat, diraba dan dirasa, wujudnya konkret, tetapi tdk abadi
¨  Jiwa;terdapat di dalam tubuh, tdk dapat dilihat, tdk dpt diraba, dan sifatnya abstrak, tetapi abadi.
¨  Manusia ciptaan yg paling sempurna; adab dan budayanya.  Akal,nurani, dan kehendak yg terdapat dlm jiwa manusia.
¨  Bisman Siregar (1996); manusia diciptakan Tuhan sempurna berbekal akal yg tidak ada pada makhluk lainnya.  Kelebihan akal manusia itu jika didasari moral (iman) membuat dia mendekati kedudukan malaikat.  Tetapi bukan mustahil pula dia akan serupa dengan binatang kerana mengikuti jejak setan
¨  Surat Al-A’raf (ayat 179)
“ Mereka mempunyai hati yg tidak dipergunakan untuk mengerti.  Mereka mempunyai mata yg tdk dipergunakan utk melihat. Mereka mempunyai telinga yang tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka seperti binatang. Tidak! Mereka lebih sesat. Merekalah orang lalai.”
¨  Teori eksistensialis (dipelopori oleh Soren Kierkegaard; filsuf Denmark); memandang manusia secara konkret.  Eksistensi manusia dalam konteks manusia adalah makhluk alamiah yg terikat dengan lingkungannya (ekologinya), memiliki sifat2 alamiah, dan tunduk pada hukum alamiah pula.
¨  Keterikat tersebut tercermin dalam kehidupan sosial dan tingkah laku etisnya.
¨  Kierkegaard; estetis, etis dan religius.  Makhluk ciptaanTuhan yg terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja keras dan mencipta
¨  Keragaman
  1. Kesatuan geografis
  2. Ikatan perkawinan dan hubungan darah
  3. Kepentingan yang sama
  4. Keahlian dan profesional
¨  KERAGAMAN (PLURALISME) :
Adanya perbedaan yang mensiratkan adanya minoritas  yang sama di hadapan hukum (Kymlica)
¨  Konsep keragaman merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia. Kalau kita perhatikan lebih cermat, kebudayaan Barat dan Timur mempunyai landasan dasar yang bertolak belakang. Kalau di Barat budayanya bersifat antroposentris (berpusat pada manusia) sedangkan Timur, yang diwakili oleh budaya India, Cina dan Islam, menunjukkan ciri teosentris (berpusat pada Tuhan.
¨  Pada pendekatan formal kita mengkaji kesetaraan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, baik berupa undang-undang, maupun norma, sedangkan pendekatan substantif mengkaji konsep kesetaraan berdasarkan keluaran / output, maupun proses terjadinya kesetaraan.
¨  Konsep kesetaraan biasanya dihubungkan dengan gender, status, hirarki sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan-perbedaan serta persamaan-persamaan
¨  KESETARAAN :
Adanya persamaan Kewajiban, Hak, Kedudukan untuk mencapai tujuan yang sama.
¨  JENIS KERAGAMAN & KEsetaraan
  • Etnik (suku bangsa)
  • Kebudayaan daerah
  • Agama
  • Mata pencaharian
  • Mayoritas & minoritas
  • Bahasa nasional
  • Kebudayaan nasional
  • Stabilitas nasional
¨  MAKNA KERAGAMAN & KESETARAAN
  • Keragaman sebagai investasi negara
  • Keragaman membutuhkan komunikasi antar budaya
  • Kesetaraan hak pribadi dan hak kolektif
  • Kesetaraan hak mayoritas dan minoritas
¨  SYARAT KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
  • Menghormati budaya lain sebagai manusia
  • Menghormati budaya lain apa adanya
  • Menghormati budaya lain untuk bertindak berbeda
  • Komunikator harus menyenangi hidup bersama dengan orang lain
(Scram)
¨  FUNGSI KOMUNIKASI BUDAYA
FUNGSI:
Mencarikan persamaan dan keserasian bukan sebaliknya.
LIMA SIKAP KOMUNIKASI:
1. Keterbukaan
2. Empati
3. Positif
4. Memberikan dukungan
5. Merasa seimbang
¨  KONSEP BHINEKA TUNGGAL IKA DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
  • Keragaman bahasa ibu/daerah
  • Keragaman suku, adat & budaya
  • Keragaman agama & kepercayaan
  • Otonomi daerah
  • Arah dan kebijakan negara
  • Tujuan negara
¨  KARAKTERISTIK MASYARAKAT INDONESIA YANG RAWAN KONFLIK
  • Segmentasi ke dalam kelompok yang memiliki kebudayaan
  • Struktur Sosial yang terbagi-bagi
  • Kurang mengembangkan konsensus
  • Sering terjadi konflik antar kelompok
  • Integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan
  • Adanya dominasi politik kelompok yang kuat pada kelompok lain
¨  PROBLEMATIKA
  1. Konsep bangsa, negara, masyarakat dan rakyat
  2. Dominasi kaum mayoritas terhadap kaum minoritas
  3. Perang antar etnik
  4. Pertentangan antar agama
  5. Dominasi kelompok politik besar & kuat
¨  PEMECAHAN MASALAH
Multi Kulturalisme :
  1. Menerima kelompok lain sama tanpa perbedaan etnik, budaya, gender, bahasa maupun agama (Siswarini)
  2. Bhineka Tunggal Ika (multi etnik, multi kultur)
  3. Kesetaraan sebagai manusia yang secara kodrati memiliki kesamaan derajat dengan orang lain yang sama-sama memiliki peradaban
  4. Kesadaran individu sebagai manusia dapat terbuka menerima orang lain
  5. Pembinaan nilai keagaman dan kesetaraan sangat tepat dengan dilaksanakannya Pendidikan sepanjang hayat.

Bagian V “Konsep Manusia, Nilai, Moral dan Hukum”
Nilai, Norma, Dan Hukum
¨  Nilai (value) adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori sehingga bermakna secara fungsional (Djahiri, 1999).
¨  Nilai merupakan suatu konsepsi tentang apa yang benar atau salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika), serta indah atau jelek (nilai estetika). Dari sistem nilai kemudian tumbuh norma yang merupakan patokan atau rambu-rambu yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat
¨  Norma-norma yang dihadapi manusia ada yang bercorak moral yaitu kewajiban moral dan nilai moral, dan ada pula yang bercorak bukan moral (nilai yang nonmoral) yang sifatnya teknis dan tidak mengandung pertimbangan-pertimbangan nilai
¨  Norma-norma moral ada yang bersifat evaluatif, artinya norma-norma itu berlaku dan dianggap baik bagi komunitas tertentu pada waktu tertentu, tetapi pada suatu saat dapat saja berubah, tidak lagi dapat diberlakukan karena mungkin sudah dianggap tidak baik lagi, atau norma-norma itu dapat berlaku baik bagi komunitas tertentu, tetapi belum tentu baik bagi komunitas lain
¨  Jaringan Norma-Norma
Jaringan Norma-Norma
  1. Khusus:
Berlaku dalam
Situasi tertentu ………………… Aturan bahasa ……. Aturan Permainan……… Tata Tertib
  1. Umum:
Berlaku dalam
Segala situasi
Etiket…………….Aturan Tindakan untuk  Sopan Santun
Hukum ……………Aturan Tindakan untuk Ketertiban Umum
Moral ……………….. Aturan Tindakan untuk  Kebaikan Manusia

¨  Moral adalah tuntutan sikap dan perilaku yang diminta oleh norma dan nilai. Kata moral berasal dari kata mores (bahasa latin) yang berarti tata cara dalam kehidupan atau adat istiadat. John Dewey mengatakan bahwa moral sebagai hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai susila, sedangkan Baron, dkk (1980) mengatakan bahwa moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan yang membicarakan salah atau benar.
¨  Frans Magnis Suseno (1987) mengemukakan bahwa kata moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia, sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.
Hukum
¨  Untuk menciptakan keteraturan dibuatlah hukum sebagai alat pengatur, dan agar hukum tersebut dapat memiliki kekuatan untuk mengatur, maka perlu suatu entitas lembaga kekuasaan yang dapat memaksakan keberlakuan hukum. Mengenai hubungan hukum dan kekuasaan ini, terdapat adagium yang populer: “Hukum tanpa kekuasaan hanyalah angan-angan, dan kekuasaan tanpa hukum adalah kelaliman.
¨  Dalam negara hukum, semestinya hukumlah yang pertama-tama dianggap sebagai pemimpin dalam penyelenggaraan kehidupan bersama, bukan orang, “the rule of law, and not of man”.
¨  7an hukum adalah; kepastian, keadilan, dan kemanfaatan
Adil dan rasa keadilan
¨  Adil artinya tidak sewenang-wenang kepada diri sendiri maupun kepada pihak lain
¨  Tidak sewenang-wenang dapat berupa keadaan yang;
  1. Sama (seimbang), nilai bobot yang berbeda
  2. Tidak berat sebelah, perlakuan yang sama tidak pilih kasih
  3. Wajar, seperti apa adanya, tidak menyimpang, tidak lebih, tidak kurang
  4. Patut/layak, dapat diterima karena sesuai, harmonis dan proporsional
  5. Perlakuan kepada diri sendiri sama seperti perlakuan kepada pihak lain dan sebaliknya.
¨  “rasa keadilan” mendorong manusia untuk berbuat benar (akal) berbuat baik (rasa), berbuat jujur (karsa) dan bermanfaat.
¨  Jadi keadilan merupakan pengakuan dan perlakuan yang seimbang antar hak dan kewajiban

Perlakuan adil dan tidak adil
¨  Perlakuan adil
* Bisa jadi melihat “perlakuan adil” berbeda—-dilihat dari sudut pandang masing2—-nilai bobot kualitas perlakuannya
* Perlakuan adil terjadi manakala sekelompok manusia menyepakati kriteria tertentu atau ukuran yang sama untuk suatu perlakuan adil
* Perlakuan adil didasari oleh rasa keadilan.
* Rasa keadilan termasuk masalah nilai—–dapat berubah menurut keadaan, waktu dan tempat
* Akibat dari perlakuan adil adalah akan adanya kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan dlm kehidupan masyarakat
Keadilan manusia dan keadilan Tuhan
¨  Pengakuan kepada perlakuan adil;
Manusia sebagai makhluk budaya memiliki rasa keadilan yang bersifat kondrati di dalam dirinya.  Akan tetapi perwujudan rasa keadilan dalam bentuk perlakuan adil dipengaruhi oleh keadaan, waktu, dan tempat, sehingga mungkin mungkin terjadi perlakuan adil yg berbeda bentuk dan cara antara manusia satu dan yang lainnya.
¨  Keadilan manusia; keadilan manusia bersifat relatif, yang dibagi menjadi;
  1. Keadilan koordinatif
  2. Keadilan subordinatif
  3. Keadilan superordinatif
Keadilan koordinatif
terjadi dalam hubungan antara sesama anggota masyarakat (anggota kelompok)
Dibagi menjadi 2;
  1. Hubungan pamrih (gesellschaft)
setiap pihak dibebeni kewajiban dan diberi hak yang seimbang (saling memenuhi). Misal; jual beli
  1. Hubungan paguyuban (gameinschaft)
salah satu pihak dibebani kewajiban pengabdian tanpa imbalan material (bersifat kemanusiaan).  Sudah ada keadilan walaupun pihak lain hanya memberikan ucapan terimakasih.  Perwujudannya; palang merah, yayasan yatim piatu, GNOTA
Keadilan subordinatif
Terjadi dalam hubungan rakyat dengan penguasa atau warga negara dengan pemerintah atau anggota kelompok dengan pemimpin.
Dimulai dengan kesediaan rakyat melaksanakan kewajiban sebagai tanda patuh kepada penguasa atau negara.
Contoh;
* PNS yang mendapatkan hak pensiun
* Pahlawan yang mendapatkan lencana
Keadilan superordinatif
Terjadi dalam hubungan penguasa dan rakyat atau pemerintah dengan warga negara, atau pimpinan dengan anggota yang dipimpin.
Inisiatif pelaksanaan memenuhi kebutuhan rakyat dimulai dari penguasa kepada rakyat.
Keadilan Tuhan
¨  Keadilan Tuhan terjadi dalam hubungan manusia dengan Tuhan.  Keadilan Tuhan bersifat mutlak
¨  Keadilan disini adalah keadilan kehendak atau kekuasaan Tuhan

Bagian VI “Manusia dan lingkungan”
Hakekat dan makna lingkungan bagi manusia
Lingkungan hidup menurut UU No. 4 tahun 1982 adalah kesatuan ruang yang terdiri dari benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Menurut Emil Salim, Lingkungan hidup meliputi hal-hal yang ditimbulkan oleh interaksi antara organisme hidup dg lingkungan.
Organisme hidup; manusia, hewan dan tumbuh2an yg secara sendiri2 atau bersama2 mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan.
Kejenderungan Masalah-masalah lingkungan menurut Soerjono Soekanto;
1)  Lingkungan fisik; smua benda2 mati yg ada disekeliling manusia.
2)  Lingkungan biologis; segala sesuatu yg ada disekeliling manusia yg berupa organisme hidup (di samping manusia itu sendiri)
3)  Lingkungan sosial; orang2 secara individual maupun klp yg berada di sekitar manusia.
Dalam ekologi dirumuskan bagaimana sistem biologi bertahan beragam dan produktif terhadap waktu, sementara untuk manusia adalah potensinya untuk memperbaiki kesejahteraannya dalam jangka sangat panjang yang tergantung kepada “kesehatan” alam dan pertanggungjawaban penggunaan sumber daya alam (Wikipedia, 2009).
Kemajuan teknologi membuat manusia mengontrol ekologi secara berlebihan. Dimulai dengan Revolusi Industri pada Abad XVII hingga XIX, pertumbuhan akan penggunaan energi fosil meningkat tajam
Menurut Sumitro Djojohadikusumo; beberapa aspek yg membahayakan kelangsungan hidup manusia;
  • Ancaman terhadap kejernihan udara dan sumber air
  • Zat2 bahan pangan (nutrients)
  • Produktivitas kakayaan alam dan beserta flora dan fauna
Bahaya ancaman terhadap lingkungan manusia dimasa yang akan datang;
  • Krisis dalam penyediaan pangan
  • Krisis bidang ketegaan (energiy crisis) yg mengguncang perkembangan ekonomi dan sosial
Pengelolaan lingkungan hidup upaya terpadu dalam hal-hal
1)  Pemanfaatan
2)  Pengaturan
3)  Pemeliharaan
4)  Pengawasan
5)  Pengendalian
6)  Penyelamatan, dan
7)  Pengembangan, lingkungan hidup.
Sejarah menunjukkan, inovasi dalam sains dan teknologi lebih diarahkan pada kesejahteraan manusia tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Namun, salah satu akibatnya, pertumbuhan penduduk meningkat tajam yang menjadikan kebutuhan akan sumber daya alam meningkat tajam pula, terutama yang terkait dengan sumber daya yang tak terbarukan.
Rumusan lain yang dapat disampaikan ialah polusi terhadap lingkungan, ledakan jumlah penduduk, dan konsumtivisme, telah menyebabkan penurunan jumlah sumber daya alam yang terbatas secara luar biasa dan mengkhawatirkan. Hal ini mengakibatkan masalah serius. Bahkan penggunaan energi fosil telah terjadi secara berlebihan,yang ditambah dengan kebakaran dan kehilangan hutan diyakini mengakibatkan dampak yang luas yang dikenal sebagai pemanasan global atau perubahan iklim global.Jadi secara skala tidak lagi lokal atau regional, namun global.
Efek Lingkungan didefinisikan sebagai suatu proses (seperti erosi tanah, dispersi polutan, penggusuran manusia) yang dapat dipacu oleh kegiatan manusia.
Dampak Lingkungan merupakan perubahan neto (baik atau buruk) dalam hal kesehatan dan kesejahteraan manusia (termasuk kelestarian ekosistem dimana manusia hidup) yang dihasilkan dari efek lingkungan dan berhubungan dengan perbedaan antara kualitas lingkungan  yang akan terjadi “dengan” dan “tanpa” kegiatan yang sama.
Indikator Dampak adalah suatu unsur atau parameter yang menyediakan suatu ukuran  (paling tidak secara kualitatif) besarnya dampak lingkungan.

Bagiab VII “Pelapisan Sosial, Persamaan Derajat, Diskriminasi, Dan Penderitaan
Pelapisan sosial
Pelapisan maskudnya adalah keadaan yang berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat.
Istilah pelapisan diambil dari kata stratifikasi. Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum (jamaknya adalah strata, yang berarti lapisan).
Pitirim A Sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies).
Perwujudan dari gejala stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial pengaruhnya diantara anggota masyarakat.
  • Soerjono Soekanto (1982), selama ada suatu masy.ada sesuatu yg dihargai, maka hal tersebut akan menjadi bibit yg dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapisan dalam masy.itu
  • Hassan Shadily mengatakan bahwa pada umumnya lapisan dalam masy.menunjukkan:
  1. Keadaan senasib
  2. Persamaan batin maupun kepandaian
Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
  1. Ukuran kekayaan
  2. Ukuran kekuasaan dan wewenang
  3. Ukuran kehormatan
  4. Ukuran ilmu pengetahuan
Terjadinya pelapisan sosial
  1. Terjadi dengan sendirinya.
  2. Terjadi dengan disengaja
Bentuk2 stratifikasi sosial;
  1. Kelas ekonomi
  2. Kelas politik
  3. Sistem nilai yg berlaku dalam masyarakat
Unsur-unsur stratifikasi sosial
  1. Status sosial
  2. Peranan sosial
Status sosial;
Status (soerjono Soekanto);tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dg orang2 lain dlm klp2 tsb atau tempat suatu klp berhubungan dg klp2 lainnya di dalam klp yg lebih besar lagi
  • Status sosial; tempat seseorang scr umum dlm msynya sehubungan org lain, dlm arti lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak2 serta kewajiban2nya.
  • Status sosial dpt dibedakan atas 2 macam menurut proses perkembangannya;
  1. Status yg diperoleh berdasarkan keturunan
  2. Status yg diperoleh atas dasar usaha yg disengaja
Peranan sosial
Suatu perbuatan seseorang dg cara ttt dlm usaha menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dg status yg dimilikinya.
Kesamaan derajat
  • John locke (1632-1704)—-bapak HAM; berpendapat manusia dalam keadaan bebas, tetapi mempunyai hak-hak alamiah yg tidak dapat diserahkan kpd klp masy.lain kecuali lewat perjanjian masy.
  • Universal Declaration of Human Right, yang lahir tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melekat pada dirinya. Beberapa hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, ras, agama atau kelamin, karena itu bersifat asasi serta universal.
Piagam PBB berisi 30 Pasal. Pasal 1 Pigam PBB
all human beings are born free and equal in dignity and rights. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood”. (Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan).
Hak asasi manusia da kelompok bangsa/etnik/ras
  • Persoalan seringkali muncul pada saat sejumlah warga dg kepercayaan, etnik, budaya,ras yg berbeda.  —-terancam terjadinya pelanggaran HAM
  • Pasal 28 UUD’45; “setiap orang berhak dan bebas dari perlakuan yg bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan thd perlakuan yg bersifat diskriminatif itu.”
Penderitaan
  • Penderitaan adalah uangkapan perasaan sakit yg dialami manusia dalam kehidupan.
  • Derita; perasaan tdk enak, sakit, tidak menyenangkan
  • Penyebab penderitaan;
  1. Perbuatan buruk manusia
  2. Perkawinan, perceraian, kematian
  3. Penyakit,